Gresik – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya melaksanakan kegiatan penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa alat pemotong botol kaca di Desa Raci Kulon, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Kamis (9/7/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah botol kaca menjadi produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Kegiatan yang melibatkan dosen dan mahasiswa tersebut dilaksanakan melalui beberapa tahapan, mulai dari pembuatan alat, uji fungsi, penyuluhan, demonstrasi penggunaan, praktik langsung, hingga evaluasi hasil pelatihan. Selama pelaksanaan kegiatan, masyarakat mendapatkan pendampingan mengenai teknik pemotongan botol kaca yang aman serta proses pengolahan menjadi berbagai produk seperti gelas minum, vas bunga, tempat lilin, pot tanaman, dan kerajinan dekoratif.
Salah satu tim perancang menjelaskan bahwa pengembangan alat pemotong botol kaca dilatarbelakangi oleh masih rendahnya pemanfaatan limbah kaca di masyarakat. Selama ini, botol kaca bekas umumnya hanya dijual kepada pengepul dengan harga rendah atau bahkan dibuang, padahal masih memiliki potensi untuk diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah.

“Melalui teknologi tepat guna ini, kami ingin memberikan solusi yang sederhana, mudah diterapkan, dan dapat dimanfaatkan masyarakat secara mandiri. Harapannya, masyarakat tidak hanya mampu mengurangi limbah kaca, tetapi juga memperoleh peluang usaha baru yang dapat meningkatkan pendapatan,” ujar Haichal salah satu tim perancang.
Alat pemotong botol kaca yang diperkenalkan dirancang menggunakan material stainless steel dengan sistem kerja yang sederhana sehingga mampu menghasilkan garis potong yang lebih presisi dibandingkan metode manual. Teknologi ini juga mudah dioperasikan, memiliki biaya pembuatan yang relatif terjangkau, serta dapat direplikasi oleh masyarakat. Selain memperkenalkan alat, tim juga memberikan edukasi mengenai konsep ekonomi sirkular dan pentingnya pemanfaatan kembali limbah sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi.
Masyarakat Desa Raci Kulon menyambut positif kegiatan tersebut. Peserta terlihat antusias mengikuti setiap sesi pelatihan, mulai dari penyampaian materi hingga praktik langsung menggunakan alat. Mereka menilai teknologi yang diperkenalkan mudah dioperasikan dan memberikan wawasan baru mengenai pemanfaatan limbah botol kaca.
Kelompok Pengolah Bank Sampah selaku mitra kegiatan mengungkapkan bahwa selama ini botol kaca bekas hanya dianggap sebagai sampah yang tidak memiliki nilai ekonomi. Setelah mengikuti pelatihan, mitra memahami bahwa limbah kaca dapat diolah menjadi berbagai produk kreatif yang memiliki nilai jual lebih tinggi dan berpotensi dikembangkan sebagai usaha berbasis masyarakat.
“Kami jadi tahu bahwa botol kaca bekas bisa diolah menjadi berbagai produk yang menarik dan memiliki nilai jual. Alat yang diperkenalkan juga mudah digunakan sehingga kami berharap keterampilan ini dapat terus dikembangkan dan menjadi peluang usaha bagi anggota Kelompok Pengolah Bank Sampah maupun masyarakat Desa Raci Kulon,” ujar Ibu Zuriati selaku perwakilan Kelompok Pengolah Bank Sampah.
Dosen Pembimbing Lapangan, Achmad Naufal Irsyadi, S.Hum., M.Li, mengatakan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab permasalahan yang dihadapi masyarakat melalui inovasi yang aplikatif. Menurutnya, teknologi tepat guna harus mampu memberikan manfaat langsung, mudah diterapkan, dan dapat terus dikembangkan oleh masyarakat sesuai dengan potensi yang dimiliki.
“Kami berharap teknologi tepat guna ini tidak berhenti pada kegiatan pelatihan saja, tetapi dapat dimanfaatkan dan dikembangkan secara berkelanjutan oleh masyarakat. Dengan pendampingan yang berkesinambungan, limbah botol kaca yang sebelumnya kurang bernilai dapat diolah menjadi produk kreatif yang memiliki daya saing serta mampu meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujar Achmad Naufal Irsyadi, S.Hum., M.Li.
Selain memberikan manfaat bagi masyarakat, kegiatan ini juga menjadi bentuk kontribusi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui program pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi antara dosen, mahasiswa, pemerintah desa, dan Kelompok Pengolah Bank Sampah diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi berbasis potensi lokal yang memberikan dampak nyata bagi lingkungan maupun perekonomian masyarakat.
Tim pengabdian berharap kegiatan ini menjadi langkah awal terbentuknya kelompok usaha masyarakat yang memanfaatkan limbah botol kaca sebagai produk ekonomi kreatif. Pendampingan lanjutan dalam aspek desain produk, pengemasan, branding, hingga pemasaran digital juga direncanakan agar hasil kerajinan masyarakat memiliki daya saing yang lebih tinggi.
Melalui penerapan Teknologi Tepat Guna ini, masyarakat Desa Raci Kulon diharapkan semakin memahami bahwa limbah bukan sekadar sisa yang harus dibuang, tetapi juga dapat menjadi sumber daya yang mampu menciptakan peluang usaha, meningkatkan kesejahteraan, serta mendukung terwujudnya ekonomi sirkular di tingkat desa. Program ini menunjukkan bahwa inovasi sederhana yang dikembangkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya dapat menjadi solusi nyata dalam mengatasi permasalahan lingkungan sekaligus membuka kesempatan ekonomi baru bagi masyarakat.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer









































































