Amangkurat Cinta Semerah Darah merupakan judul buku kumpulan cerpen karya Ade Mulyono yang diambil dari salah satu dari tiga belas judul cerpen yang ada di dalamnya. Buku kumpulan cerpen ini diterbitkan pada tahun 2026 oleh penerbit Langgam Pustaka di Tasikmalaya.
Sebuah bacaan tepat untuk kamu yang ingin mengetahui sejarah kerajaan di Jawa, Mataram khususnya melalui bacaan fiksi. Nah, jika teman-teman tertarik untuk membaca kumpulan cerpen ini, maka kamu bisa membaca ulasan singkat mengenai buku Amangkurat Cinta Semerah Darah pada artikel berikut ini.
Sinopsis
Cerpen-cerpen dalam buku Amangkurat Cinta Semerah Darah menceritakan kisah-kisah yang berlatar kerajaan Mataram yang dipimpin oleh rajanya yang disebut dengan gelar Amangkurat. Pada salah satu ceritanya yang menjadi ikonik adalah kisah Amangkurat Cinta Semerah Darah, sedangkan cerita lainnya adalah Dendam Kesumat Amangkurat, Cinta Buta Amangkurat, Siasat Raden Mas Rahmat, Raden Ayu Lembah, Siasat Ki Juru Martani, Abdi Dalem, Tumenggung Martoloyo, Awan Hitam di Langit Prambanan, Keris Setan Kober, Misteri Hutan Gantungan dan Kematian Kameswara.
Cerpen Amangkurat Cinta Semerah Darah menceritakan tentang raja Amangkurat yang sedang jatuh hati terhadap seorang sinden bernama Retno Gumilang. Masalahnya adalah Retno Gumilang telah bersuami, namun sebagai penguasa Raja Amangkurat tetap menginginkan Retno Gumilang menjadi selirnya. Ia mengutus Senapati andalannya untuk membunuh Ki Dalem, suami Retno Gumilang.
Setelah berbagai kejadian, akhirnya Retno Gumilang dapat juga dijadiikan selir oleh Amangkurat. Namun keberadaanya di Istana ternyata mengundang api cemburu selir lainnya. Akhirnya Retno Gumilang mati karena diracun oleh dayang suruhan salah satu selir Raja Amangkurat. Amangkurat yang mengetahui itu murka lalu menghukum semua dayang dan selirnya.
Itu adalah gambaran singkat salah satu kisah dalam cerpen tersebut. Masih terdapat dua belas kisah lainnya yang wajib dibaca. Walaupun buku ini adalah kumpulan cerpen, tetapi kisah satu dan lainnya saling berkaitan yang menjadi satu rangkaian alur utuh.
Profil Penulis
Penulis Buku Amangkurat Cinta Semerah Darah ini adalah Ade Mulyono seorang kelahiran kota Tegal, Jawa Tengah. Ia merupakan Emerging Writers Ubud Writers and Readers Festival 2024. Memiliki latar belakang pendidikan lulusan sarjana sastra Universitas Pamulang. Beberapa cerpennya dimuat di berbagai media seperti Kompas, Media Indonesia, Jawa Pos, Solo Pos, Suara Merdeka dan media online lainnya. Buku yang telah diterbitkan: Dehumanisasi Pendidikan (2021), Jingga (2022), Amangkurat Cinta Semerah Darah (2026). Buku yang akan terbit adalah novel Kekasih Bulan, dan Tidak Ada Tempat untuk Kembali Pulang.
Kelebihan Buku Amangkurat Cinta Semerah Darah
Kelebihan buku Amangkurat Cinta Semerah darah ini yang pertama terletak pada tema yang diangkat, yaitu tentang sejarah. Membahas seputar kerajaan Mataram dan perilaku raja dan kehidupan di sekeliling istana yang sangat tabuh seperti perihal pembunuhan, perselingkuhan dan penghianatan. Yang paling penting pada kumpulan cerpen ini yang dapat kita ketahui adalah tentang persekutuan yang dilakukan Mataram dengan kolonial VOC.
Dari segi gaya penulisan, buku ini cukup menarik dan sangat enak saat dibaca. Menggunakan bahasa yang mudah dipahami sehingga sangat cocok bagi pembaca pemula yang ingin memahami sejarah melalui fiksi. Menjadi suatu kelebihan lainnya karena penceritaan di era tahun 1600an walaupun ditulis dan diceritakan pada masa sekarang tidak menghilangkan kesan zaman dahulunya.
Kelebihan lainnya adalah walaupun buku ini merupakan kumpulan cerpen-cerpen, tetapi antara kisah satu dan lainnya adalah satu rangkaian cerita utuh. Karena bentuknya cerpen, kita dapat membaca ceritanya secara acak. Ini adalah hal baru dalam dunia cerpen, yang mana kebanyakan buku kumpulan cerpen saling berdiri sendiri setiap ceritanya. Tidak pada buku ini, cerita dalam buku-buku adalah satu rangkaian kisah utuh.
Kekurangan Buku Amangkurat Cinta Semerah Darah
Di samping memiliki kelebihan, buku Amangkurat Cinta Semerah Darah ini juga memiliki kekurangan yang tentunya tidak mengurangi keseruan dan nilai ceritanya. Kekurangannya terletak pada kelengkapan ceritanya. Cerita tersebut seharusnya lebih cocok disajikan dalam bentuk novel seperti yang dikatakan di atas bahwa dalam bentuk cerpen cerita ini adalah satu rangkaian. Di samping menjadi kelebihan, hal tersebut juga menjadi kekurangan buku ini karena dengan dijadikan cerpen membuat ceritanya tidak utuh.
Ketika buku ini dibaca oleh orang yang baru mengenal sejarah Mataram, maka akan mengalami kesulitan memahami alur dari cerita tersebut. Dengan kemunculan tokoh yang kurang dijelaskan juga menambah kesulitan dalam memahami cerita secara keseluruhan.
Penutup
Nah teman-teman, itu dia ulasan singkat mengenai buku Amangkurat Cinta Semerah Darah karya Ade Mulyono. Buku ini sangat direkomendasikan sebagai bacaan untuk mulai mengenal sejarah kerajaan Jawa di Indonesia. Karena disajikan dalam bentuk cerita fiksi, kita seolah ikut berada dalam ceritanya. Buku ini juga sarat akan nilai-nilai dan ajaran moral yang dapat kita ambil sebagai pelajaran.
Jika teman-teman tertarik untuk membacanya, kalian bisa memesannya di media Langgam Bookish.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”








































































