Masyarakat pesisir harus berhenti mengandalkan penjualan hasil bumi dalam bentuk mentah. Praktek turun-temurun ini membuat petani tambak mengalami margin keuntungan yang sangat kecil akibat fluktuasi harga pasar yang tidak stabil. Untuk mengatasi ketimpangan ekonomi tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya melakukan pembaruan nyata di Desa Raci Kulon, Kabupaten Gresik. Melalui kolaborasi antara akademisi dan warga, program ini membuktikan bahwa inovasi sederhana dapat mengubah komoditas mentah menjadi produk kuliner bernilai jual tinggi yang siap bersaing di pasar modern.
Program pemberdayaan ini (What) meliputi pelatihan intensif pembuatan produk olahan hasil tambak dan pendampingan kewirausahaan. Tim pelaksana (Who) terdiri dari dosen pengusul Achmad Naufal Irsyadi, S.Hum., M.Li., bersama empat mahasiswa Untag Surabaya, yang bekerja sama dengan 15 anggota PKK dan Komunitas Pelaku Usaha Desa Raci Kulon.
Tim melatih warga memproses udang dan ikan menjadi tiga produk unggulan: Sambal Udang, Sambal Mujair Suwir, dan Kaldu Bubuk Kepala Udang. Pelatihan ini berlangsung di Balai Desa Raci Kulon, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik (Where) pada Juni hingga Juli 2026 (When). Kegiatan dilakukan dengan pendekatan partisipatif yang meliputi sosialisasi, demonstrasi memasak, pengemasan higienis (sealing botol dan standing pouch), perhitungan harga jual, serta pengenalan pemasaran digital (How). Rangkaian ini resmi ditutup dengan serah terima aset peralatan dan sampel produk kepada perwakilan warga pada 11 Juli 2026.

Tujuan utama program ini adalah meningkatkan nilai tambah ekonomi komoditas perikanan lokal yang melimpah namun selama ini kurang dihargai. Tim akademisi juga berupaya menumbuhkan semangat kewirausahaan serta membuka peluang usaha mikro baru bagi rumah tangga di desa. Secara khusus, warga dididik untuk menerapkan konsep ekonomi sirkular dan bebas limbah (zero waste). Limbah kepala udang yang biasanya dibuang dan mencemari lingkungan kini diolah menjadi kaldu bubuk alami yang kaya gizi dan bernilai ekonomi tinggi.
Masyarakat dan kelompok pelaku usaha Desa Raci Kulon menyambut inovasi ini dengan antusias. Mereka menyadari bahwa kebiasaan menjual ikan dan udang mentah ke pengepul membuat pendapatan mereka rentan dan sulit berkembang. Mitra PKK merasakan manfaat langsung dari transfer ilmu ini karena tidak hanya diajari memasak, tetapi juga dibekali keterampilan pengemasan modern dan pemahaman analisis kelayakan bisnis yang dapat diterapkan di skala rumahan. Komitmen dan rasa kepemilikan warga terlihat dari kesiapan Ninis Fitriyah Ningrum, perwakilan kelompok pelaku usaha, saat menerima serah terima aset produk sebagai modal awal penggerak ekonomi desa.
Tim pelaksana Untag Surabaya menilai Desa Raci Kulon menyimpan potensi ekonomi besar yang belum tergali. Berdasarkan analisis kelayakan finansial, bisnis olahan sambal dan kaldu bubuk ini sangat layak dan menguntungkan. Investasi peralatan skala rumah tangga dinilai terjangkau oleh warga, dan usaha ini diperkirakan cepat mencapai titik impas (Break Even Point). Keunggulan utama produk adalah rasa khas bahan baku segar lokal yang menjadi modal bersaing, dengan syarat warga konsisten menjaga mutu dan aktif mempromosikan produk lewat media sosial dan marketplace.
Dalam jangka pendek, program ini diharapkan mampu membentuk kelompok industri rumah tangga yang mandiri, terampil, dan memberikan penghasilan tambahan signifikan bagi keluarga. Untuk jangka panjang, tim dan masyarakat berharap produk Sambal Udang, Sambal Mujair Suwir, dan Kaldu Bubuk Kepala Udang berkembang menjadi oleh-oleh khas unggulan Kabupaten Gresik. inisiatif dari Raci Kulon ini diharapkan menjadi bukti nyata kemandirian ekonomi desa melalui optimalisasi potensi lokal.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer










































































