“Kalau punya mimpi jangan jadi penakut, kalau masih takut jangan bermimpi.”
~ Fairus Nasywa Qatrunada~
Di tengah riuhnya kegiatan sekolah, rapat organisasi, latihan, dan tumpukan soal UTBK, ada satu hal yang selalu menemani Fairus Nasywa Qatrunada, murid kelas XII C yaitu rasa ingin tahu. Lebih tepatnya, rasa ingin tahu tentang mengapa sebuah kebijakan dibuat. Remaja yang dipanggil Nada kerap berpikir mengapa orang bisa memiliki pandangan yang berbeda dan mengapa satu keputusan dapat mengubah kehidupan begitu banyak orang.
Pertanyaan-pertanyaan itu terus berkecamuk dan tidak pernah pergi dari benak Nada. Semakin hari, rasa ingin tahunya justru semakin bertambah. Akhirnya, dari ruang diskusi, arena debat, hingga berbagai organisasi yang diikutinya selama di MAN 1 Yogyakarta, Nada menemukan satu bidang yang mampu menjawab kegelisahan intelektualnya: hukum.
Maka, ketika namanya tercantum sebagai salah satu calon mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (Undip), pastinya, ada proses panjang yang berdiri di balik pencapaian tersebut. Bukan hanya tentang belajar menghadapi UTBK, melainkan juga tentang ketertarikan yang telah tumbuh sejak lama dan terus diperkaya oleh pengalaman berorganisasi, berdiskusi, serta berinteraksi dengan beragam pemikiran.
Sejak awal, Nada memiliki ketertarikan yang kuat pada dunia politik, hukum, dan berbagai isu sosial yang terjadi di masyarakat. Ia senang mengikuti berita dan mengamati bagaimana sebuah aturan atau kebijakan dapat memengaruhi kehidupan banyak orang. Rasa ingin tahu itu tumbuh perlahan menjadi minat yang semakin kuat. “Saya suka melihat bagaimana suatu aturan bisa berdampak pada banyak orang. Dari situ saya mulai tertarik untuk belajar lebih dalam tentang dunia hukum,” ungkap Nada.
Di madrasah, Nada bukan hanya dikenal sebagai murid yang memiliki ketertarikan pada dunia akademik. Ia juga aktif dalam berbagai organisasi dan kegiatan madrasah. Mulai dari Tonti, Jurnalistik, Karya Ilmiah Remaja, Rohis, hingga berbagai kegiatan lainnya pernah menjadi bagian dari perjalanan belajarnya. Baginya, organisasi bukan sekadar tempat berkumpul atau menambah pengalaman. Organisasi adalah ruang belajar yang sesungguhnya. “Organisasi mengenalkan saya pada dunia yang lebih luas daripada yang saya bayangkan. Di sana saya belajar bekerja sama, memimpin, menyelesaikan masalah, menghargai perbedaan, dan bertanggung jawab terhadap keputusan yang diambil,” tutur Nada.

Selain organisasi, debat menjadi salah satu aktivitas yang paling dekat dengan dirinya. Ia menyadari bahwa berdebat bukan hanya soal mempertahankan pendapat, melainkan tentang keberanian untuk berpikir kritis dan mencari kebenaran. Ketika menemukan pandangan yang berbeda, Nada tidak langsung menerima ataupun menolaknya. Ia memilih mempertanyakannya, mengujinya dengan data, logika, dan nalar hingga menemukan alasan yang paling masuk akal. “Debat bukan tentang siapa yang menang atau kalah. Debat mengajarkan bagaimana menyampaikan gagasan dengan baik dan mencari kebenaran melalui diskusi yang sehat,” tegas Nada.
Pengalaman berdebat dan berorganisasi akhirnya menjadi dua bekal penting yang membentuk cara berpikirnya. Jika debat mengajarkan cara membangun argumentasi, organisasi mengajarkan cara memahami manusia. Kedua pengalaman tersebut semakin memperkuat ketertarikannya pada dunia hukum, politik, dan kehidupan sosial.
Namun perjalanan menuju perguruan tinggi impian tentu tidak selalu berjalan mulus. Saat mulai mempersiapkan diri menghadapi UTBK sejak awal kelas XII, Nada harus menghadapi tantangan besar dalam membagi waktu. Di satu sisi ia ingin fokus belajar, tetapi di sisi lain ia masih aktif dalam berbagai kegiatan nonakademik. Alih-alih menyerah, ia belajar mengatur prioritas dan memanfaatkan waktu secara lebih efektif. Ia menyadari bahwa setiap orang memiliki cara belajar yang berbeda. “Menurut saya, kunci belajar bukan belajar paling lama, tetapi belajar dengan cara yang paling cocok untuk diri sendiri,” kata Nada. Karena itu, ia berusaha menjaga proses belajar tetap nyaman dan menyenangkan. Baginya, perjuangan tidak harus selalu terasa berat. Yang terpenting adalah konsisten menjalani proses dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab.
Dalam setiap proses tersebut, Nada juga memegang satu prinsip yang selalu menguatkannya saat menghadapi kegagalan. “Gapapa ya Allah, habisin jatah gagal di masa muda, insyaallah berhasilnya berkali-kali nanti.” Prinsip yang hanya terucap dalam hati namun cukup memotivasi Nada untuk melangkah menuju kesuksesan. Kalimat sederhana itu menjadi pengingat bahwa kegagalan bukanlah akhir dari perjalanan. Setiap kegagalan hanyalah bagian dari proses menuju keberhasilan yang lebih besar.
Nada percaya bahwa tidak ada perjuangan yang dilakukan sendirian. Dukungan keluarga menjadi sumber kekuatan yang sangat berarti baginya. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada kedua orang tua dan kakak-kakaknya yang selalu percaya, mendukung, serta mendoakan setiap langkah yang ia tempuh. Tak lupa, ia juga mengapresiasi teman-teman seperjuangan yang menemani masa-masa persiapan masuk perguruan tinggi. Dari mereka, ia belajar tentang arti kebersamaan, saling mendukung, dan pentingnya berbuat baik kepada siapa pun. Menurut Nada, lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap perjalanan seseorang. Karena itu, ia berpesan agar setiap orang berusaha menemukan lingkungan yang mampu membawa dirinya bertumbuh menjadi lebih baik.
Bagi Nada, mimpi tidak cukup hanya dengan doa. Mimpi membutuhkan keberanian untuk bertindak dan kesungguhan untuk berusaha. Ia percaya, pertolongan dari langit tidak akan turun kepada tangan yang kosong. Tugas manusia adalah berikhtiar sebaik mungkin, lalu percaya bahwa Allah SWT telah menyiapkan jalan terbaik pada waktu yang paling tepat. Dan saat ini, Fairus Nasywa Qatrunada telah membuktikan bahwa ketika keberanian, usaha, dan keyakinan berjalan beriringan, mimpi yang tampak jauh pun dapat menjadi kenyataan.
Penulis: Lilis Ummi Fa’iezah, S.Pd., M.A. (Guru MAN 1 Yogyakarta)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer










































































