Masjid sebagai lembaga keagamaan memiliki posisi penting dalam membangun peradaban umat. Fungsinya tidak sebatas sebagai tempat beribadah, tetapi juga mencakup peran dalam pembinaan sosial, pengembangan pendidikan, serta penguatan dakwah. Di tengah dinamika masyarakat modern, keberadaan masjid semakin dibutuhkan sebagai ruang pembinaan yang inklusif dan responsif terhadap berbagai tantangan. Hal ini kembali ditegaskan dalam silaturahmi antara HMI Cabang Kabupaten Bandung dengan pengurus DKM Masjid Raya Al-Jabbar, yang turut dihadiri oleh Dr. K.H. Tata Sukayat, M.Ag selaku ketua DKM Masjid Raya Al-Jabbar.
Dari sudut pandang HMI, masjid dipandang memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar tempat ibadah. Masjid diharapkan mampu menjadi pusat penguatan dakwah, pengembangan pendidikan, sekaligus pemberdayaan kesejahteraan umat. Konsep ini menegaskan peran masjid sebagai wadah pembinaan masyarakat yang terbuka, maju, dan mampu memberikan solusi atas berbagai persoalan sosial.
Dalam aspek dakwah, masjid diharapkan mampu menjadi motor penggerak syiar islam yang adaptif sesuai dengan perkembangan zaman. Program seperti magrib mengaji bagi anak-anak dan remaja menjadi salah satu fokus utama dengan upaya membangun regenerasi qur’ani sejak dini serta memperkuat nilai-nilai keislaman ditengan modernitas.
Di bidang pendidikan, masjid diposisikan sebagai ruang pembelajaran yang inklusif dan terbuka untuk semua kalangan. Tidak hanya pendidikan agama, tetapi juga penguatan literasi, pengembangan kapasitas dan intelektual para pemuda, hingga pelatihan manajemen masjid bagi pengurus masjid di regional Jawa Barat.
Sementara itu, optimalisasi peran UPZ (Unit Pengumpul Zakat) Masjid Al-Jabbar menjadi salah satu langkah strategis dalam aspek kesejahteraan sosial. Pengelola zakat yang professional dan transparan diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam membantu masyarakat yang membutuhkan serta mendorong kemajuan ekonomi umat.
Menanggapi gagasan dari HMI Cakaba, ketua DKM Al-Jabbar menyampaikan apresiasi serta dukungan penuh. Dr. K.H. Tata Sukayat, M.Ag menilai bahwa konsep Masjid Civil Society tersebur sejalan dengan visi Masjid Al-Jabbar sebagai pusat pembinaan umat yang tidak hanya berorientasi pada ibadah ritual, melainkan juga kepada kesejahteraan dan pemberdayaan sosial.
Kolaborasi antara HMI Cabang Kabupaten Bandung dan DKM Masjid Raya Al-Jabbar ini menjadi Langkah kongkret dalam mewujudkan masjid sebagai pusat peradaban umat. Dengan sinergi yang kuat, masjid diharapkan bukan hanya menjadi tempat ibadah, melainkan juga sebagi pusat solusi, inspirasi, dan penggerak kemaslahatan masyarakat secara berkelanjutan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer









































































