Langkat (Humas) – Kamis, (8/1/2026). Lonceng sekolah yang berbunyi di MIN 9 Langkat tidak selalu berarti berakhirnya pengabdian bagi seorang tenaga pendidik. Amar Harahap, S. Pd. I., seorang guru yang berdedikasi, memilih untuk tetap tinggal di sekolah saat jam pulang tiba. Beliau meluangkan waktu khusus untuk mengadakan les tambahan bagi siswa-siswinya yang masih memerlukan bimbingan ekstra. Fokus utama dari kegiatan ini adalah membantu anak-anak yang belum lancar dalam kemampuan membaca dan berhitung dasar. Langkah mulia ini merupakan wujud nyata kepedulian beliau terhadap masa depan akademis para peserta didik di kelasnya.
Kemampuan literasi dan numerasi merupakan fondasi utama yang harus dikuasai oleh setiap siswa di jenjang madrasah ibtidaiyah. Ibu Amar menyadari bahwa tidak semua anak memiliki kecepatan yang sama dalam menyerap pelajaran di jam kelas reguler. Oleh karena itu, beliau merasa terpanggil untuk memberikan intervensi dini melalui pendampingan yang jauh lebih personal. Dalam sesi tambahan ini, suasana belajar diciptakan lebih santai agar siswa tidak merasa tertekan atau cepat bosan. Harapannya, setiap siswa dapat segera mengejar ketertinggalan mereka dengan baik dan tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri.
Proses belajar mengajar dalam les tambahan ini dirancang dengan pendekatan yang sangat humanis dan menyenangkan bagi anak. Ibu Amar sering menggunakan media gambar menarik dan permainan angka sederhana untuk mempermudah pemahaman para siswanya. Beliau dengan penuh kesabaran menuntun setiap anak mengeja huruf demi huruf hingga mereka mampu merangkai kalimat. Siswa yang tadinya tampak murung karena kesulitan belajar kini mulai menunjukkan binar semangat di mata mereka masing-masing. Kesabaran sang guru menjadi kunci utama dalam membangun kembali mentalitas positif para siswa yang sedang berjuang tersebut.
Kegiatan sukarela ini dilakukan oleh Ibu Amar Harahap tanpa mengharapkan imbalan materi sedikit pun dari orang tua. Beliau meyakini bahwa keberhasilan seorang guru sejati diukur dari keberhasilan siswanya dalam memahami ilmu yang diajarkan. Waktu istirahat yang seharusnya digunakan untuk bersantai justru diwakafkan untuk membimbing anak-anak bangsa dengan penuh kasih. Dedikasi seperti ini menunjukkan bahwa profesi guru bukan sekadar pekerjaan formal, melainkan sebuah jalan pengabdian suci. Sosok Ibu Amar kini menjadi teladan yang sangat inspiratif bagi rekan sejawatnya di lingkungan kerja MIN 9 Langkat.
Dukungan penuh datang dari pihak madrasah yang mengapresiasi tinggi inisiatif mandiri yang dilakukan oleh Ibu Amar tersebut. Pihak sekolah melihat adanya perubahan perilaku belajar yang signifikan pada siswa yang rutin mengikuti kelas tambahan sore. Kerjasama yang baik antara guru dan institusi pendidikan ini menciptakan ekosistem belajar yang sangat suportif bagi perkembangan anak. Fasilitas sekolah pun dibuka seluas-luasnya untuk mendukung kelancaran kegiatan bimbingan belajar di sore hari yang produktif ini. Komitmen bersama ini diharapkan mampu meningkatkan standar mutu lulusan madrasah secara berkelanjutan di masa yang akan datang.
Para orang tua siswa menyambut program ini dengan penuh rasa syukur dan ucapan terima kasih yang mendalam. Banyak wali murid yang merasa terbantu karena mereka memiliki keterbatasan waktu dalam mendampingi anak belajar di rumah. Mereka merasa sangat tenang menyerahkan anak-anak mereka kepada sosok guru yang sangat memperhatikan perkembangan setiap individu. Kehadiran les tambahan ini dianggap sebagai solusi tepat atas kendala belajar yang selama ini dikhawatirkan oleh orang tua. Hubungan emosional antara pihak orang tua dan sekolah pun menjadi semakin harmonis berkat adanya program bimbingan ini.
Perkembangan yang ditunjukkan oleh para siswa setelah mengikuti les tambahan ini sungguh sangat menggembirakan bagi semua pihak. Siswa yang awalnya terbata-bata dalam mengenal abjad kini mulai bisa membaca buku cerita pendek dengan cukup lancar. Kemampuan mereka dalam operasi hitung sederhana seperti penjumlahan juga meningkat secara drastis dibandingkan dengan waktu sebelumnya. Keberhasilan ini tidak hanya berdampak pada nilai akademis, tetapi juga pada keberanian mereka saat tampil di depan kelas. Setiap kemajuan kecil yang dicapai oleh siswa selalu diberikan apresiasi oleh Ibu Amar untuk memicu motivasi.
Melalui program ini, MIN 9 Langkat membuktikan bahwa pendidikan yang berkualitas selalu dimulai dari sebuah kepedulian mendalam. Tantangan literasi di tingkat dasar harus dihadapi dengan kreativitas dan kesabaran ekstra dari seorang tenaga pendidik profesional. Ibu Amar Harahap telah membuktikan bahwa keterbatasan jam sekolah bukan menjadi penghalang untuk terus mentransfer ilmu bermanfaat. Beliau menanamkan nilai bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk bisa mahir membaca dan juga menghitung. Semangat ini diharapkan terus terjaga demi mencetak generasi emas yang cerdas, berilmu, dan juga berakhlak mulia.
Kisah inspiratif dari MIN 9 Langkat ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan di Kabupaten Langkat. Keikhlasan seorang guru seperti Ibu Amar Harahap adalah aset berharga yang harus selalu didukung oleh seluruh lapisan masyarakat. Dengan adanya bimbingan yang tepat, tidak akan ada lagi anak yang merasa tertinggal di dalam ruang kelas. Pendidikan adalah tanggung jawab bersama yang memerlukan aksi nyata serta pengorbanan waktu seperti yang dilakukan hari ini. Semoga langkah ini menjadi amal jariah dan membawa keberkahan bagi kemajuan pendidikan madrasah di seluruh Indonesia. (Fr)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer










































































