Gresik, Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya mengembangkan alat penggiling daging manual sebagai teknologi tepat guna untuk mendukung peningkatan produktivitas UMKM pengolahan frozen food di Desa Raci Kulon, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik. Kegiatan yang berlangsung pada 7–15 Juli 2026 tersebut dipimpin oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Achmad Naufal Irsyadi, S.Hum., M.Li. bersama empat mahasiswa, yakni Adi Harja Pramana (Teknik Elektro), Haryo Jiwandono (Psikologi), Nandathia Intan Sunur (Manajemen), dan Mico Ramadhany (Teknologi Rekayasa Manufaktur).
Program pengabdian ini dilaksanakan sebagai respons atas kendala yang dihadapi oleh pelaku UMKM dalam proses penggilingan daging. Selama ini, sebagian pelaku usaha masih menggunakan cara manual atau memanfaatkan jasa penggilingan di luar lokasi usaha sehingga membutuhkan biaya tambahan, waktu produksi lebih lama, dan menghasilkan kualitas gilingan yang belum seragam.
Achmad Naufal Irsyadi mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada pembuatan alat penggiling daging manual, tetapi juga mencakup pelatihan penggunaan dan perawatan alat, pendampingan proses produksi, pelatihan manajemen usaha, serta pemasaran digital bagi pelaku UMKM.
“Melalui penerapan teknologi tepat guna ini kami berharap pelaku UMKM mampu meningkatkan efisiensi produksi, menghasilkan produk olahan yang lebih berkualitas, serta memiliki daya saing yang lebih baik sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Achmad Naufal Irsyadi.
Alat penggiling daging manual tersebut dirancang menggunakan sistem mekanik dengan penggerak engkol sehingga tidak memerlukan energi listrik. Alat ini mudah dioperasikan, mudah dirawat, aman digunakan, serta sesuai dengan kebutuhan UMKM skala rumah tangga yang memproduksi bakso, nugget, sosis, dan berbagai produk frozen food lainnya.
Selain menyerahkan alat kepada mitra, tim pengabdian kepada masyarakat dari Untag Surabaya juga memberikan pelatihan mengenai sanitasi pangan, keselamatan kerja, pencatatan keuangan sederhana, penyusunan harga pokok produksi, pengemasan produk, hingga strategi pemasaran digital melalui media sosial. Pendampingan dilakukan agar masyarakat mampu mengoperasikan alat secara mandiri sekaligus mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
Perwakilan UMKM Frozen Food Desa Raci Kulon menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, alat penggiling daging manual yang diberikan sangat membantu proses produksi karena mampu menghemat waktu, mengurangi biaya operasional, dan menghasilkan tekstur daging yang lebih seragam dibandingkan metode sebelumnya.

“Program ini sangat bermanfaat bagi kami. Selain mendapatkan alat yang dapat digunakan untuk produksi sehari-hari, kami juga memperoleh pengetahuan mengenai pengelolaan usaha dan pemasaran digital sehingga lebih siap mengembangkan usaha ke depannya,” ujar perwakilan mitra.
Salah satu anggota tim pengabdian, , mahasiswa Program Studi Psikologi Untag Surabaya, mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmu pengetahuan sekaligus memahami kebutuhan masyarakat secara langsung.
“Melalui kegiatan ini kami belajar bahwa pemberdayaan masyarakat tidak hanya sebatas memberikan bantuan berupa alat, tetapi juga membangun pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri masyarakat agar mampu mengembangkan usahanya secara mandiri. Kami berharap alat penggiling daging manual ini dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan produktivitas UMKM serta kesejahteraan masyarakat Desa Raci Kulon,” kata Haryo Jiwandono.
Sementara itu, tim pelaksana menegaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari tersedianya alat, tetapi juga dari kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi secara optimal. Oleh karena itu, pendampingan dan evaluasi akan terus dilakukan untuk memastikan alat dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produktivitas UMKM.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat, Untag Surabaya berharap inovasi alat penggiling daging manual ini dapat memperkuat kemandirian pelaku UMKM, meningkatkan kualitas produk olahan pangan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Desa Raci Kulon secara berkelanjutan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































