Serang, 8 Mei 2026 – Viralnya aksi Pandawara dalam membersihkan tumpukan sampah di berbagai daerah mendapat perhatian luas dari masyarakat. Kegiatan tersebut dinilai menjadi pengingat bahwa persoalan sampah masih menjadi tantangan serius yang perlu ditangani secara bersama, terutama oleh Pemerintah Daerah sebagai pihak yang memiliki wewenang dalam pengelolaan lingkungan.
Konten kegiatan bersih-bersih yang dilakukan oleh 5 pemuda tersebut mendapatkan banyak dukungan dari masyarakat karena dianggap mampu membuka mata publik bahwa masalah sampah belum cukup ditangani secara maksimal. Melihat kondisi tersebut, pemerintah daerah didorong untuk mengoptimalkan penggunaan dana pajak daerah guna meningkatkan sistem pengelolaan sampah.
Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), pada tahun 2025 timbulan sampah dari 278 kabupaten/kota mencapai 29,1 juta ton pertahun. Namun, sampah yang berhasil terkelola baru sekitar 32,9%, sedangkan angka 67,1% lainnya masih belum terkelola dengan baik. Angka tersebut menunjukan bahwa persoalan sampah menjadi pekerjaan besar bagi pemerintah.
Sementara itu, ANTARA News melaporkan Kementrian Lingkungan Hidup menyebut alokasi anggaran pengelolaan sampah idealnya mencapai 3% dari APBD. Kenyataannya, rata-rata anggaran yang dialokasikan sejumlah daerah masih jauh di bawah angka tersebut, sehingga pelayanan persampahan belum optimal.
Aktivis lingkungan dari WALHI Jawa Barat, Siti Nuraini, menilai aksi Pandawara seharusnya menjadi alarm bagi pemda; “Pemda punya anggaran dari pajak daerah dan restribusi layanan kebersihan. Soal sampah ini bukan lagi soal kesadaran masyarakat, tapi soal tata k elola dan alokasi anggaran yang optimal. Jangan sampai masyarakat bayar pajak, tapi kerjaannya di ambil alih relawan” ujarnya saat dihubungi, Jumat (4/10/2026).

Melihat aksi tersebut, pemerintah daerah didorong untuk mengoptimalkan penerimaan pajak daerah agar dapat dialokasikan pada sektor kebersihan lingkungan. Dana tersebut bisa digunakan untuk menambah armada pengangkut sampah, membangun tempat pengolahan sampah terpadu, memperluas program bank sampah, hingga edukasi masyarakat mengenai pentingnya memilah sampah sejak dari rumah.
Selain itu, pengelolaan sampah yang baik juga dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat dan keindahan lingkungan. Penumpukan sampah yang dibiarkan berlarut-larut berpotensi menimbulkan banjir, pencemaran, serta penyebaran penyakit. Karena itu, penggunaan anggaran daerah secara tepat sasaran sangat dibutuhkan agar permasalahan sampah dapat diatasi secara maksimal.
Masyarakat juga memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan lingkungan. Permasalahan sampah tidak akan pernah selesai apabila masyarakat masih membuang sampah sembarangan dan kurang memiliki kesadaran untuk memilah sampah sejak dari rumah. Karena itu, edukasi mengenai pentingnya menjaga lingkungan perlu terus ditingkatkan agar tercipta kebiasaan hidup bersih di tengah masyarakat.
Aksi Pandawara tersebut membuktikan bahwa kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sangat besar. Namun, penyelesaian masalah sampah secara menyeluruh tetap membutuhkan kebijakan nyata dan dukungan anggaran dari pemerintah daerah agar tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Tetapi tidak bisa hanya bergantung pada komunitas tertentu saja. Dibutuhkan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat agar pengelolaan sampah berjalan efektif dan bersih serta sehat.
Source :
Btari Devina Ramadhani (Mahasiswa Administrasi Pajak)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer


































































