Kediri (16/7). Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMA Wali Barokah Boarding School (WBBS) Kota Kediri diwarnai dengan pembekalan penting mengenai literasi digital, pada Kamis (16/7). Sekretaris DPD LDII Kota Kediri, Asyhari Eko Prayitno, hadir sebagai pemateri untuk membekali ratusan siswa baru dengan prinsip berinteraksi cerdas dan beretika di ruang digital yang dinamis.
Materi pembekalan ini menekankan pentingnya menjaga akhlakul karimah, integritas diri, dan fokus belajar di tengah gempuran arus informasi media sosial.
Dalam pemaparannya, Asyhari menyoroti fenomena ketergantungan gawai di kalangan remaja yang sering kali melampaui batasan wajar hingga mengganggu fokus ibadah dan belajar. Ia memberikan analogi mendalam mengenai bagaimana prioritas harian generasi muda perlahan bergeser ke layar kaca.
“Sering kali ketika gawai tertinggal saat berangkat ke tempat pengajian, perasaan kita seketika cemas, panik, dan tidak tenang sepanjang hari. Namun sebaliknya, ketika Al-Qur’an atau Al-Hadits yang tertinggal, kita cenderung menganggapnya sebagai hal biasa yang tidak perlu dirisaukan. Inilah tantangan besar spiritualitas kita hari ini,” ungkapnya.
Ia mengingatkan bahwa media sosial adalah alat yang bermata dua. Di satu sisi, platform digital menawarkan kemudahan komunikasi dan akses informasi yang luar biasa cepat. Di sisi lain, jika digunakan tanpa kendali, media sosial dapat memicu kecanduan, merusak kesehatan mental, hingga menyeret penggunanya ke dalam pusaran informasi palsu (hoax) serta perundungan siber (cyber bullying).
Guna memberikan landasan moral yang kuat, ia mengajak para siswa untuk merenungkan kandungan Surah Al-Hujurat ayat 6. Ayat tersebut memerintahkan umat beriman untuk selalu melakukan tabayyun atau verifikasi mendetail ketika menerima berita dari sumber yang meragukan.
Ia juga mengisahkan peristiwa sejarah di balik turunnya ayat tersebut (asbabunnuzul), yang melibatkan utusan Rasulullah SAW, Al-Walid bin Uqbah. Karena terburu-buru mengambil kesimpulan dari kejauhan tanpa melakukan klarifikasi langsung kepada kaum Bani Musthaliq, Al-Walid hampir saja memicu perang akibat laporan keliru yang dibawanya.
“Dari kisah sejarah ini kita belajar bahwa tergesa-gesa menyimpulkan sesuatu tanpa konfirmasi langsung bisa berakibat fatal. Di era digital, prinsip saring sebelum sharing adalah implementasi nyata dari tabayyun. Jangan sampai jempol kita menjadi sarana penyebar fitnah yang kelak mendatangkan penyesalan mendalam,” tegasnya.
Lebih lanjut, Asyhari membagikan arahan taktis yang sangat relevan bagi para santri dan siswa asrama dalam menyikapi dinamika media sosial. Ia meminta para siswa untuk sepenuhnya mengabaikan debat kusir dan tidak melayani provokasi dari akun-akun pembenci (haters) di dunia maya karena hal tersebut dinilai tidak produktif.
Jika mendapati tren atau sentimen negatif yang menyerang institusi atau organisasi, ia mengimbau para siswa untuk meresponsnya dengan cara yang cerdas, anggun, dan beradab.
“Jangan membalas kemarahan dengan kemarahan. Cara terbaik untuk menghadapi isu negatif adalah dengan menimbunnya melalui konten-konten positif. Mari kita naikkan secara serentak informasi prestasi sekolah, kegiatan kerja bakti, aksi sosial yang inklusif, serta kontribusi kita untuk masyarakat. Gunakan tagar resmi yang membangun seperti #LDIIuntukBangsa,” imbuhnya.
Ia juga mengingatkan para siswa untuk berhati-hati dalam menjaga privasi data pribadi, membatasi waktu penggunaan gawai agar tidak kecanduan, serta selalu memikirkan dampak jangka panjang dari jejak digital yang mereka tinggalkan.
Melalui pembekalan literasi digital yang komprehensif ini, SMA Wali Barokah Boarding School berkomitmen untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga mandiri, berilmu, dan memiliki ketahanan moral yang kokoh dalam memanfaatkan teknologi informasi demi kemaslahatan bersama.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































