Sekelompok mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menggelar pelatihan Higiene
pangan dan teknik pengemasan vacuum ( vacuum packaging)
bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Raci Kulon, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Selasa (7/7/2026) pukul 15.30 WIB hingga selesai.
Kegiatan yang mengusung tema “Higiene Pangan & Vacuum Packaging UMKM Desa Raci Kulon” ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang didampingi oleh Achmad Naufal Irsyadi, S.Hum., M.Li., dosen Program Studi Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya Untag Surabaya, bersama tiga mahasiswa pelaksana, yakni Ignasius Arvin Adyatma Pramanto (Ilmu Komunikasi), Nur Ridho Rodifan (Manajemen), dan Steva Aldania Dianti (Psikologi). Kegiatan ini turut serta menggandeng pelaku UMKM setempat, Ibu Nur Hidayati, sebagai mitra utama.
Desa Raci Kulon dikenal memiliki potensi besar di sektor UMKM olahan pangan, khususnya produk siap masak dan frozen food berbahan hasil perikanan dan pangan lokal. Namun, hasil observasi tim menemukan bahwa sebagian besar pelaku usaha di desa tersebut masih mengemas produknya dengan plastik biasa tanpa sistem kedap udara. Kondisi ini membuat daya simpan produk relatif singkat, risiko kerusakan meningkat, serta nilai jual dan daya saing produk kurang maksimal. Pemahaman pelaku usaha soal sanitasi, keamanan pangan, dan teknologi pengemasan modern pun dinilai masih terbatas.
Menjawab persoalan itu, tim menyusun dua materi utama dalam pelatihan: kebersihan pangan rumah tangga sebagai fondasi, dan penerapan teknologi vacuum sealer packaging sebagai solusi teknis.
Peserta pelatihan diperkenalkan pada tiga pilar kebersihan dapur sederhana, yaitu kebersihan bahan (memilih bahan segar dan mencucinya dengan air mengalir), kebersihan pembuat (mencuci tangan dan menjaga kebersihan diri), serta kebersihan alat (menjaga wadah, pisau, dan talenan tetap kering dan higienis). Tim juga menekankan bahwa alat vakum bukan alat pembunuh kuman jika bahan yang dikemas sudah kotor atau tercemar, kuman anaerob justru dapat tumbuh subur dan merusak produk dari dalam. Karena itu, kebersihan bahan sebelum pengemasan menjadi syarat mutlak agar teknologi vakum bekerja optimal.
Pada sesi berikutnya, peserta diperkenalkan pada cara kerja vacuum sealer, yaitu alat yang menarik seluruh sisa udara dari dalam kemasan sebelum menyegel mulut plastik secara rapat. Teknologi ini dijelaskan mampu mencegah bau tengik pada produk seperti kacang goreng, keripik, bumbu, dan abon; menghambat pertumbuhan jamur serta kutu; sekaligus membuat tampilan kemasan lebih rapi dan menaikkan nilai jual produk agar setara produk bermerek modern.
Tim pelaksana turut membagikan tips teknis untuk berbagai jenis produk, seperti pada produk basah (cireng frozen) sebelum divakum agar tidak merusak elemen pemanas mesin, serta menyisakan ruang kosong pada produk bubuk agar partikel halus tidak tersedot ke dalam mesin. Sebagai referensi tambahan,.
Melalui pelatihan ini, tim berharap pelaku UMKM Desa Raci Kulon dapat menerapkan teknik pengolahan pangan yang lebih higienis dan memanfaatkan teknologi pengemasan vakum secara mandiri, sehingga kualitas, daya simpan, nilai jual, dan daya saing produk olahan siap masak dapat meningkat secara berkelanjutan. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) melalui skema KKN Tematik, yang mendorong kolaborasi nyata antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan pelaku usaha lokal.
#UntagSurabaya #KitaUntagSurabaya #KKNUntagSurabaya #UntagSurabayaKeren
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































