MALANG – Di tengah tantangan kemandirian ekonomi pemuda saat ini, Pengurus Rayon (PR) PMII “Kawah” Chondrodimuko mengambil langkah nyata dengan membekali para kadernya keterampilan praktis (hard skills). Melalui biro terkait, mereka sukses menggelar agenda Entrepreneur Workshop bertajuk Kreasi Manik-Manik: Mengasah Kreativitas dan Jiwa Wirausaha pada Minggu (07/06/2026).
Kegiatan produktif yang bertempat di Gedung B (103) Kampus 1 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ini menghadirkan alumni sekaligus praktisi usaha kreatif, Sahabati Aisyah Safira Hariyanto, S.S., yang merupakan owner dari jenama lokal Manis Menawa, sebagai pemateri utama.
Sinergi Kreativitas dan Kemandirian Ekonomi
Workshop ini dirancang bukan sekadar sebagai ruang berkumpul biasa, melainkan sebagai kawah penempaan potensi wirausaha bagi para kader, baik dari internal maupun eksternal organisasi. Di bawah bimbingan langsung Sahabati Aisyah Safira, para peserta diajak menyelami teknik dasar pembuatan kerajinan manik-manik, seperti merangkai gelang tangan estetik hingga membuat strap HP (gantungan ponsel) yang bernilai jual tinggi.
Kunci dari industri kreatif adalah konsistensi dalam menjaga keunikan produk dan kejelian melihat pasar, ungkap Sahabati Aisyah di sela-sela memandu sesi praktik. Menurutnya, kerajinan tangan berbasis manik-manik memiliki peluang pasar yang sangat luas di kalangan anak muda saat ini jika dikelola dengan manajemen pemasaran digital yang tepat.
Para peserta tampak sangat antusias mengikuti setiap tahapan pembuatan produk. Sebagian besar dari mereka mengaku tertantang karena kegiatan ini langsung memadukan antara penyampaian materi teoretis wirausaha dengan eksekusi pembuatan produk secara mandiri di tempat.
dari kiri (Ketua LSO Entrepreneur dan Pemateri)
Aktualisasi Nilai Amal Sholeh
Agenda ini mendapatkan respons yang sangat baik dari ekosistem kampus. Kehadiran peserta eksternal membuktikan bahwa program kerja yang diusung oleh PR PMII “Kawah” Chondrodimuko mampu menjangkau khalayak luas dan memberikan dampak kebermanfaatan yang nyata di luar lingkaran kader formal.
Bagi internal Rayon Chondrodimuko, kegiatan ini merupakan bentuk pengejawantahan dari trikhitah pergerakan, khususnya poin Amal Sholeh. Kemandirian ekonomi organisasi dan kader dinilai harus dimulai dari penumbuhan mentalitas produktif sejak dini di bangku perkuliahan. Melalui pelatihan berbasis luaran produk ini, kader tidak hanya diajak mahir dalam berwacana secara intelektual, tetapi juga cakap dalam menghasilkan karya konkret yang memiliki nilai kemanfaatan finansial.
Acara yang berlangsung dari pagi hingga siang hari ini berjalan dengan lancar dan ditutup dengan sesi foto bersama serta pameran karya gelang dan strap HP hasil kreasi mandiri para peserta workshop.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer










































































