Kabupaten Kepulauan Meranti — Perjalanan tiga pelajar asal SMK Putra Meranti Merbau ini tidak selalu berjalan mulus. Berasal dari keluarga sederhana dan mengaku kerap dipandang sebelah mata oleh sebagian masyarakat di lingkungan tempat tinggal mereka, ketiganya memilih fokus membuktikan kemampuan melalui karya.
Potret tiga orang pelajar yang sedang hangat dibicarakan
Mereka bersekolah di SMK Putra Meranti Merbau, sebuah sekolah yang tergolong baru berdiri dan membuka jurusan yang saat itu belum tersedia di Kabupaten Kepulauan Meranti. Keputusan tersebut, menurut penuturan mereka, sempat menjadi bahan keraguan karena banyak orang lebih memilih sekolah yang telah lama berdiri.
Namun, pilihan itu tidak menyurutkan semangat mereka.
Saat masih duduk di bangku kelas XI, ketiganya sempat memproduksi sebuah film independen. Film tersebut memperoleh perhatian dan ditonton banyak orang di media sosial. Di balik respons positif yang diterima, muncul pula komentar negatif serta kritik yang mereka nilai berlebihan. Untuk menghindari polemik, mereka akhirnya memutuskan menarik film tersebut dari seluruh platform media sosial.
Memasuki kelas XII dan menjalani masa Praktik Kerja Industri (Prakerin), tantangan kembali datang. Mereka mengaku masih menerima cibiran dan diremehkan oleh sejumlah pihak, termasuk karena berasal dari sekolah yang usianya masih relatif muda.
Alih-alih menyerah, mereka justru menjadikan pengalaman tersebut sebagai motivasi.
Di sela-sela kegiatan prakerin, muncul sebuah ide sederhana, yakni membangun usaha kreatif dengan modal yang minim. Gagasan tersebut disampaikan oleh Syamil Fatwa (17), yang telah menekuni dunia desain grafis selama kurang lebih empat tahun.
Dari ide itulah lahir yAmzsky.studio, sebuah studio kreatif yang namanya merupakan gabungan identitas ketiga pendirinya. Studio tersebut dibangun dengan tujuan sederhana, yakni menjadi wadah berkarya sekaligus membuktikan bahwa kemampuan tidak ditentukan oleh latar belakang maupun penilaian orang lain.
Tanpa promosi besar-besaran melalui media sosial, mereka memilih fokus mencari peluang melalui platform digital internasional. Menurut mereka, dari platform tersebut mereka mulai memperoleh berbagai klien dan bersaing dengan desainer dari berbagai negara.
Perjalanan itu kemudian menarik perhatian publik setelah pada 20 Juli 2026, akun yAmzsky.studio (non-official) mengunggah sebuah postingan bertajuk “Thanks for Client”. Unggahan tersebut memicu berbagai tanggapan dari masyarakat, terutama dari orang-orang yang sebelumnya meragukan kemampuan mereka.
Menariknya, saat unggahan tersebut dipublikasikan, ketiga pendiri yAmzsky.studio sedang menjalani masa Prakerin di luar daerah sehingga tidak mengetahui secara langsung respons masyarakat di kampung halaman.
Dalam wawancara bersama tim liputan, Founder yAmzsky.studio, Syamil Fatwa, menjelaskan alasan di balik unggahan tersebut.
«”Kami memang tidak pernah melakukan promosi besar-besaran di media sosial. Selama ini kami lebih memilih fokus bekerja dan membangun kepercayaan klien melalui platform internasional. Di sana kami bersaing dengan desainer dari berbagai negara. Unggahan itu sebenarnya bentuk rasa syukur sekaligus kejutan bagi orang-orang yang selama ini meragukan kami. Kami ingin menunjukkan bahwa kami bisa berkembang melalui karya, bukan melalui perdebatan,” ujar Syamil.»
Menurut Syamil, tujuan utama mereka bukan untuk membalas hinaan, melainkan membuktikan bahwa konsistensi, kerja keras, dan kemauan belajar dapat menghasilkan sesuatu yang bernilai.
Kini, yAmzsky.studio telah berjalan selama hampir enam bulan. Meski masih berstatus pelajar dan sedang menjalani Prakerin, ketiganya terus berupaya mengembangkan studio kreatif tersebut sembari menyelesaikan pendidikan.
Kisah mereka menjadi pengingat bahwa setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang. Bagi tiga pelajar ini, jawaban terbaik atas keraguan bukanlah kemarahan, melainkan karya yang mampu berbicara dengan sendirinya.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































