Gresik, (08/07/2026) — Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang berlokasi di lingkungan pengajian RT 005 RW 002, Desa Pegundan, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik. Program ini dilaksanakan oleh seluruh anggota sub kelompok 4, serta didampingi oleh dosen pembimbing lapangan Rahman Hakim, S.T., M.Ars.L., IALI.
Pengajian di Desa Pegundan merupakan salah satu kegiatan sosial yang aktif menghimpun interaksi antarwarga dan santri setiap harinya. Namun, fasilitas cuci tangan yang tersedia di lingkungan tersebut masih menggunakan kran manual yang harus disentuh langsung dengan tangan. Kondisi ini berpotensi menjadi media perpindahan kuman dan bakteri antarpengguna, sementara pemahaman masyarakat mengenai pentingnya fasilitas cuci tangan yang lebih higienis masih terbatas.
Hasil observasi awal dan diskusi tim mahasiswa dengan Ketua Yayasan pengajian Desa Pegundan menjadi latar belakang program ini. Kami mendapati bahwa kebiasaan mencuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas masih perlu ditingkatkan sebagai upaya pencegahan penyebaran penyakit. Selama ini, tidak tersedia fasilitas cuci tangan tanpa sentuh yang meminimalkan risiko perpindahan kuman, sehingga santri dan jamaah pengajian rentan terpapar penyakit yang menular melalui tangan.
Menjawab permasalahan tersebut, tim mahasiswa menghadirkan wastafel injak, sebuah teknologi tepat guna yang bekerja dengan sistem pedal kaki terhubung ke kran air. Pengguna cukup menginjak pedal untuk mengalirkan air tanpa perlu menyentuh kran secara langsung. Wastafel ini dirakit menggunakan komponen sederhana seperti pedal kaki, kran air, pipa PVC, ember penampung air, dan dispenser sabun cair, sehingga bersifat ekonomis, portable, tidak memerlukan instalasi listrik, serta irit dalam penggunaan air.
Sebelum alat dipasang, tim mahasiswa melaksanakan sosialisasi mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada pengurus yayasan dan para santri. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan interaktif; para santri sangat antusias saat kami mendemonstrasikan enam langkah cuci tangan yang benar sesuai standar kesehatan. Mereka tampak bersemangat mencoba langsung teknik tersebut di depan teman-temannya.

Wastafel injak kemudian dipasang di lokasi strategis yang mudah dijangkau di lingkungan pengajian, disertai penyerahan resmi kepada Ketua Yayasan. Kami juga memberikan buku panduan penggunaan dan perawatan alat secara tertulis. Ketua Yayasan, Bapak Maftukhin, menyampaikan apresiasinya, “Kami sangat terbantu dengan adanya wastafel injak ini. Sekarang para santri lebih termotivasi untuk menjaga kebersihan tangan sebelum mengaji, dan ini sangat bermanfaat bagi kesehatan kami semua.”
Penerapan teknologi tepat guna ini diharapkan mampu mengurangi risiko penularan penyakit serta menjadi kebiasaan yang berkelanjutan. Keberlanjutan program dijamin melalui peran Ketua Yayasan sebagai agen perubahan yang akan terus memantau kebiasaan cuci tangan pakai sabun, didukung dengan desain wastafel yang mudah dirawat secara mandiri. Kami pun telah menyediakan kontak pribadi agar pengurus yayasan dapat menghubungi kami jika membutuhkan bantuan teknis di masa mendatang.
Hadirnya wastafel injak ini diharapkan dapat menjadikan lingkungan pengajian Desa Pegundan sebagai contoh nyata penerapan perilaku hidup bersih yang sederhana namun berdampak luas bagi kesehatan jamaah.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer






































































