Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di bidang produksi keripik merupakan salah satu penggerak perekonomian masyarakat Desa Mojopuro Gede, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik. Sebagian besar usaha ini dikelola oleh masyarakat secara mandiri dengan memanfaatkan hasil pertanian lokal, seperti pisang, sebagai bahan baku utama. Meskipun memiliki potensi ekonomi yang cukup besar, proses produksi masih menghadapi berbagai kendala, terutama pada tahap pengirisan yang masih dilakukan secara manual.
Proses mengiris pisang menggunakan pisau membutuhkan waktu yang relatif lama, menguras tenaga, serta menghasilkan ketebalan irisan yang tidak seragam. Kondisi tersebut berdampak pada kualitas keripik yang dihasilkan, karena irisan yang terlalu tebal atau terlalu tipis akan memengaruhi tingkat kematangan saat proses penggorengan. Selain itu, pekerjaan yang dilakukan secara berulang juga meningkatkan risiko kelelahan hingga cedera ringan pada pelaku usaha.
Berbagai upaya sebenarnya telah dilakukan oleh pelaku UMKM untuk meningkatkan kapasitas produksi. Sebagian memilih menambah tenaga kerja agar target produksi dapat terpenuhi, namun cara ini berdampak pada meningkatnya biaya operasional. Ada pula yang menggunakan alat pengiris manual sederhana yang tersedia di pasaran, tetapi alat tersebut masih memerlukan tenaga yang cukup besar sehingga belum mampu meningkatkan efisiensi secara signifikan. Sementara itu, mesin pengiris elektrik komersial umumnya memiliki harga yang relatif tinggi sehingga kurang terjangkau bagi usaha berskala rumah tangga.
Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa KKN Reguler 8 Sub Kelompok 2 Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya menghadirkan sebuah inovasi berupa alat pengiris pisang elektrik sebagai salah satu bentuk Teknologi Tepat Guna (TTG). Alat ini dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat, baik dari segi kemudahan penggunaan, biaya pembuatan, maupun efektivitas dalam meningkatkan proses produksi.

Penggunaan alat pengiris pisang elektrik mampu menghasilkan irisan dengan ketebalan yang lebih seragam sehingga kualitas produk menjadi lebih baik. Selain itu, proses pengirisan berlangsung lebih cepat dibandingkan metode manual, sehingga kapasitas produksi dapat meningkat tanpa harus menambah jumlah tenaga kerja. Inovasi ini juga membantu mengurangi beban fisik pelaku usaha karena proses pengirisan tidak lagi dilakukan secara terus-menerus menggunakan pisau.
Selain meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi, alat ini dirancang agar mudah dioperasikan serta memiliki biaya perawatan yang relatif rendah. Dengan demikian, masyarakat dapat memanfaatkannya secara berkelanjutan tanpa memerlukan kemampuan teknis yang rumit. Kehadiran teknologi sederhana ini diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi UMKM keripik sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal Desa Mojopuro Gede.
Pada akhirnya, pengembangan alat pengiris pisang elektrik tidak hanya bertujuan mempercepat proses produksi, tetapi juga menjadi bentuk nyata penerapan inovasi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Melalui program KKN ini, mahasiswa berharap teknologi tepat guna dapat membantu pelaku UMKM meningkatkan produktivitas, menjaga kualitas produk, serta mendorong perkembangan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Penulis merupakan mahasiswa KKN Reguler 8 Sub Kelompok 2 Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya yang melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di Desa Mojopuro Gede, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik.
Oleh: Josi Dwi Nur Malasari (1612300017), Novi Andari, S.S., M.Pd.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































