Organisasi Alumni Ikatan Senat Mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Nasional Alumni Ikatan Senat Mahasiswa Seluruh Indonesia (PENA ISMSI) mengingatkan para lembaga negara, khususnya para pembantu presiden agar lebih teliti dan berhati-hati dalam membangun komunikasi di ruang publik, Hal ini penting guna menjaga citra positif Presiden Prabowo Subianto dan pemerintahan yang dipimpinnya.
Ketua Umum Pengurus Pusat PENA ISMSI, Fuad B mengatakan bahwa citra positif perlu di jaga bukan hanya oleh Presiden selaku Pimpinan pemerintahan, melainkan seluruh anggota kabinet sebab Cerminan dari Kepemimpinan Presiden ada di anggota kabinet
“Publik tidak pernah melihat pemerintah dari sisi personifikasi individu, melainkan dilihat secara umum, Anggota kabinet adalah representasi Pemerintahan dan pemerintah di pimpin oleh Presiden, sehingga Marwah Pemerintah melekat pada seluruh anggota kabinet, olehnya itu perlu kehati-hatian dalam membangun komunikasi diruang publik sebab jika ada kesan negatif maka bukan saja anggota kabinet yang kena , tapi Citra presiden selaku pimpinan pemerintahan yang dipertaruhkan” ujar Fuad di Jakarta, Senin (27/4/2026).
Menurut Fuad setiap pernyataan yang dikeluarkan oleh pejabat negara memiliki dampak secara langsung yang bisa melahirkan persepsi publik terhadap Pemerintah secara umum dalam hal ini Presiden, sehingga ruang publik diingatkan lagi agar anggota kabinet bisa terlebih dahulu menyiapkan konsep komunikasi yang lebih terukur, mudah dipahami masyarakat dan tentunya tidak menimbulkan efek negatif di masyarakat.
“Setiap pernyataan yang keluar dari mulut para anggota kabinet memiliki dampak secara langsung, disitulah wibawa serta citra Presiden selaku pimpinan pemerintahan di pertaruhkan, sehingga sebelum menyampaikan hal hal di publik maka harus di jaga etika serta bahasa bahasa yang tidak menyinggung perasaan publik karena sedikit saja kesalahan maka akan membentuk citra negatif di kalangan publik” katanya.
Fuad menyatakan bahwa kepercayaan publik terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo terus meningkat seiring beberapa program unggulan yang dijalankan oleh Pemerintah dan dirasakan langsung oleh masyarakat, namun semuanya bisa lain cerita jika terjadi blunder diruang publik
“Di era saat ini ruang digital kerap dijadikan sebagai sarana untuk membentuk citra dan simpati publik , jika terjadi blunder sedikit saja dalam setiap komunikasi diruang publik maka dampaknya sangat besar bahkan menyasar sebagian besar populasi penduduk yang tiap saat mengakses media sosial melalui gadgetnya sendiri, inilah yang harus menjadi atensi tersendiri agar variabel ini tak bisa dipandang sebelah mata” tutupnya
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer



























































