Bondowoso – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 205 Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya terus berupaya menghadirkan solusi berkelanjutan terhadap persoalan lingkungan di Desa Kejayan, Kecamatan Pujer, Kabupaten Bondowoso. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menjalin koordinasi dan audiensi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bondowoso guna menyampaikan aspirasi masyarakat mengenai kebutuhan sarana pengelolaan sampah.
Berdasarkan hasil observasi selama pelaksanaan KKN, tim KKN 205 menemukan bahwa Desa Kejayan hingga saat ini belum memiliki tempat pembuangan sampah maupun kontainer sampah yang memadai. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian masyarakat masih membuang sampah ke aliran sungai atau membakarnya di pekarangan rumah. Kebiasaan tersebut berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan, mengganggu kesehatan masyarakat, serta merusak ekosistem di sekitar desa.
Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa KKN 205 bersama Pemerintah Desa Kejayan berinisiatif menjembatani aspirasi masyarakat dengan melakukan audiensi kepada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bondowoso. Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa KKN menyampaikan secara langsung kondisi riil yang dihadapi masyarakat sekaligus mengusulkan penyediaan kontainer sampah sebagai langkah awal membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih baik di Desa Kejayan.
Koordinator Desa KKN 205, Mohammad Nuril Barqul Fuadi, menyampaikan bahwa peran mahasiswa tidak hanya sebatas melaksanakan program kerja, tetapi juga menjadi penghubung antara kebutuhan masyarakat dengan instansi terkait.
“Kami berharap audiensi ini menjadi langkah awal dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat Desa Kejayan. Pengelolaan sampah tidak cukup hanya melalui edukasi, tetapi juga harus didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai. Karena itu, kami bersama pemerintah desa berupaya menyampaikan aspirasi masyarakat secara langsung kepada DLH Kabupaten Bondowoso,” ujarnya.
Audiensi tersebut disambut dengan baik oleh Bapak Erfan selaku perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bondowoso. Beliau mengapresiasi kepedulian mahasiswa KKN terhadap persoalan lingkungan di desa serta menyatakan bahwa aspirasi yang disampaikan telah diterima sebagai bahan tindak lanjut.
Dalam penyampaiannya, Bapak Erfan menjelaskan bahwa pengadaan kontainer sampah memerlukan proses dan penyesuaian dengan ketersediaan sarana yang dimiliki pemerintah daerah. Desa Kejayan telah masuk dalam daftar usulan sehingga tinggal menunggu giliran pendistribusian sesuai mekanisme yang berlaku. Selanjutnya, pihak DLH akan melakukan komunikasi dan koordinasi lebih lanjut dengan Pemerintah Desa Kejayan terkait realisasi bantuan tersebut.
Kerja sama ini menjadi bukti bahwa penyelesaian persoalan lingkungan membutuhkan sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, dan perguruan tinggi. Melalui kolaborasi tersebut diharapkan Desa Kejayan dapat memiliki fasilitas pengelolaan sampah yang lebih memadai sehingga kebiasaan membuang sampah ke sungai maupun membakar sampah secara terbuka dapat berangsur berkurang.
Program ini juga menjadi bagian dari komitmen KKN 205 UIN Sunan Ampel Surabaya dalam mendukung terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan melalui pendekatan edukasi, advokasi, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































