Sleman — MAN 1 Yogyakarta terus mematangkan persiapan 42 peserta yang akan berlaga pada Olimpiade Sains Nasional Tingkat Kota (OSNK) Yogyakarta melalui program karantina intensif yang berlangsung di Wisma Wijaya 2, Kaliurang, Sleman, pada 12–14 Juni 2026. Tidak hanya memperkuat penguasaan materi, karantina ini juga dirancang untuk membangun mental juara, kepercayaan diri, dan daya juang para peserta menjelang kompetisi yang akan berlangsung pada 18–19 Juni 2026.
Memasuki malam pertama karantina, Jumat (12/6/2026), para peserta mengikuti sesi motivasi yang disampaikan oleh Nur Wahyudin Al Azis, S.Pd., M.Pd. Dalam suasana yang hangat namun penuh semangat, Aziz mengajak peserta untuk melihat keberhasilan bukan semata-mata sebagai hasil akhir, melainkan buah dari proses panjang yang dijalani dengan sungguh-sungguh.
Menurutnya, banyak murid memiliki kemampuan akademik yang baik, tetapi tidak semuanya mampu tampil maksimal saat kompetisi. Faktor yang sering membedakan adalah kesiapan mental dan keyakinan terhadap diri sendiri.
“Orang yang sukses bukan hanya yang pintar, tetapi yang memiliki niat kuat, fokus pada tujuan, dan mengetahui cara yang tepat untuk mencapainya,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Aziz membagikan tiga kunci utama menuju keberhasilan. Pertama, menentukan niat yang benar sebagai landasan perjuangan. Kedua, menjaga fokus agar energi dan pikiran tidak terpecah pada hal-hal yang tidak penting. Ketiga, mengetahui caranya, yaitu memahami strategi dan langkah yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan.
Ia juga mengingatkan peserta agar senantiasa menumbuhkan optimisme dalam setiap ikhtiar. Untuk memperkuat pesan tersebut, Aziz mengutip hadis qudsi yang berbunyi, “Aku berada dalam sangkaan hamba-Ku tentang Aku.”
Menurutnya, keyakinan dan prasangka baik kepada Allah merupakan sumber kekuatan yang mampu menjaga semangat seseorang ketika menghadapi tantangan, termasuk dalam kompetisi akademik yang penuh tekanan.

Lebih jauh, Aziz menekankan pentingnya memiliki mental juara. Baginya, mental juara bukan sekadar keinginan untuk meraih medali atau menjadi yang terbaik, melainkan keberanian untuk terus belajar, berjuang, dan bangkit ketika menghadapi kesulitan.
Kepala MAN 1 Yogyakarta Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd. mengatakan bahwa karantina merupakan bagian dari strategi madrasah dalam menyiapkan peserta OSN secara lebih terarah dan intensif. Menurutnya, pembinaan tidak hanya difokuskan pada penguatan akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan mental bertanding.
“Tujuan karantina ini adalah mempersiapkan kader-kader peserta OSN yang siap menghadapi tantangan, memiliki rasa percaya diri yang tinggi, bermental juara, dan semangat untuk memberikan hasil terbaik. Tetap semangat dan jangan lupa memohon doa restu orang tua,” tutur Edi.
Selama tiga hari karantina, para peserta mendapatkan pembimbingan intensif dari pelatih berpengalaman sesuai bidang olimpiade masing-masing. Selain itu, mereka juga mengikuti berbagai kegiatan penunjang seperti motivasi, diskusi bersama alumni MAN 1 Yogyakarta yang pernah meraih prestasi OSN, olahraga, serta pembinaan ibadah. (dee)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































