GRESIK — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) R2 Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya menyelenggarakan program kerja bertajuk Edukasi Parenting dan Pemanfaatan Alat Permainan Edukatif untuk Mendukung Tumbuh Kembang Anak Usia Dini di Balai Desa Bedanten, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, pada Kamis, 9 Juli 2026.
Kegiatan ini diikuti oleh 14 ibu dan 14 anak usia dini. Program tersebut dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pemahaman orang tua mengenai pentingnya stimulasi tumbuh kembang anak melalui pola pengasuhan yang responsif, pembatasan penggunaan gawai, serta pemanfaatan Alat Permainan Edukatif (APE) sebagai alternatif aktivitas bermain di rumah.
Kegiatan menghadirkan Inka Sukma Melati, S.Psi., M.Psi., dosen Psikologi, sebagai narasumber. Dalam sesi materi, peserta mendapatkan penjelasan mengenai tahap perkembangan anak usia dini, mulai dari perkembangan fisik, kognitif, psikoseksual, bahasa, emosi, sosial, moral, hingga kecenderungan kebutuhan khusus pada anak usia dini. Materi juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam memberikan stimulasi yang sesuai dengan usia dan kebutuhan anak.
Program ini dilaksanakan oleh mahasiswa KKN R2 Untag Surabaya, yaitu Ariska Fauzia Amalia, Inara Larasati Arisyandi, Rizaldi Satria Pamungkas, dan Nurhinggil Putri Nugrahani, dengan pendampingan Dosen Pembimbing Lapangan Lily Harlina Putri, S.AB., M.AB.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan registrasi peserta, pembukaan, sambutan perwakilan mahasiswa KKN, serta pelaksanaan pre-test untuk mengetahui pemahaman awal ibu mengenai parenting dan stimulasi anak usia dini. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi parenting oleh narasumber, sesi diskusi dan tanya jawab, praktik pemanfaatan APE bersama mahasiswa, post-test, evaluasi, dan foto bersama.
Pada sesi praktik, mahasiswa memperkenalkan beberapa contoh APE sederhana yang dapat dibuat dan digunakan di rumah, seperti Busy Jar, permainan mencari harta karun, plastisin, serta APE berbahan alami yang aman untuk anak. Sesi ini menjadi bagian penting karena para ibu dapat langsung mempraktikkan cara bermain bersama anak. Setiap permainan dijelaskan berdasarkan fungsi stimulasinya, mulai dari stimulasi motorik halus, sensori, bahasa, sosial-emosional, hingga kognitif anak.
Ariska Fauzia Amalia, selaku perwakilan mahasiswa KKN R2 Untag Surabaya, menyampaikan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh hasil pengamatan awal mahasiswa terhadap kebiasaan sebagian orang tua yang memberikan gawai kepada anak sebagai media hiburan instan. Padahal, anak usia dini membutuhkan interaksi langsung, aktivitas gerak, eksplorasi benda konkret, komunikasi dua arah, serta permainan yang sesuai dengan tahap perkembangannya.
Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan alternatif aktivitas bermain yang sederhana, murah, aman, dan mudah diterapkan oleh orang tua di rumah. Harapannya, APE tidak hanya dipahami sebagai mainan, tetapi juga sebagai media stimulasi perkembangan anak, ujar Ariska.
Selain memberikan edukasi, mahasiswa KKN juga mendorong peserta untuk mulai menerapkan aktivitas bermain tanpa gawai di rumah. Para ibu diajak untuk meluangkan waktu bermain bersama anak, memberi instruksi sederhana, menunggu respons anak, memberikan pujian, serta menjaga keamanan alat bermain yang digunakan.
Praktek Bermain Alat Permainan Edukatif (Sumber: Dokumentasi Tim)
Melalui program ini, mahasiswa KKN R2 Untag Surabaya berharap kegiatan edukasi parenting dan pemanfaatan APE dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat peran keluarga dan Posyandu sebagai ruang edukasi tumbuh kembang anak di Desa Bedanten. Kegiatan ini juga diharapkan dapat berlanjut melalui kader Posyandu dengan memanfaatkan media edukasi dan contoh APE yang telah diperkenalkan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































