Yogyakarta — Sejumlah murid MAN 1 Yogyakarta tengah mempersiapkan diri mengikuti Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2026 yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas). Para murid baru saja menyelesaikan unggah proposal penelitian sebagai tahapan memasuki proses riset lebih lanjut.
Proposal penelitian tersebut telah dikirimkan pada 7 Maret 2026. Melalui tahapan ini, tim-tim peneliti muda dari MAN 1 Yogyakarta berharap dapat lolos seleksi dan melanjutkan ke tahap penelitian yang menjadi bagian utama dalam kompetisi OPSI.
Secara keseluruhan, terdapat 18 tim dari MAN 1 Yogyakarta yang terdaftar mengikuti OPSI tahun ini. Tim-tim tersebut terbagi dalam tiga bidang lomba, yakni Matematika, Sains, dan Teknologi (MST), Ilmu Sosial Humaniora (ISH), serta Fisika Terapan dan Rekayasa (FTR). Beragam topik penelitian tengah digarap oleh para murid sebagai wujud pengembangan budaya riset di lingkungan madrasah.
Proses persiapan dilakukan melalui dua pendekatan, yakni secara mandiri dan kolektif. Secara mandiri, para murid melakukan diskusi intensif dengan guru pembimbing maupun tentor masing-masing guna mematangkan ide penelitian, metodologi, serta penyusunan proposal ilmiah. Pendampingan ini menjadi bagian penting dalam memastikan penelitian yang diajukan memiliki landasan ilmiah yang kuat.
Sementara itu, secara kolektif madrasah memberikan dukungan melalui kegiatan pelatihan riset dan penulisan esai yang dikenal dengan program Perisai (Pelatihan Riset dan Esai). Program ini diselenggarakan oleh organisasi KIR Liba dengan total sekitar enam kali pertemuan.

Menariknya, pelatihan tersebut menghadirkan pemateri dari kalangan alumni yang telah berpengalaman di ajang OPSI. Dua alumni MAN 1 Yogyakarta yang pernah meraih medali perak pada OPSI 2024, yakni Nur Rohmad dan Zafaroni Fikri Al Fatta, turut berbagi pengalaman sekaligus memberikan pendampingan kepada para peserta.
Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., mengapresiasi semangat para murid yang terus mengembangkan budaya riset di lingkungan madrasah. Menurutnya, kegiatan penelitian seperti ini menjadi bagian penting dalam membentuk kemampuan berpikir kritis sekaligus melatih kemandirian intelektual para murid.
“Kami sangat mendukung partisipasi murid dalam ajang OPSI karena kegiatan ini melatih mereka untuk berpikir ilmiah, kreatif, dan solutif terhadap berbagai persoalan di masyarakat. Semoga proposal yang telah diajukan dapat lolos seleksi sehingga mereka bisa melanjutkan ke tahap penelitian dan meraih prestasi terbaik,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterlibatan alumni dalam proses pembinaan menjadi nilai tambah yang memperkuat ekosistem riset di madrasah. Kolaborasi lintas generasi tersebut diharapkan dapat memotivasi murid untuk terus berinovasi serta menorehkan prestasi di tingkat nasional.
Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, MAN 1 Yogyakarta berharap tim-tim peneliti mudanya dapat melangkah ke tahap berikutnya dalam OPSI 2026 sekaligus membawa semangat penelitian sebagai bagian dari tradisi akademik di madrasah. (dee)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer










































































