Panyabungan – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Program Studi (Prodi) Hukum Pidana Islam (HPI) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Mandailing Natal. Salah seorang mahasiswa HPI, Zul Fahmi, dipercaya menjadi narasumber dalam Seminar Akademik dengan tema “Dari Riset Menuju Publikasi: Optimalisasi Karya Tulis Ilmiah dan Menembus Jurnal Bereputasi” yang diselenggarakan oleh Program Studi Manajemen Bisnis Syariah (MBS) pada Rabu, 3 Juni 2026, di Aula Gedung Terpadu STAIN Mandailing Natal.
Kepercayaan yang diberikan kepada Zul Fahmi menjadi bukti bahwa mahasiswa Prodi HPI STAIN Mandailing Natal tidak hanya berkembang dalam bidang akademik di ruang perkuliahan, tetapi juga mampu berkontribusi sebagai pemateri pada forum ilmiah. Dalam seminar tersebut, Zul Fahmi tampil sebagai narasumber bersama dosen Prodi Hukum Keluarga Islam (HKI), Bapak Defel Fakhyadi, M.A.Hk., membahas strategi peningkatan kualitas karya tulis ilmiah hingga peluang publikasi pada jurnal nasional dan internasional bereputasi.
Pada sesi penyampaian materi, Zul Fahmi menguraikan secara komprehensif mengenai peta publikasi ilmiah, mulai dari jurnal nasional terakreditasi hingga jurnal internasional bereputasi yang terindeks DOAJ hingga Scopus. Ia juga membagikan pengalaman empirisnya dalam proses publikasi, mulai dari menentukan topik penelitian yang memiliki nilai kebaruan, menyusun artikel sesuai standar akademik, memilih jurnal yang tepat, hingga menghadapi proses peer review.
Bersama Bapak Defel Fakhyadi, MA.Hk., pembahasan kemudian diarahkan pada strategi membangun budaya riset di kalangan mahasiswa melalui peningkatan kualitas penelitian, penguatan metodologi, serta kolaborasi akademik yang berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Zul Fahmi menekankan bahwa keberhasilan publikasi ilmiah selain bergantung pada kemampuan menulis, juga harus ada kesediaan untuk terus belajar melalui diskusi dan jejaring akademik.
“Salah satu strategi yang sangat membantu dalam meningkatkan kualitas artikel ilmiah adalah membiasakan diri berdiskusi dengan dosen, baik dari kampus sendiri maupun dari perguruan tinggi lain, termasuk jika memiliki kesempatan berkolaborasi dengan akademisi dari luar negeri. Karena melalui diskusi dan kolaborasi, kita bisa mendapatkan banyak perspektif baru, memperkuat kualitas analisis, dan tentunya meningkatkan peluang artikel diterima di jurnal bereputasi. Publikasi ilmiah pada dasarnya bukan hanya sekadar kerja individu, tetapi juga hasil dari jejaring akademik yang terus dibangun. Kolaborasi ya intinya,” ungkap Zul Fahmi.

Dipilihnya Zul Fahmi sebagai narasumber tidak terlepas dari rekam jejak akademik yang telah ia bangun selama menjadi mahasiswa Prodi HPI STAIN Mandailing Natal. Ia aktif mengikuti berbagai kompetisi karya tulis ilmiah tingkat nasional maupun internasional, pernah menjadi presenter pada konferensi internasional bidang Hukum Islam, serta beberapa kali dipercaya sebagai narasumber seminar, pelatihan, dan juri kompetisi karya tulis ilmiah.
Di bidang publikasi ilmiah, Zul Fahmi telah menghasilkan lebih dari 30 artikel yang dipublikasikan pada jurnal nasional terakreditasi SINTA 5, 4, 3, hingga SINTA 2. Selain itu, ia juga berhasil menerbitkan dua artikel pada jurnal internasional bereputasi terindeks Scopus Q2. Kiprah akademiknya turut diperkuat melalui penerbitan buku referensi bersama dosen STAIN Mandailing Natal dan penulisan book chapter hasil kolaborasi dengan dosen-dosen hukum dan syariah dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Capaian tersebut menjadi salah satu representasi komitmen Program Studi Hukum Pidana Islam STAIN Mandailing Natal dalam membangun budaya akademik yang berorientasi pada riset, publikasi, dan kolaborasi ilmiah. Program studi terus mendorong mahasiswa untuk aktif mengembangkan kompetensi, tidak hanya dalam penguasaan keilmuan hukum pidana Islam, tetapi juga dalam menghasilkan karya ilmiah yang memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan.
“Capaian ini menjadi bukti bahwa mahasiswa HPI memiliki potensi besar untuk berkiprah di forum akademik yang lebih luas. Kami berharap hal ini menjadi pemantik semangat bagi seluruh mahasiswa untuk lebih aktif dalam riset, menulis, serta membangun kolaborasi ilmiah dengan dosen maupun akademisi dari berbagai perguruan tinggi. Program studi akan terus mendorong terciptanya budaya akademik yang produktif dan kompetitif,” ujar Kepala Program Studi Hukum Pidana Islam STAIN Mandailing Natal, Dr. Muhamad Hasan Sebyar, M.H.
Keikutsertaan mahasiswa HPI sebagai narasumber pada forum akademik lintas program studi diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus meningkatkan kapasitas akademik, memperluas jejaring kolaborasi, serta berani berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional. Program Studi Hukum Pidana Islam STAIN Mandailing Natal berkomitmen untuk terus mendukung lahirnya mahasiswa yang unggul, produktif, dan adaptif dalam menghadapi tantangan dunia akademik global.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer








































































