Surabaya – Di balik rutinitas mengajar dan berbagai tanggung jawab sebagai aparatur sipil negara (ASN), Mochammad Habib Saputra atau yang akrab disapa Pak Habib menunjukkan bahwa semangat belajar tidak berhenti setelah seseorang memasuki dunia kerja. Guru Informatika di SMAN 12 Surabaya ini menjadi contoh bagaimana dedikasi terhadap pendidikan dapat berjalan seiring dengan komitmen untuk terus mengembangkan diri.
Setiap hari Senin hingga Jumat, Pak Habib menjalankan tugasnya sebagai Guru Informatika sekaligus staf kesiswaan di SMAN 12 Surabaya. Aktivitasnya tidak hanya berfokus pada proses pembelajaran di kelas, tetapi juga mendampingi berbagai kegiatan peserta didik, mengelola administrasi kesiswaan, serta berkontribusi dalam menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif dan mendukung perkembangan siswa.
Kesibukan tersebut ternyata bukan satu-satunya tanggung jawab yang diembannya. Pada hari Sabtu, ia masih melanjutkan aktivitas profesionalnya dengan bekerja di CV Remaja Satu. Jadwal yang padat tidak membuatnya berhenti untuk meningkatkan kompetensi akademik. Di tengah kesibukan sebagai guru dan pekerja profesional, Pak Habib tetap berkomitmen melanjutkan pendidikan ke jenjang Magister (S2).
Perjalanan akademiknya telah menunjukkan konsistensi sejak masa kuliah sarjana. Saat menempuh pendidikan S1, Pak Habib berhasil memperoleh beasiswa penuh yang menanggung seluruh biaya perkuliahan. Berkat capaian tersebut, ia dapat menyelesaikan pendidikan tanpa harus membebani orang tua dengan biaya kuliah.
Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, Pak Habib melanjutkan pengembangan kompetensi profesionalnya melalui Program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Program tersebut berhasil diselesaikannya dengan baik sebagai bagian dari persiapan menjadi pendidik profesional yang mampu menjawab tuntutan dunia pendidikan yang terus berkembang. Tidak lama setelah dinyatakan lulus PPG, ia mengambil langkah berikutnya dengan mendaftarkan diri ke program Magister (S2). Keputusan tersebut menunjukkan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas diri, baik sebagai guru maupun sebagai insan pembelajar.
“Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Kesempatan mendapatkan beasiswa saat S1 dan pengalaman menyelesaikan PPG menjadi motivasi bagi saya untuk terus belajar serta mengembangkan kemampuan yang dimiliki,” ungkapnya.
Keputusan melanjutkan studi S2 bukanlah hal yang mudah. Mengatur waktu antara pekerjaan, perkuliahan, penelitian, serta kehidupan pribadi menjadi tantangan tersendiri. Banyak malam yang harus digunakan untuk menyelesaikan tugas akademik setelah seharian bekerja di sekolah. Waktu luang yang terbatas sering kali dimanfaatkan untuk membaca literatur, menyusun tugas perkuliahan, dan menyelesaikan berbagai kewajiban akademik lainnya.
Meski demikian, Pak Habib meyakini bahwa tantangan tersebut merupakan bagian dari proses pengembangan diri. Baginya, seorang pendidik harus terus belajar agar mampu memberikan pembelajaran yang relevan dan sesuai dengan perkembangan zaman, khususnya di bidang teknologi dan informatika yang mengalami perubahan sangat cepat.
Rekan-rekan di lingkungan sekolah mengenalnya sebagai sosok yang disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki komitmen tinggi terhadap tugas. Semangat yang ditunjukkan dalam menjalani berbagai peran sekaligus menjadi inspirasi bagi banyak peserta didik untuk tidak mudah menyerah dalam mengejar cita-cita.
Perjalanan Mochammad Habib Saputra membuktikan bahwa keterbatasan waktu bukanlah penghalang untuk meraih pendidikan yang lebih tinggi. Dari penerima beasiswa penuh saat kuliah sarjana, menyelesaikan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG), hingga melanjutkan studi magister sambil menjalankan berbagai tanggung jawab pekerjaan, seluruh proses tersebut menunjukkan dedikasi yang kuat terhadap dunia pendidikan.
Kisah Pak Habib menjadi pengingat bahwa belajar bukan sekadar fase kehidupan, melainkan perjalanan yang berlangsung sepanjang hayat. Di tengah kesibukan mengajar, mengelola kegiatan kesiswaan, bekerja di sektor profesional, serta menempuh pendidikan magister, ia terus menunjukkan bahwa semangat belajar dan pengabdian dapat berjalan beriringan untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan generasi muda Indonesia.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer










































































