GRESIK – Petani di Desa Lasem, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, kini punya cara baru mengusir hama padi tanpa harus menyemprot sawah dengan pestisida setiap hari. Sekelompok mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya mengenalkan alat perangkap serangga bertenaga surya yang bisa dirakit sendiri oleh warga, dan sudah dipasang langsung di lahan persawahan setempat.
Program ini berjalan dari Maret hingga Juli 2026 di bawah bimbingan Muchammad Rizal, S.Psi., M.Psi, dosen Fakultas Psikologi Untag Surabaya, bersama empat mahasiswa dari lintas jurusan: Figo Zulkarnain Al Azizi (Teknik Sipil), Dianizar El Ghifary (Manajemen), Eryy Setyawati (Arsitektur), dan Sinta Isya Nabila (Psikologi). Kegiatan ini digarap bersama Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) Desa Lasem sebagai mitra utama.
Alat yang mereka bawa disebut Insect Light Trap, atau perangkap serangga berbasis cahaya. Bentuknya sederhana: tiang dari pipa PVC setinggi sekitar 120-150 sentimeter, dilengkapi lampu LED ultraviolet, sensor otomatis, baterai, dan panel surya kecil sebagai sumber daya. Di bagian bawah lampu dipasang wadah plastik berisi campuran air dan deterjen.
Cara kerjanya mengandalkan sifat alami serangga yang tertarik pada cahaya. Begitu malam tiba dan sensor mendeteksi gelap, lampu menyala otomatis dan memancing serangga hama mendekat. Serangga yang terbang ke arah cahaya lalu jatuh ke wadah air di bawahnya dan tidak bisa keluar lagi karena campuran deterjen membuat permukaan air licin.
“Tujuan kami sebenarnya sederhana, menghadirkan alat yang bisa langsung dipakai petani untuk menekan hama tanpa harus terus bergantung pada pestisida kimia,” kata Muchammad Rizal, ketua tim pengabdian, saat ditemui di sela kegiatan.
Menurut tim, satu unit alat mampu melindungi lahan seluas 0,25 hingga 0,5 hektare. Untuk sawah yang lebih luas, petani tinggal menambah unit lain dengan jarak sekitar 20 sampai 30 meter antar alat. Karena mengandalkan panel surya, alat ini tidak membutuhkan sambungan listrik PLN maupun biaya operasional harian, dan seluruh komponennya bisa dibeli di toko-toko lokal.
Program dimulai dengan sosialisasi kepada kelompok tani mengenai dampak buruk pemakaian pestisida kimia berlebihan terhadap tanah, air, dan kesehatan. Setelah itu, warga diajak langsung merakit alat, mulai dari memasang rangka pipa, memasang lampu, hingga menempatkan wadah penampung. Tim mahasiswa juga memberikan pendampingan soal cara merawat alat, termasuk kapan wadah air perlu dibersihkan dan komponen mana yang perlu diganti secara berkala.
Perjalanan program ini bukan tanpa hambatan. Jadwal kegiatan sempat mundur dari rencana awal karena sebagian besar warga sibuk mengurus sawah dan tidak bisa sewaktu-waktu meninggalkan pekerjaannya. Koordinasi lapangan pun butuh waktu lebih lama dari perkiraan.
“Kesulitannya bukan di teknis merakit alat, tapi mengajak anggota kelompok tani supaya mau datang dan ikut membuat alatnya sendiri,” ujar Figo. Tim akhirnya memilih pendekatan personal dan menitipkan informasi lewat ketua Gapoktan yang sudah dipercaya warga, sampai akhirnya kegiatan bisa berjalan.
Selain memasang alat, mahasiswa juga mendokumentasikan setiap tahapan kegiatan, mulai dari sosialisasi, proses perakitan, hingga pemasangan di sawah, sebagai bahan laporan dan publikasi. Ke depan, tim berharap teknologi ini bisa direplikasi di desa-desa pertanian lain di sekitar Kabupaten Gresik yang menghadapi persoalan serupa.
Program ini merupakan bagian dari kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Untag Surabaya yang disupervisi oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Untag Surabaya, dengan total anggaran pelaksanaan sebesar Rp545.000.
Mahasiswa KKN Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya di Desa Lasem, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik
Figo Zulkarnain Al Azizi
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer










































































