Gresik, 13 Juli 2026 – Mahasiswa Pengabdian Masyarakat Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya melaksanakan Pelatihan Pemanfaatan Sekam Padi Menjadi Briket pada Senin (13/7) di kediaman Ketua Kelompok Tani Desa Sidorejo, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang didampingi oleh Zulkfikri Charis Darmawan, SE., M.SEI selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan dilaksanakan bekerja sama dengan Kelompok Tani Desa Sidorejo. Program ini dilaksanakan oleh Sub Kelompok 7 yang terdiri atas Rafi Putra Firmansyah (1152300154), Program Studi Ilmu Komunikasi; Ikhwan Fajar Hamdani (1512300312), Program Studi Psikologi; Nadiva Nurfaizah (1152300200), Program Studi Ilmu Komunikasi; serta Nafifah Vionorra Dwi Arsela (1122300102), Program Studi Administrasi Bisnis, yang berasal dari Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Melalui kolaborasi lintas program studi tersebut, mahasiswa berupaya memberikan solusi atas permasalahan pengelolaan limbah pertanian di Desa Sidorejo.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh mahasiswa pengabdian yang dilanjutkan dengan penyampaian tujuan pelaksanaan program. Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa menjelaskan pentingnya pemanfaatan limbah pertanian melalui teknologi tepat guna sebagai salah satu solusi dalam mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus meningkatkan nilai guna sekam padi.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai karakteristik sekam padi, dampak pembakaran limbah pertanian secara terbuka, serta potensi sekam padi sebagai bahan baku pembuatan briket biomassa. Mahasiswa juga menjelaskan manfaat briket sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan serta peluang pemanfaatannya untuk kebutuhan rumah tangga maupun usaha kecil.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Pak Aruf aktif mengajukan pertanyaan mengenai proses pembuatan briket, bahan yang digunakan, tingkat ketahanan briket, hingga peluang pengembangannya sebagai produk yang memiliki nilai ekonomi. Diskusi yang terjalin menunjukkan antusiasme peserta dalam menerima pengetahuan baru mengenai pemanfaatan limbah pertanian.
Setelah sesi materi dan diskusi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan briket sekam padi. Mahasiswa memperagakan secara langsung setiap tahapan proses, mulai dari karbonisasi sekam padi hingga menjadi arang, penyaringan arang sekam, pembuatan larutan perekat menggunakan tepung kanji, pencampuran bahan, proses pencetakan menggunakan cetakan sederhana, hingga tahap pengeringan sebelum briket siap digunakan.
Selanjutnya, peserta diberikan kesempatan untuk mempraktikkan sendiri seluruh tahapan pembuatan briket dengan pendampingan dari mahasiswa. Pak Aruf secara bergantian melakukan pencampuran bahan, mencetak briket, dan mempelajari teknik pengeringan yang tepat agar menghasilkan briket yang padat dan berkualitas. Pendampingan dilakukan secara langsung sehingga peserta dapat memahami setiap proses pembuatan dengan baik.

Selanjutnya, peserta diberikan kesempatan untuk mempraktikkan sendiri seluruh tahapan pembuatan briket dengan pendampingan dari mahasiswa. Pak Aruf secara bergantian melakukan pencampuran bahan, mencetak briket, dan mempelajari teknik pengeringan yang tepat agar menghasilkan briket yang padat dan berkualitas. Pendampingan dilakukan secara langsung sehingga peserta dapat memahami setiap proses pembuatan dengan baik.
Bapak Aruf selaku Ketua Kelompok Tani Desa Sidorejo menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan pelatihan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memberikan wawasan baru kepada kelompok tani mengenai pemanfaatan sekam padi yang selama ini hanya dianggap sebagai limbah hasil pertanian.
“Selama ini sekam padi lebih sering dibakar karena kami belum mengetahui cara lain untuk memanfaatkannya. Setelah mengikuti pelatihan ini kami mengetahui bahwa sekam padi ternyata dapat diolah menjadi briket yang bermanfaat sebagai bahan bakar alternatif. Semoga ilmu yang diperoleh hari ini dapat diterapkan dan dibagikan kepada anggota kelompok tani lainnya,” ujar Bapak Aruf.
Sebagai hasil dari praktik bersama, berhasil menghasilkan sekitar 20 buah briket sekam padi sebagai produk awal. Hasil tersebut menunjukkan bahwa limbah pertanian yang sebelumnya kurang dimanfaatkan dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna melalui proses yang sederhana dan mudah diterapkan oleh masyarakat.
Meskipun selama pelaksanaan kegiatan terdapat beberapa kendala, seperti keterbatasan jumlah cetakan briket dan kondisi cuaca yang kurang mendukung proses pengeringan, seluruh rangkaian acara tetap berjalan dengan lancar berkat kerja sama antara mahasiswa dan peserta pelatihan.
Melalui pelatihan yang dilaksanakan pada Senin, 13 Juli 2026 ini, mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya berharap pengetahuan dan keterampilan yang telah diberikan dapat menjadi langkah awal bagi Kelompok Tani Desa Sidorejo untuk memanfaatkan limbah sekam padi secara lebih optimal. Selain membantu mengurangi pencemaran lingkungan, pemanfaatan sekam padi menjadi briket diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi hasil samping pertanian serta membuka peluang pengembangan usaha berbasis potensi lokal di Desa Sidorejo.
Disusun oleh: Nafifah Vionorra Dwi Arsela 1122300102 Administrasi Bisnis
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer










































































