Depok – Mahasiswa Program Studi (Prodi) Manajemen Universitas Pamulang (UNPAM) sukses melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) pada Sabtu, 16 Mei 2026, bertempat di SMK Atlantis Plus, Depok. Mengusung tema pengembangan sumber daya manusia (SDM) dengan Membangun Work-Life Balance bagi Siswa SMK Atlantis Plus Melalui Manajemen Waktu dan Kesehatan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran siswa mengenai pentingnya menjaga keseimbangan antara aktivitas belajar, penggunaan teknologi, dan kesehatan mental sebagai bekal menghadapi tantangan dunia pendidikan maupun dunia kerja sekaligus dirangkaikan dengan sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UNPAM.
Acara berlangsung sejak pukul 09.00 WIB dan disambut antusias oleh siswa serta guru pendamping. Kegiatan ini menjadi wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat, sekaligus menjadi sarana kolaborasi akademis antara perguruan tinggi dan sekolah menengah kejuruan dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi era digital.
Kegiatan ini dibimbing langsung oleh Bapak Fathan Arif, S.E., M.M., selaku dosen pembimbing dari Prodi Manajemen Universitas Pamulang. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kontribusi nyata mahasiswa bagi masyarakat serta menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah yang telah memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu manajemen yang dipelajari di bangku kuliah.
Kehadiran tim PKM UNPAM disambut hangat oleh pihak sekolah yang diwakili Bapak Yusrinaldi, S.Pd., Gr., selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, mewakili Kepala Sekolah SMK Atlantis Plus, Ibu Fatimah Wardah, M.Pd., yang berhalangan hadir. Beliau mengapresiasi inisiatif mahasiswa dalam membekali siswa dengan materi yang relevan dengan kebutuhan dunia industri saat ini.
Sebagai ketua panitia, Lathif Fajar Ardani menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak SMK Atlantis Plus atas sambutan dan kerja sama yang diberikan selama pelaksanaan kegiatan PKM. Ia juga mengapresiasi partisipasi aktif para siswa yang mengikuti kegiatan dengan antusias sehingga acara dapat berjalan dengan lancar dan interaktif.
Pada sesi penyampaian materi, Nysha Ika Ratnasari selaku Ketua Kelompok 3 memaparkan materi mengenai pentingnya Work-Life Balance bagi pelajar, khususnya dalam mengelola waktu antara kegiatan belajar, penggunaan teknologi digital, istirahat, serta menjaga kesehatan mental. Materi disampaikan secara interaktif melalui diskusi dan studi kasus sederhana sehingga siswa dapat memahami cara menerapkan keseimbangan hidup dalam kehidupan sehari-hari. Para siswa terlihat aktif bertanya dan berbagi pengalaman terkait tantangan dalam mengatur waktu belajar dan aktivitas pribadi di era digital.
Mengapa Work-Life Balance Penting bagi Pelajar?
Perkembangan dunia pendidikan yang semakin dinamis menuntut siswa untuk mampu beradaptasi dengan berbagai aktivitas, mulai dari pembelajaran di kelas, penyelesaian tugas, praktik kejuruan, kegiatan organisasi, hingga persiapan memasuki dunia kerja. Di sisi lain, perkembangan teknologi digital membuat penggunaan smartphone dan media sosial menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan pelajar. Apabila tidak diimbangi dengan pengelolaan waktu yang baik, berbagai aktivitas tersebut dapat menimbulkan tekanan, stres, bahkan kelelahan mental.
Menurut World Health Organization (WHO), sekitar 1 dari 7 remaja berusia 10–19 tahun mengalami gangguan kesehatan mental, namun sebagian besar belum mendapatkan penanganan yang memadai. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kesehatan mental remaja merupakan isu yang perlu mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk lingkungan sekolah. Tekanan akademik, penggunaan media digital yang berlebihan, serta kurangnya kemampuan dalam mengatur waktu dapat menjadi faktor yang memengaruhi kesejahteraan psikologis siswa.
Manajemen waktu menjadi salah satu keterampilan penting yang perlu dimiliki setiap siswa. Kemampuan menyusun skala prioritas membantu siswa menentukan pekerjaan yang harus diselesaikan terlebih dahulu sehingga tugas tidak menumpuk dan waktu dapat dimanfaatkan secara lebih efektif. Penelitian Aisyah dan Amalia (2022) menjelaskan bahwa manajemen waktu yang baik mampu mengurangi perilaku prokrastinasi sekaligus meningkatkan efektivitas belajar siswa.
Selain mengatur waktu, siswa juga perlu memahami perbedaan antara kelelahan fisik dan kelelahan mental. Kelelahan fisik umumnya ditandai dengan tubuh yang lemas akibat aktivitas yang padat dan dapat pulih melalui istirahat yang cukup. Sebaliknya, kelelahan mental sering kali ditandai dengan sulit berkonsentrasi, kehilangan motivasi belajar, mudah merasa cemas, hingga muncul rasa jenuh berkepanjangan. Menurut American Psychological Association (2020), tingginya tingkat stres pada remaja dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis serta menurunkan performa akademik apabila tidak ditangani dengan baik.
Konsep work-life balance menjadi salah satu pendekatan yang relevan untuk membantu siswa mengatasi kondisi tersebut. Fisher, Bulger, dan Smith (2009) menjelaskan bahwa keseimbangan antara tanggung jawab dan kehidupan pribadi berpengaruh terhadap kesejahteraan individu. Dalam konteks pelajar, work-life balance dapat diwujudkan melalui pembagian waktu yang seimbang antara belajar, beristirahat, berinteraksi dengan keluarga maupun teman, serta melakukan aktivitas yang disukai tanpa mengabaikan tanggung jawab akademik.
Di era digital, penggunaan teknologi juga perlu dikelola secara bijaksana. Smartphone memang memberikan banyak manfaat sebagai media belajar dan komunikasi, tetapi penggunaan yang berlebihan dapat mengurangi kualitas tidur, menurunkan fokus, dan meningkatkan kelelahan mental. Oleh karena itu, mahasiswa memperkenalkan konsep digital detox, yaitu membatasi penggunaan perangkat digital pada waktu tertentu agar siswa memiliki kesempatan beristirahat dari paparan layar serta meningkatkan kualitas hidup sehari-hari.
Dalam kegiatan PKM ini, siswa tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga diajak menyusun skala prioritas kegiatan harian serta berdiskusi mengenai solusi yang dapat diterapkan ketika menghadapi tekanan akademik. Pendekatan tersebut diharapkan mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih aplikatif sehingga materi dapat diterapkan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari.
Edukasi sebagai Langkah Membangun Generasi yang Sehat dan Produktif
Kesehatan mental merupakan bagian penting dalam pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas. Prestasi akademik memang menjadi tujuan setiap pelajar, namun keberhasilan tersebut akan lebih bermakna apabila dicapai dengan kondisi fisik dan mental yang sehat. Oleh karena itu, penerapan work-life balance sejak usia sekolah menjadi salah satu bekal penting dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan pendidikan maupun dunia kerja.
Melalui kegiatan PKM ini, mahasiswa Universitas Pamulang berharap siswa SMK Atlantis Plus mampu menerapkan manajemen waktu yang lebih baik, mengenali tanda-tanda kelelahan mental sejak dini, serta menggunakan teknologi secara lebih bijaksana. Dengan demikian, siswa tidak hanya menjadi lebih produktif dalam belajar, tetapi juga memiliki kualitas hidup yang lebih seimbang, sehat, dan siap menghadapi perkembangan zaman.
Sosialisasi PMB dan Sinergi Kelompok Kerja Mahasiswa
Setelah sesi materi mambangun Work-Life Balance, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi dan promosi PMB Universitas Pamulang. Sesi ini memperkenalkan fasilitas kampus, keunggulan program studi, serta berbagai jalur beasiswa yang tersedia, sekaligus memberikan motivasi kepada siswa SMK Atlantis Plus untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Kesuksesan kegiatan ini tidak lepas dari kerja sama empat kelompok mahasiswa. Kelompok 1 yang beranggotakan Lathif Fajar Ardani, Muhammad Ale’shandi, dan Muhammad Syafiq Haikal bertanggung jawab atas koordinasi acara dan penyampaian materi inti. Kelompok 2 yang beranggotakan Azkia Fajriah Mecca, Jihan Khairunisa, dan Liska Tri Puspita mengelola jalannya diskusi interaktif serta sesi
Kelompok 3 yang digawangi Nysha Ika Ratnasari, Rohani Purba, dan Ridha Fadiyah bertugas memastikan kelancaran administrasi, logistik, dan dokumentasi. Sementara Kelompok 4 yang beranggotakan Zahra Ainun, Kathleen Alicia Lukman, dan Anita berfokus pada strategi promosi PMB serta konsultasi langsung bagi siswa yang berminat mendaftar.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara dosen pembimbing, perwakilan sekolah, mahasiswa, dan seluruh siswa peserta. Rangkaian acara yang berjalan lancar dan penuh kehangatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal kerja sama berkelanjutan antara Universitas Pamulang dan SMK Atlantis Plus dalam program-program edukatif lainnya, khususnya dalam upaya bersama membentuk siswa yang mampu mengelola waktu secara efektif, menjaga kesehatan mental, dan menerapkan work-life balance sebagai bekal menghadapi dunia pendidikan maupun dunia kerja.
Penulis:
Nysha Ika Ratnasari
Rohani Purba
Ridha Fadiyah
Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang
Daftar Pustaka
American Psychological Association. (2020). Stress in America 2020: A National Mental Health Crisis.
Aisyah, S., & Amalia, R. (2022). Manajemen waktu dan prokrastinasi pada siswa. Jurnal Kajian Psikologi dan Pendidikan.
Fisher, G. G., Bulger, C. A., & Smith, C. S. (2009). Beyond Work and Family: A Measure of Work/Nonwork Interference and Enhancement. Journal of Occupational Health Psychology.
Macan, T. H. (1994). Time Management: Test of a Process Model. Journal of Applied Psychology.
UNESCO. (2021). Reimagining Our Futures Together: A New Social Contract for Education.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































