Disudut sunyi ruang perpustakaan kampus, ada seseorang yang sedang duduk dengan hijab yang jatuh lembut, yang sedang sibuk dengan dunianya sendiri. Dia membuka laptopnya hanya layar putih yang terpancar dari wajahnya, sambil ia memikirkan beberapa pertanyaan yang terlintas dibenaknya, lalu jemarinya mencari tahu tentang suatu hal “Apa itu AI?”, sebuah kalimat sederhana yang ternyata bukan sekedar rasa ingin tahu, melainkan awal dari sebuah perjalanan panjang yang akan dimulai, perjalan tentang pencarian jati diri dan masa depan.
Seseorang tersebut tak lain adalah Syafiatul Aliyah Adha yang kerap disapa dengan panggilan Fia, Mahasiswi Program Studi Ilmu Perpustakaan UINSU. Fia tak pernah menyangka jika rasa penasarannya dengan Artifical Inteligence / AI akan membawanya melangkah lebih jauh hingga menjadi Google Student Ambassador. Ketertarikan Fia terhadap AI tumbuh seiring dengan keinginanya untuk memahami perkembangan terknologi yang semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari. Ia melihat AI bukan sekedar tren, tetapi sebagai sebuah alat yang dapat membantu dirinya menyelesaikan berbagai persoalan, khususnya dibidang akademik.
Keputusan untuk bergabung sebagai Google Student Ambassador pun dimulai dengan keinginan kuat untuk belajar, sekaligus mengembangkan diri melalui berbagai kegiatan volunteer dam ambassador yang menuntut kemampuan kepemimpinan serta komunikasinya. Sebagai Google Student Ambassador, Fia merasa memiliki peran yang penting untuk memperkenalkan AI kepada temantemannya, yang dulunya Ia merasa kurang paham dengan AI ataupun fitur Google/Gemini, tetapi sekarang Ia mampu untuk mengedukasikan kepada temantemannya tentang AI Gemini/ Google buat mengatasi problem solving mereka.
Namun, perjalanan itu tak selalu berjalan dengan mulus. Fia mengakui bahwa dirinya dulu adalah sosok yang pemalu dan kurang percaya diri. Semenjak Ia masuk kuliah ia bertekad kepada dirinya sendiri untuk berani keluar dari zona nyaman dan berani untuk menguji kemampuan diri Ia sendiri dilingkungan yang kompetitif. Selain mencoba menjadi Google Student Ambassador, ternyata Fia mencoba mencari peluang yang lain, yaitu dengan melihat Class of Champions Season 3 sebagai kesempatan untuk Ia dapat belajar, memperluas wawasan, dan bertemu banyak mahasiswa inspiratif dari berbagai daerah.
Di akhir ceritanya, Fia menyadari bahwa setiap langkah kecil yang diambil hari ini akan menetukan masa depan. Ia pun berpesan kepada mahasiswa UINSU agar tidak takut untuk mencoba hal baru, meskiupun hasilnya belum tentu sesuai harapan. “The future depends on what you do today,” ujarnya. Bagi Fia, memanfaatkan setiap kesempatan untuk belajar, berkembang, dan menambah pengalaman, itu adalah sebuah proses yang akan membawa kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi dan dari sanalah pintu-pimtu kesempatan akan terbuka,sebagaimana pertanyaan sederhana tentang AI yang dulu hanya ia ketik, kini telah mengubah arah hidupnya.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer

































![Blok M Jadi Surga Nongkrong Gen Z di Jakarta Selatan 33 Kepadatan pengunjung kawasan Blok M
[Sumber Foto : Dokumentasi Pribadi]](https://siaran-berita.com/wp-content/uploads/2026/06/1000862511-360x180.jpg)









































