MALANG – Menanamkan nilai-nilai kebangsaan pada anak usia dini membutuhkan metode yang kreatif, menyenangkan, dan tidak membosankan. Menyadari hal tersebut, dua mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Universitas Islam Malang, Nikita Kalingga Darrojatun Hikmah dan Elsarita Salsadila Mauludina, mengambil inisiatif segar dengan menggelar sebuah projek kebangsaan sederhana. Kegiatan ini dirancang khusus untuk mengimplementasikan nilai-nilai dari 4 Konsensus Dasar Bangsa Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika melalui pendekatan yang akrab dengan dunia anak-anak, yaitu lewat nada dan warna.

Pelaksanaan kegiatan yang berlangsung pada Senin, 22 Juni 2026 ini bertempat di PPAI Al Huda yang berlokasi di Jalan Pipit No. 67 RT. 06 RW. 02 Kedawung, Ngijo, Karangploso, Kabupaten Malang. Rangkaian program memadukan tiga bentuk aktivitas utama sekaligus: menyanyikan lagu nasional, pengenalan simbol negara, serta projek kreativitas bertema kebangsaan berupa mewarnai Lambang Garuda Pancasila. Melalui kolaborasi apik ini, kedua mahasiswa berusaha menjembatani konsep kenegaraan yang terkesan berat menjadi materi yang mudah diserap dan dipahami oleh anak-anak usia dini hingga usia sekolah dasar.
Ada cerita menarik di balik kesuksesan agenda ini. Berawal dari rencana awal mahasiswa yang hanya ingin mengajar di satu kelas saja, Kepala TPQ PPAI Al Huda, Bapak Moch Ma’ruf, memberikan kepercayaan penuh kepada mereka berdua. Melihat potensi program yang dibawa, beliau menyarankan agar projek ini diperluas ke dua kelas sekaligus agar manfaatnya dirasakan oleh lebih banyak santri. Alhasil, demi efektivitas pembelajaran, kedua mahasiswa berbagi tugas mengajar di kelas yang berbeda. Nikita memimpin pembelajaran di kelas 5, sementara Elsa mengampu kelas Pra PTPT (Pra Pasca Taman Pendidikan Al-Qur’an).

Meski mengajar di jenjang umur yang berbeda, suasana di setiap ruang kelas langsung terasa hidup sejak menit pertama dimulai. Anak-anak yang hadir sangat beragam, namun mereka menunjukkan respons yang luar biasa excited dan penuh antusiasme. Sebagai pembuka sekaligus pencair suasana (ice breaking), mahasiswa mengajak seluruh santri untuk berdiri dan menyanyikan lagu “Indonesia Raya” bersama-sama. Lantunan nada yang penuh semangat dari suara lantang anak-anak tidak hanya berhasil membangkitkan fokus mereka, tetapi juga secara tidak langsung memicu getaran rasa nasionalisme dan cinta tanah air sejak awal kegiatan.

Setelah semangat anak-anak terpompa, kegiatan berlanjut ke sesi inti yang pertama, yaitu pengenalan simbol negara. Dengan memanfaatkan media visual berupa laptop dan lembar peraga kelas, Nikita dan Elsa mengenalkan makna filosofis di balik lambang Burung Garuda Pancasila di kelas masing-masing. Anak-anak diajak mengenali satu per satu simbol di perisai dada Garuda, mulai dari bintang, rantai, pohon beringin, kepala banteng, hingga padi dan kapas, lengkap dengan bunyi kelima silanya. Penjelasan interaktif ini menekankan pada nilai religius, keselarasan, dan keadilan yang terkandung dalam Pancasila sebagai dasar negara kita.

Tak berhenti pada teori, puncak keseruan acara ini mewujud dalam bentuk projek kreativitas bertema kebangsaan, yaitu aktivitas mewarnai lambang negara. Di sesi psikomotorik inilah antusiasme anak-anak makin terpancar nyata. Dengan memegang krayon dan pensil warna, mereka fokus menumpahkan kreativitasnya di atas kertas. Menariknya, aktivitas mewarnai bersama di tengah keragaman usia dan karakter santri ini juga menyelipkan nilai gotong royong dan toleransi. Anak-anak diajarkan untuk saling berbagi alat warna secara bergantian dan menghargai hasil karya teman di sebelahnya.

Melalui rangkaian kegiatan terpadu ini, nilai-nilai kewarganegaraan berhasil disampaikan tanpa membuat anak-anak merasa sedang digurui. Kreativitas seni mewarnai terbukti menjadi media yang sangat efektif untuk melekatkan ingatan visual mereka terhadap lambang negara kebanggaan Indonesia. Keberhasilan program ini juga tidak lepas dari dukungan penuh pihak lembaga yang menyambut hangat kehadiran inovasi pembelajaran dari mahasiswa.
Kegiatan pun diakhiri dengan sesi foto bersama. Pancaran senyum lebar anak-anak yang dengan bangga memamerkan hasil mewarnai Burung Garuda milik mereka menjadi penutup yang manis. Harapan besar dari projek sederhana ini adalah agar benih-benih cinta tanah air, toleransi, dan semangat persatuan yang telah ditanamkan di TPQ PPAI Al Huda hari ini dapat terus tumbuh kuat di dalam diri mereka hingga dewasa nanti, menjadikan mereka generasi penerus bangsa yang berkarakter kuat dan berwawasan kebangsaan.

Penulis: Nikita Kalingga Darrojatun Hikmah & Elsa Rita Salsadila Mauludina
NIM: 22501015001 & 22501015004
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer


















































![Pentingnya Pengabdian Mahasiswa Administrasi Negara dalam Edukasi Literasi untuk Meningkatkan Bijak Bermedia Sosial 61 {"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["local"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"transform":1},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false}](https://siaran-berita.com/wp-content/uploads/2026/06/Picsart_26-06-26_22-05-01-074-120x86.jpg)
























