GRESIK 11 JULI 2026 – Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menggelar program pelatihan pembuatan produk olahan hasil tambak bagi masyarakat Desa Raci Kulon, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik. Kegiatan pemberdayaan yang berlangsung sejak 6 hingga 17 Juli 2026 ini menyasar kelompok pelaku usaha desa guna memaksimalkan potensi perikanan lokal yang melimpah.
Ketua Tim Pengusul sekaligus Dosen Pembimbing Lapangan, Achmad Naufal Irsyadi, S.Hum., M.Li., bersama empat mahasiswa memfasilitasi warga untuk mengolah udang dan ikan mujair menjadi produk makanan bernilai jual tinggi. Rangkaian kegiatannya berpusat pada pelatihan pembuatan Sambal Udang, Sambal Mujair Suwir, serta terobosan pembuatan Kaldu Bubuk Kepala Udang yang memanfaatkan limbah hasil perikanan. Selain praktik produksi secara langsung, tim juga memberikan edukasi mendalam mengenai pengemasan produk dan analisis kelayakan bisnis.
Tujuan utama dari inisiatif ini adalah untuk meningkatkan keterampilan masyarakat desa dalam mengolah bahan mentah menjadi produk bernilai tambah, sekaligus memicu pertumbuhan jiwa kewirausahaan lokal. Sebelumnya, masyarakat lebih terbiasa menjual hasil panen tambak dalam kondisi segar sehingga nilai ekonominya rendah dan sangat bergantung pada fluktuasi harga pasar.

Melalui inovasi pengolahan ini, tim pelaksana berharap produk olahan hasil tambak dapat berkembang pesat menjadi komoditas unggulan Desa Raci Kulon yang memiliki daya saing kuat di tingkat regional. Harapan ke depannya, kelompok usaha ini mampu meningkatkan kapasitas produksi dan mengurus seluruh aspek legalitas, mulai dari Nomor Induk Berusaha (NIB), Sertifikat PIRT, hingga Sertifikat Halal untuk menjamin kualitas di mata konsumen.

Dari kacamata tim pelaksana, program berskala industri rumah tangga ini sangat layak dan menjanjikan karena hanya membutuhkan modal peralatan dasar namun mampu mencetak keuntungan konsisten. Tim juga menekankan bahwa inovasi kaldu dari kepala udang bukan sekadar produk penyedap makanan biasa, melainkan langkah strategis yang memiliki nilai ekonomi tinggi sekaligus mendukung konsep zero waste atau ramah lingkungan.

Masyarakat serta mitra pelaku usaha menyambut antusias program pendampingan ini karena berhasil memberikan solusi aplikatif atas kebuntuan dalam mendiversifikasi hasil tambak. Tingginya apresiasi dan komitmen kemitraan ini secara nyata ditunjukkan pada Sabtu (11/7) di Balai Desa Raci Kulon, di mana tim pengabdian secara resmi menyerahkan aset awal berupa produk matang kepada Ninis Fitriyah Ningrum, perwakilan Kelompok Pelaku Usaha, sebagai modal langkah awal mereka merintis kemandirian ekonomi desa
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































