Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Pematangsiantar Santo Fransiskus dari Assisi menyatakan keprihatinan atas melemahnya nilai tukar rupiah yang menembus Rp18.000 per dolar AS serta tingginya inflasi Kota Pematangsiantar yang mencapai 5,14% pada Mei 2026, jauh di atas inflasi nasional sebesar 3,08%.
PMKRI menilai kondisi ini semakin membebani masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah yang sebagian besar penghasilannya digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan. Kenaikan harga komoditas seperti tomat, cabai merah, dan bawang merah menunjukkan persoalan inflasi daerah yang terus berulang tanpa solusi jangka panjang.
“Inflasi 5,14% bukan sekadar angka statistik. Di baliknya ada masyarakat yang harus mengurangi konsumsi, pedagang kecil yang kesulitan bertahan, dan mahasiswa yang semakin terbebani biaya hidup,” tegas Paulinus Mersiwince Gulo, Presidium Gerakan Kemasyarakatan PMKRI Pematangsiantar.
PMKRI menilai langkah-langkah yang selama ini dilakukan pemerintah masih bersifat sementara dan belum menyentuh akar persoalan, terutama ketergantungan pasokan pangan dari daerah lain yang membuat harga mudah bergejolak.
Karena itu, PMKRI mendesak Pemerintah Pusat dan Bank Indonesia memperkuat koordinasi kebijakan moneter dan fiskal untuk menstabilkan rupiah serta mengendalikan inflasi secara efektif. Di tingkat daerah, Pemerintah Kota Pematangsiantar didorong menyusun peta jalan ketahanan pangan, memperluas program contract farming, memperkuat distribusi pangan, serta menghadirkan sistem pemantauan harga yang transparan dan berbasis data.
“Kami tidak akan berhenti pada diskusi semata. Jika tidak ada langkah nyata dari pemerintah, PMKRI siap melakukan advokasi yang lebih kuat demi melindungi daya beli masyarakat,” pungkas Paulinus.
PMKRI Pematangsiantar menegaskan bahwa pelemahan rupiah dan tingginya inflasi merupakan ancaman serius bagi kesejahteraan rakyat yang harus segera ditangani melalui kebijakan yang terukur, berpihak kepada masyarakat, dan berkelanjutan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer








































































