YOGYAKARTA – Lingkungan merupakan tanggung jawab yang harus dijaga oleh manusia di bumi. Dalam ajaran Islam, menjaga kelestarian alam termasuk bagian dari ibadah dan bentuk tanggung jawab terhadap ciptaan Allah SWT. Salah satu permasalahan lingkungan yang saat ini banyak terjadi di wilayah pesisir adalah berkurangnya vegetasi pelindung pantai yang mengakibatkan meningkatnya risiko abrasi, kerusakan ekosistem, serta menurunnya kualitas habitat bagi berbagai organisme pesisir.
Pantai Baros yang terletak di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, merupakan kawasan pesisir yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Akan tetapi, berbagai tantangan lingkungan seperti abrasi pantai dan berkurangnya vegetasi mangrove menjadi perhatian yang perlu segera ditangani. Oleh karena itu, diperlukan langkah nyata untuk mendukung pelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga ekosistem pesisir.
Melalui Project Fikih Hijau dalam mata kuliah Al-Islam dan Kemuhammadiyahan yang diampu oleh bapak Dr. M. Nurdin Zuhdi, M.S.I. dan didukung oleh LPPI Unisa Yogyakarta , kami mahasiswa Universitas Aisyiyah Yogyakarta berkesempatan untuk menerapkan nilai-nilai Islam yang berorientasi pada kepedulian lingkungan. Kegiatan yang dilaksanakan yaitu penanaman pohon mangrove di kawasan Pantai Baros sebanyak 1500 pohon, sebagai upaya konservasi lingkungan dan pencegahan kerusakan pesisir.
Sebagai solusi atas permasalahan lingkungan yang ada, kami mahasiswa unisa melaksanakan kegiatan penanaman mangrove di kawasan Pantai Baros, Bantul, Yogyakarta. Kegiatan ini dilakukan secara berkelompok dan setiap kelompok terdiri dari 12 mahasiswa. Setiap mahasiswa menanam 3 bibit mangrove, sehingga total mangrove yang berhasil ditanam oleh satu kelompok sebanyak 36 pohon mangrove.
Kegiatan diawali dengan pengarahan mengenai fungsi dan manfaat mangrove bagi lingkungan pesisir, serta teknis penanaman pohon magrove. Selanjutnya, kami mahasiswa diarahkan untuk mengambil bibit sebanyak 3 bibit dan 1 bambu. Setelah itu, kami menuju lokasi penanaman yang telah ditentukan. Bibit mangrove ditanam pada area yang membutuhkan rehabilitasi vegetasi untuk membantu memperkuat garis pantai dan menjaga keseimbangan ekosistem setempat.

Selama proses penanaman, seluruh anggota kelompok bekerja sama dan dibantu juga oleh petugas pantai untuk membuat lubang tanam, setelah lubang sudah dibuat kami menanam dan memastikan bibit tertanam dengan baik. Setelah menyelesaikan penanaman, kami menutup kegiatan ini dengan mewawancarai perwakilan mahasiswa, petugas pantai, hingga dosen pengampu mata kuliah ini yaitu bapak Dr. M. Nurdin Zuhdi, M.S.I., bagaimana kesan dan pesan atas dilaksanakannya project fikih hijau ini. Kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk kontribusi nyata terhadap lingkungan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran mengenai pentingnya konservasi sumber daya alam yang berkelanjutan.

Kegiatan penanaman mangrove memberikan manfaat langsung berupa bertambahnya jumlah vegetasi mangrove di kawasan Pantai Baros. Keberadaan mangrove membantu mengurangi dampak abrasi pantai, menjaga kestabilan tanah di wilayah pesisir, serta meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya pelestarian lingkungan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi media edukasi bagi masyarakat sekitar mengenai manfaat mangrove bagi kehidupan.
Dalam jangka panjang, mangrove yang tumbuh dan berkembang akan menjadi pelindung alami pantai dari abrasi dan gelombang laut. Ekosistem pesisir akan menjadi lebih sehat karena mangrove berfungsi sebagai habitat bagi berbagai jenis biota. Selain itu, mangrove juga berperan dalam menyerap karbon sehingga mendukung upaya mitigasi perubahan iklim. Keberlanjutan vegetasi mangrove diharapkan mampu memberikan manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi bagi masyarakat sekitar serta menjadi warisan lingkungan yang bermanfaat bagi generasi mendatang.
Project Fikih Hijau yang dilaksanakan melalui kegiatan penanaman mangrove sebanyak 1500 pohon di Pantai Baros, Bantul, Yogyakarta merupakan bentuk nyata implementasi nilai-nilai Islam dalam menjaga dan melestarikan lingkungan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa UNISA Yogyakarta yang dibagi menjadi beberapa kelompok dari berbagai prodi berhasil menanam 1500 pohon, sebagai upaya mendukung konservasi kawasan pesisir dan mengurangi risiko abrasi.
Kegiatan ini memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran mahasiswa akan pentingnya menjaga alam sebagai tanggung jawab yang harus dipelihara bersama. Kedepannya, program serupa diharapkan dapat terus dilanjutkan oleh mahasiswa unisa angkatan berikutnya melalui kegiatan pemantauan pertumbuhan mangrove, penanaman lanjutan, serta edukasi lingkungan kepada masyarakat. Dengan demikian, manfaat yang dihasilkan tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi juga dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi lingkungan dan generasi mendatang.
“Menanam Hari Ini, Menjaga Kehidupan Esok Hari.”
Kegiatan konservasi lingkungan dalam Project Fikih Hijau ini dilaksanakan secara bergotong royong oleh anggota kelompok yang terdiri dari:
1. Naifatun Afifah (2310601100)
2. Suciana Natasya (2310601101)
3. Agus (2310601102)
4. Mila Yulia Meli Yanti (2310601103)
5. Bima Mahagi Putra (2310601104)
6. Khofifah Nur Aini (2310601105)
7. Anindya Putri Sabrina (2310601107)
8. Mia Juita Roniza (2310601108)
9. Ririnjani Rahma Auliawati (2310601109)
10. Salma Sarinanda (2310601110)
11. Syiara Kaylani (2310601111)
12. Adi Prayoga (2310601112)
Yuk, intip keseruan kami dalam Project Fikih Hijau di You Tube @naifatunafifah
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































