PANDEGLANG – Upaya pencegahan penyakit tuberkulosis (TB) terus menjadi perhatian berbagai pihak mengingat tingginya angka kasus penyakit menular tersebut di Indonesia. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui kegiatan edukasi mengenai pentingnya kondisi fisik rumah yang sehat serta penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini dilaksanakan di Kelurahan Kadumerak, Kecamatan Karangtanjung, wilayah kerja Puskesmas Pagadungan, Kabupaten Pandeglang, sebagai bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang digagas oleh Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Faletehan.
Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang umumnya menyerang paru-paru. Penyakit ini masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama di dunia dan menempati posisi kedua sebagai penyakit menular paling mematikan setelah HIV/AIDS. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa upaya pencegahan dan edukasi kepada masyarakat masih sangat diperlukan.
Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa pada tahun 2023 terdapat sekitar 10,8 juta kasus tuberkulosis di seluruh dunia. Indonesia menjadi negara dengan jumlah kasus terbesar kedua setelah India. Tingginya angka kejadian tersebut menjadikan tuberkulosis sebagai tantangan serius bagi sektor kesehatan nasional, terutama di daerah dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi dan kondisi lingkungan yang kurang mendukung.
Di Provinsi Banten, Kabupaten Pandeglang tercatat sebagai wilayah dengan jumlah kasus tuberkulosis tertinggi. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Banten tahun 2025, Kabupaten Pandeglang mencatat sebanyak 6.027 kasus TB, menjadikannya daerah dengan beban kasus terbesar di provinsi tersebut. Kondisi ini menjadi salah satu alasan penting dilaksanakannya kegiatan edukasi kesehatan kepada masyarakat setempat.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kondisi fisik rumah yang sehat serta menerapkan PHBS sebagai langkah pencegahan penyebaran tuberkulosis. Lingkungan rumah yang sehat dinilai memiliki peran penting dalam menekan risiko penularan bakteri penyebab TB.
Dalam pelaksanaannya, tim pengabdian memberikan edukasi mengenai berbagai langkah pencegahan tuberkulosis, seperti membiasakan mencuci tangan menggunakan sabun, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, berolahraga secara rutin, menjaga sirkulasi udara di dalam rumah, serta memastikan rumah mendapatkan paparan sinar matahari yang cukup setiap hari.

Selain itu, masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya membuka pintu dan jendela rumah pada pagi hari untuk menjaga kualitas udara di dalam rumah. Kebiasaan sederhana tersebut diyakini dapat membantu mengurangi risiko berkembangnya bakteri tuberkulosis di lingkungan tempat tinggal.
Materi edukasi juga mencakup penggunaan masker saat berinteraksi dengan individu yang menunjukkan gejala tuberkulosis serta penerapan etika batuk yang benar. Langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pencegahan penularan penyakit yang dapat dilakukan secara mandiri oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan berlangsung pada Jumat, 19 Juni 2026 dan diikuti oleh 20 perwakilan masyarakat Kelurahan Kadumerak. Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung, terutama saat sesi penyampaian materi dan diskusi yang dilakukan oleh tim pelaksana. Metode edukasi yang digunakan meliputi komunikasi verbal, nonverbal, serta pemanfaatan media flyer sebagai sarana penyampaian informasi kesehatan.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tiga tahapan, yakni tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap awal, tim melakukan koordinasi dengan ketua RT setempat serta pendataan peserta. Selanjutnya, materi edukasi disampaikan secara langsung kepada masyarakat. Sementara pada tahap evaluasi, tim melakukan pengukuran tingkat pemahaman peserta melalui pretest dan posttest.
Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat setelah mengikuti kegiatan edukasi. Peserta dinilai lebih memahami hubungan antara kondisi fisik rumah, perilaku hidup bersih dan sehat, serta risiko penularan tuberkulosis. Peningkatan tersebut terlihat dari hasil perbandingan nilai sebelum dan sesudah kegiatan berlangsung.
Tim pelaksana menilai bahwa keberhasilan kegiatan tidak hanya diukur dari peningkatan pengetahuan peserta, tetapi juga dari tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup sehat secara konsisten. Kesadaran tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan bebas dari risiko penularan penyakit menular.
Melalui kegiatan ini, masyarakat Kelurahan Kadumerak diharapkan mampu menerapkan berbagai praktik PHBS dan menjaga kondisi rumah tetap sehat sebagai bentuk perlindungan terhadap diri sendiri maupun keluarga. Edukasi yang berkelanjutan menjadi salah satu kunci penting dalam menekan angka kasus tuberkulosis sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di Kabupaten Pandeglang.
Oleh: Rd. Nuri Fatra, Prihayati, Martia Ikhlasiah, Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Faletehan, Banten, Indonesia
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































