Balai Desa Raci Kulon tampak berbeda pada Minggu sore (12/7/2026). Anggota Belasan Karang Taruna Tunas Muda duduk serius mencatat, mengikuti pemaparan tim pengabdian masyarakat dari Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya. Agenda yang semula dijadwalkan sore hari itu justru berlangsung hingga menjelang Maghrib, tanpa ada peserta yang beranjak pulang sebelum acara selesai,dan mengikuti acara dengan penuh antusias.
Kegiatan bertajuk Sosialisasi Business Model Canvas (BMC) dan Pendampingan Legalitas Usaha ini merupakan lanjutan dari program pengabdian yang dimulai awal Juni. Dengan melakukan analisis kondisi sosial khususnya pada kelompok pemuda karang taruna tuna muda Desa Raci Kulon Gresik.
“KTP-nya Usaha”
Rendy Arrofi, mahasiswa Ilmu Hukum Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya yang menjadi pemateri, membuka sesi dengan bertanya siapa di antara peserta yang sudah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Tak satu pun pun mengangkat tangan. Dari titik itu ia menjelaskan pentingnya NIB dengan bahasa sederhana, menyebutnya sebagai “KTP-nya usaha” dan mengibaratkan bisnis tanpa izin seperti mobil sport tanpa STNK bisa jalan, tapi berisiko besar kena razia. Analogi ringan ini membuat peserta yang tadi berkelok-kelok aktif bertanya dan berbagi cerita.
“Selama Ini Asal Jalan”
Ketua Karang Taruna Tunas Muda, Dimas, mengakui selama ini usaha tambak bandeng dan udang vaname warga dijalankan turun-temurun tanpa perencanaan matang, hanya produksi lalu dijual ke tengkulak. Istilah seperti proposisi nilai, segmen pelanggan, apalagi NIB, sama sekali asing bagi mereka. Ia mengaku baru sadar bahwa mengurus izin usaha ternyata tidak serumit dan semahal yang dibayangkan, apalagi kini tersedia sistem OSS yang mempermudah dan bisa diakses gratis.
Langsung Praktik Susun BMC
Peserta berdiskusi ke beberapa kelompok sesuai jenis usaha budidaya bandeng, udang vaname, olahan hasil laut, hidroponik, hingga usaha serba guna lalu didampingi menyusun BMC sederhana. Hasilnya, setiap kelompok berhasil mengidentifikasi minimal 7 dari 9 elemen BMC. Elemen proposisi nilai dan aktivitas utama paling mudah dipahami, sementara struktur biaya dan aliran pendapatan masih menjadi tantangan. Salah satu peserta dari kelompok pengolahan ikan asin bahkan baru menyadari bahwa selama ini harga jual produknya ditentukan asal-asalan tanpa perhitungan biaya produksi yang benar.
Komitmen dan Dukungan Desa
Dalam Berbagai Penutup, Dimas menyampaikan terima kasih kepada subkelompok 1 KKN R26 Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya dan menegaskan komitmen Karang Taruna untuk segera mengurus legalitas usaha, agar pengelolaan usaha lebih profesional. Beberapa peserta lain, seperti pengrajin terasi dan pembudidaya udang vaname, mengaku baru menemukan nilai jual produk khas mereka setelah memahami konsep BMC, dan berencana segera mengurus NIB.
sub kelompok 1 KKN R26 menyarankan seluruh unit usaha Karang Taruna telah memiliki NIB . Kepala Desa Raci Kulon juga menyatakan dukungan penuh, terhadap langkah – langkah strategis yang dilakukan oleh Pemuda KARTAR desa Raci Kulon.
Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi hukum dan bisnis tak harus terasa berat dengan bahasa yang membangun dan interaksi dua arah, anak muda desa Raci Kulon kini punya bekal baru bukan hanya mimpi mengembangkan usaha, tapi juga peta jalan dan kesadaran bahwa usaha yang kuat adalah usaha yang taat memerintah.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer









































































