Medan, 26 April 2026 – Komunitas Gerakan Muda Medan Hebat (GAMMAT) menggelar kegiatan Forum Group Discussion (FGD) dengan tema “Anak Muda dan Politik: Peduli atau Muak” yang berlangsung pada siang hari ini di Sekretariat GAMMAT / Rumah Aspirasi Agus Setiawan.
Kegiatan ini menghadirkan Anggota DPRD Kota Medan Komisi III sekaligus Pembina GAMMAT, Bapak Agus Setiawan S.S.,M.H, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, Pak Agus menyoroti fenomena meningkatnya kejenuhan dan skeptisisme generasi muda terhadap dunia politik.
“Rasa muak terhadap politik itu hal yang wajar, apalagi ketika yang terlihat adalah konflik dan kepentingan semata. Namun, kalau anak muda memilih menjauh, maka ruang politik akan diisi oleh mereka yang mungkin tidak membawa perubahan,” ujar Pak Agus.
Ia menegaskan bahwa keterlibatan generasi muda justru menjadi kunci dalam mendorong arah politik yang lebih sehat dan berintegritas. Menurutnya, politik tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari, sehingga penting bagi anak muda untuk memiliki kesadaran dan keberanian dalam berpartisipasi.
“Kalau kita ingin politik berubah, maka anak mudanya tidak boleh apatis. Harus ada keberanian untuk masuk, mengawal, bahkan mengkritisi secara konstruktif,” tambahnya.
FGD ini dihadiri oleh beragam peserta, mulai dari kalangan pelajar, mahasiswa, hingga perwakilan LSM, termasuk dari badan narkoba. Kehadiran lintas elemen ini memperkaya sudut pandang diskusi sekaligus menunjukkan bahwa isu politik menjadi perhatian bersama berbagai kalangan.
Seluruh rangkaian acara dipandu secara profesional oleh moderator yang juga merupakan tokoh pemuda Kota Medan, Dede Aditya. Dengan gaya komunikasi yang komunikatif dan tegas, ia mampu mengarahkan jalannya diskusi sehingga tetap fokus, dinamis, dan substansial, sekaligus memberi ruang yang seimbang bagi setiap peserta untuk menyampaikan pandangan.

Diskusi berlangsung interaktif dan penuh dinamika. Pada sesi tanya jawab, para peserta tampak antusias menyampaikan pertanyaan, kritik, dan pandangan secara serius, menciptakan suasana dialog yang hidup dan berkesan. Tidak hanya itu, suasana semakin cair dengan adanya sesi kuis yang diselenggarakan oleh panitia, di mana peserta yang aktif berkesempatan mendapatkan souvenir dari pengurus GAMMAT yang diserahkan langsung oleh Bapak Agus Setiawan.
Forum ini menjadi ruang refleksi bersama bahwa dikotomi “peduli atau muak” bukanlah pilihan akhir, melainkan awal dari kesadaran baru untuk menentukan sikap terhadap realitas politik yang ada.
Di akhir kegiatan, Ketua GAMMAT, Eben Matondang, menekankan pentingnya konsolidasi dan keterlibatan nyata generasi muda dalam membangun perubahan.
“Anak muda tidak cukup hanya mengkritik dari luar. Kita butuh ruang bersama untuk belajar, bergerak, dan berkontribusi. GAMMAT hadir sebagai wadah itu,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh pemuda, khususnya di Kota Medan, untuk tidak ragu mengambil bagian dalam gerakan kolektif yang berorientasi pada kemajuan.
“Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi anak muda yang ingin terlibat. Ini saatnya kita tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut menjadi bagian dari perubahan. Mari bergabung dan bergerak bersama GAMMAT,” tutupnya.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer

























































