Menghadapi tumpukan tugas yang banyak, tenggat waktu yang singkat, hingga beban ekspektasi akademik sering kali membuat mahasiswa atau pelajar merasa tertekan. Kondisi kelelahan yang dirasakan secara fisik, mental, dan emosional akibat tingginya tekanan belajar ini sering kali dikenal sebagai burnout akademik. Gejala utama pada burnout akademik meliputi kondisi dimana individu sering kali merasa terkuras secara mental setiap kali memikirkan tugas yang dimiliki, sering merasa lelah fisik meski sudah tidur yang cukup, dan kerap merasa asing atau menjauh dari lingkungan sosial.
Jika kamu mulai merasa kehilangan motivasi terhadap dunia akademik, itu merupakan sinyal bahwa kamu perlu berbenah secara psikologis. Salah satu caranya adalah dengan menerapkan coping mechanism yang tepat. Melansir dari laman Cleveland Clinic, coping mechanism adalah strategi atau teknik yang digunakan seseorang untuk mengatasi stress. Berikut adalah beberapa bentuk coping mechanism yang bisa kamu coba saat mengalami burnout akademik:
1. Problem-Focused Coping: Selesaikan Masalah dari Akarnya
Mekanisme ini berfokus pada penyelesaian sumber stres secara langsung. Dalam kasus burnout akademik yang dialami mahasiswa atau pelajar, burnout umumnya disebabkan oleh tugas akademik yang menumpuk dan tenggat waktu yang singkat. Jika kamu merasakan burnout akademik, maka cobalah untuk:
· – Memecah tugas besar: Kerjakan tugas sedikit demi sedikit agar tidak terasa terintimidasi.
· – Urutkan pengerjaan tugas berdasarkan skala prioritas: Mulailah untuk mengerjakan tugas berdasarkan tenggat waktu yang paling dekat.
· – Manajemen waktu saat mengerjakan tugas: jangan memaksakan diri untuk mengerjakan tugas selama berjam-jam tanpa beristirahat. Gunakan teknik seperti Podomoro (25 menit mengerjakan dan 5 menit istirahat) untuk menjaga ritme otak.
2. Emotion-Focused Coping: Mengelola Perasaanmu
Terkadang, masalah akademik tidak bisa selesai dalam semalam. Dengan jumlah tugas yang banyak, mahasiswa ataupun pelajar sering kali memaksakan diri untuk terfokus pada penyelesaian tugas tanpa memperdulikan perasaan. Akibatnya, perasaan yang kerap disembunyikan selama menyelesaikan tanggung jawab akademik bisa menjadi “bom waktu” di kemudian hari. Di sinilah kamu perlu mengelola emosi agar tidak “meledak”. Beberapa cara yang dapat kamu lakukan untuk meminimalisir emosi yang menumpuk adalah:
Jurnaling: Tuliskan semua perasaan yang kamu rasakan. Mengeluarkan emosi lewat tulisan terbukti secara ilmiah dapat mengurangi kecemasan.
Afirmasi Positif: Ganti pikiran “Aku tidak bisa melakukannya” menjadi “Aku sedang belajar dan wajar jika ini terasa sulit.” Berikan kalimat-kalimat positif pada dirimu sendiri sebagai penguat.
Melakukan Hobi di Luar Akademik: Jangan biarkan identitasmu hanya seputar nilai. Lakukan hal yang membuatmu merasa “hidup”. Kamu bisa melakukan berbagai aktivitas yang kamu sukai seperti bermain musik, memasak, atau sekadar menonton film untuk menciptakan ruang tenang sejenak bagi dirimu.
3. Adaptive Coping: Istirahat Sebagai Investasi
Banyak orang merasa bersalah saat beristirahat, padahal istirahat sangat dibutuhkan agar keadaan fisikmu tidak menurun. Adaptive coping mengajarkan kita untuk menyesuaikan diri dengan situasi tanpa merusak diri sendiri. Berikut beberapa cara yang dapat kamu lakukan:
Istirahat dengan teknik power nap: Pada saat menyelesaikan tugas dengan tenggat waktu yang singkat, jangan forsir fisikmu untuk tetap terjaga. Lakukan power nap atau teknik tidur singkat selama 10-20 menit. Hal ini bertujuan untuk memberikan waktu istirahat pada tubuh terutama otak karena otak yang lelah tidak akan bisa memproses informasi dengan baik.
Digital detox: Matikan notifikasi grup kelas atau media sosial sejenak untuk menghindari social comparison yang sering memicu stres tambahan.
Meditasi dan mindfulness: Melatih napas membantu menurunkan kadar kortisol (hormon stres) dalam tubuh.
Burnout akademik faktanya sering menghampiri mahasiswa ataupun pelajar. Dengan pemilihan coping mechanism yang sesuai dengan kebutuhan dirimu, kamu mampu mengelola emosi dan menurunkan kadar kortisolmu sejenak. Jangan ragu untuk istirahat sejenak, karena mesin yang paling canggih sekalipun butuh waktu untuk mendinginkan mesinnya agar bisa kembali melaju kencang.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer



































































