Bengkulu, 2 Desember — Sebagai bagian dari program pembinaan kepribadian, Warga Binaan Lapas Perempuan Kelas IIB Bengkulu mengikuti kegiatan Penyuluhan Keagamaan yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bengkulu, Selasa (2/12).
Kegiatan ini diikuti oleh 67 orang Warga Binaan yang tampak hadir dengan penuh antusias. Penyuluhan dipandu oleh enam orang Penyuluh Agama dari Kemenag Kota Bengkulu, yang membawakan materi mengenai tata cara sholat serta pemahaman dasar keagamaan yang bertujuan meningkatkan kualitas ibadah para peserta.
Kepala Lapas Perempuan Kelas IIB Bengkulu menyampaikan apresiasi kepada Kemenag Kota Bengkulu atas kerja sama yang terus terjalin dalam upaya mendukung pembinaan mental dan spiritual bagi Warga Binaan. “Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat nilai-nilai keagamaan, memberikan ketenangan batin, serta menjadi bekal positif bagi Warga Binaan saat kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan penyuluhan berlangsung dengan tertib, interaktif, dan diakhiri dengan sesi tanya jawab yang memberikan kesempatan bagi Warga Binaan untuk memperdalam pemahaman mereka tentang praktik ibadah yang benar.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”






































































