Tanah Datar – Dalam rangka meningkatkan keterampilan guru TPA di kecamatan Lintau Buo, UNP melakukan pembinaan terhadap 30 orang guru TPA pada Selasa tanggal 22 Juli 2025 yang berlokasi di Gedung pertemuan kecamatan Lintau Buo. Guru-guru TPA diberi pelatihan kaligrafi tentang kaidah khat naskhi secara praktis. Kegiatan ini merupakan kegiatan pengabdian dosen dan mahasiswa yang merupakan salah satu bagian dari tridharma perguruan tinggi. Sebelum pelatihan, guru diberi modul ajar sebagai pedoman dalam belajar kaidah khat naskhi secara baik dan benar, serta ATK untuk menulis kaligrafi. Selama satu hari penuh digunakan untuk melatih guru bagaimana menulis arab dengan kaidah khat naskhi dan mempraktikkannya langsung pada kertas kerja. Pelatih yang membimbing kegiatan ini merupakan pelatih professional yang sudah berpengalaman dalam mengajar kaligrafi serta juga pelatih dan juri pada kegiatan MTQ tingkat kabupaten dan provinsi Sumatera Barat.
Kegiatan pelatihan ini diawali dengan penandatanganan Momarandum of Understanding (MoU) antara Kepala Departemen Ilmu Agama Islam UNP dengan Kemenag Kabupaten Tanah Datar. Nota kesepahaman ini menjadi dasar dalam pelaksanaan pelatihan guru TPA di Kecamatan Lintau Buo. Bagi UNP, pelatihan ini menjadi wujud nyata dari kegiatan pengabdian dosen dan mahasiswa yang merupakan salah satu aspek dari tridharma perguruan tinggi. Sedangkan bagi Kementerian Agama Tanah Datar khusus guru TPA yang bernaung di bawah Kasi Pontren, dapat menjadi wadah peningkatan pengetahuan guru dalam menulis kaligrafi berkaidah khat naskhi. Pengetahuan ini berguna bagi guru dalam mengajar mata pelajaran kaidah khat Usmani di TPA Kabupaten Tanah Datar. Mata pelajaran kaidah Khat Naskhi merupakan salah satu mata pelajaran yang diberikan di TPA yang ada di Tanah Datar.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh kepala Departemen Ilmu Agama Islam Dr. Alfurqan, M.Ag bersama perwakilan mahasiswa prodi Pendidikan Agama Islam UNP. Kementerian Agama juga dihadiri langsung oleh Kepala Kemenag Tanah Datar Bapak H. Amril, S.Ag., MA, yang didampingi oleh Kasi Pontren, Kasi Penmad, kepala KUA Lintau Buo beserta jajaran, Camat Lintau Buo, Kapolsek, Danramil, Forkopinca, serta guru TPA se–Kecamatan Lintau Buo.
Pada kegiatan ini Kepala KUA, Bapak Hasril Efendi, S.Ag juga me-launching empat program unggulan KUA Lintau Buo dalam rangka melayani masyarakat dalam bidang keagamaan dan berdampak kepada masyarakat secara langsung, yaitu: 1) program bank waqaf tanpa ribawi, 2) Program tahsin Al-Quran bagi pegawai KUA, 3) Program Selasa Berdasi, dalam memberikan layanan yang prima kepada masyarakat, maka pada hari Selasa setiap pegawai KUA berpakaian rapi dan pakai dasi, dan 4) Program satu catin satu tanaman, sebagai wujud nyata dari program ekoteologi yang dicanangkan Kementerian Agama RI.
Pada kesempatan tersebut Kepala Kemenag menyampaikan bahwa kementerian agama sedang menggiatkan “program keagamaan yang berdampak”, artinya manfaat program yang dilakukan dirasakan langsung oleh masyarakat. Sebagai contoh kegiatan pelatihan guru TPA yang dilakukan oleh UNP sebagai wujud kerjasama dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Para guru TPA diberikan pelatihan satu hari penuh tentang kaidah penulisan kaidah khat Usmani. Pengetahuan ini berguna bagi dalam pembelajaran di TPA. Dalam kurikulum TPA di Tanah Datar, kaidah khat ustmani menjadi sebuah mata pelajaran yang diajarkan kepada peserta didik. Untuk itu, dengan memberi pelatihan kepada guru TPA berdampak terhadap keterampilan guru dalam mengajar Khat berkaidah Naskhi di TPA.
Khat kaidah ustmani yang dimaksud merupakan tulisan arab yang digunakan dalam menulis Al-Quran yang berstandar. Kaidah yang digunakan dalam menulis Al-Quran di Indonesia menggunakan Khat Naskhi. Khat naskhi banyak digunakan untuk transfer pengetahuan, menulis kitab-kitab Arab, dan juga Al-Quran, dapat dibaca dengan mudah, hurufnya jelas, dan juga dilengkapi dengan baris. Di TPA Tanah Datar, terdapat mata pelajaran khat, yang dinamakan kaidah khat Usmani atau dengan maksud Khat Naskhi.
Pelatihan yang diselenggarakan bagi guru TPA ini belum sepenuhnya dapat melibatkan semua guru TPA di Kecamatan Lintau Buo. Namun tim PKM dari UNP membekali guru TPA yang ikut pelatihan dengan modul ajar kaligrafi. Melalui modul tersebut, diharapkan guru yang hadir pelatihan mampu mengajarkan ilmu yang didapat dalam pelatihan kepada guru lain yang tidak ikut pelatihan. Modul ajar yang diberikan kepada guru bersifat praktis, dilengkapi dengan teknik penulisan yang mudah dipelajari, serta dapat digandakan oleh guru lain. Pemberian modul ajar diharapkan dapat menjadi bahan latihan secara mandiri tentang kaidah Khat Usmani atau Khat Naskhi.
Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru sebagai agen pembelajaran. Sebagaimana yang diatur dalam Standar Nasional Pendidikan (SNP) pasal 28, dikemukakan bahwa, “Pendidik harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.” Selanjutnya dalam penjelasannya dikemukakan bahwa, “Yang dimaksud dengan pendidik sebagai agen pembelajaran (learning agent) adalah peran pendidik antara lain sebagai fasilitator, motivator, pemacu, dan pemberi inspirasi belajar bagi peserta didik.” Mata pelajaran pada TPA meliputi Al-Qurandan hadits, serta juga terdapat mata pelajaran Kaidah Khat Ustmani. Guru dipastikan akan menjadi model dalam ketiga mata pelajaran tersebut. Sementara tulisan arab berbeda dengan tulisan latin. Tulisan arab memiliki kaedah khusus bahkan sudah berbentuk sebuah keilmuan, yang dikenal dengan Khat. Jika seorang guru tidak cakap dalam menulis huruf arab, maka materi Al-Quran dan hadits tidak akan sampai pada peserta didik.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer










































































