Sumbawa Barat – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan publik yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat, salah satunya melalui penguatan sistem penjaminan keamanan pangan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan pelayanan publik terpadu yang melibatkan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bersama Balai Pengawas Obat dan Makanan (Balai POM) di Bima pada Kamis (23/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Forum YASINAN (Pelayanan Setara Inklusif Andalan), sebuah inovasi Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat yang telah berjalan selama lebih dari 12 tahun sebagai wadah komunikasi langsung antara pemerintah dan masyarakat.
Pelayanan terpadu tersebut menghadirkan berbagai layanan yang mencakup seluruh rantai keamanan pangan, mulai dari pangan segar hingga pangan olahan. Masyarakat memperoleh edukasi sekaligus pelayanan dari berbagai instansi sesuai dengan kewenangan masing-masing sehingga dapat memahami pentingnya keamanan pangan secara menyeluruh.
Dinas Ketahanan Pangan bersama Dinas Pertanian memberikan sosialisasi mengenai keamanan Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT). Materi yang disampaikan menekankan pentingnya menjaga mutu dan keamanan hasil pertanian sejak proses budidaya hingga dipasarkan kepada konsumen. Pada saat yang sama, Dinas Peternakan memberikan edukasi mengenai keamanan Pangan Segar Asal Hewan (PSAH), sedangkan Dinas Perikanan menyampaikan materi mengenai keamanan Pangan Segar Asal Ikan (PSAI).

Tidak hanya itu, Dinas Kesehatan juga memberikan pelayanan dan sosialisasi terkait keamanan Pangan Olahan Siap Saji (POSS) serta Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). Sementara itu, Balai POM di Bima memberikan edukasi mengenai keamanan pangan olahan, termasuk pentingnya masyarakat menjadi konsumen yang cerdas dalam memilih produk pangan yang aman, bermutu, dan memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan.
Dalam kesempatan yang sama, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) membuka pelayanan pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi pelaku usaha pangan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat mendorong pelaku usaha, khususnya usaha mikro dan rumah tangga, untuk memperoleh legalitas usaha secara lebih mudah sehingga mampu meningkatkan daya saing produk sekaligus memberikan jaminan kepercayaan kepada konsumen.
Sebagai bagian dari upaya perlindungan masyarakat, tim gabungan juga melaksanakan pengujian cepat terhadap berbagai komoditas pangan yang beredar di wilayah Kabupaten Sumbawa Barat. Sampel yang diuji meliputi produk ikan, daging, buah-buahan, sayuran, serta berbagai jenis pangan olahan.
Pengujian tersebut bertujuan untuk mendeteksi secara dini kemungkinan adanya bahan berbahaya atau ketidaksesuaian mutu pada produk pangan yang beredar di masyarakat. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa seluruh sampel yang diuji memenuhi persyaratan mutu dan keamanan pangan. Dengan demikian, produk-produk tersebut dinyatakan layak untuk dikonsumsi oleh masyarakat.
Hasil tersebut menjadi indikator positif bahwa upaya pembinaan, pengawasan, dan edukasi yang selama ini dilakukan oleh pemerintah daerah bersama instansi terkait telah memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pangan yang beredar di Kabupaten Sumbawa Barat. Meski demikian, pemerintah tetap menekankan pentingnya pengawasan yang dilakukan secara berkesinambungan sebagai langkah preventif untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap keamanan pangan.
Pelaksanaan pelayanan terpadu tersebut disinergikan dengan Forum YASINAN, sebuah inovasi pelayanan publik yang menjadi kebanggaan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat. Selama lebih dari satu dekade, forum ini telah menjadi media komunikasi yang mempertemukan pemerintah dengan masyarakat dalam suasana yang setara dan inklusif. Melalui forum tersebut, masyarakat memiliki kesempatan untuk menyampaikan berbagai aspirasi, permasalahan, maupun kebutuhan yang dihadapi secara langsung kepada pemerintah sehingga solusi dapat dirumuskan secara bersama-sama.
Kegiatan dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa Barat, drh. Hairul, MM. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat memiliki komitmen kuat untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, termasuk dalam menjamin keamanan pangan yang dikonsumsi masyarakat.
Menurutnya, keamanan pangan merupakan salah satu fondasi penting dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, dan berkualitas. Oleh karena itu, sinergi lintas sektor harus terus diperkuat agar pengawasan dan pembinaan terhadap pangan dapat berjalan secara efektif mulai dari proses produksi, distribusi, hingga dikonsumsi oleh masyarakat.
“Kami berkomitmen untuk terus memastikan bahwa masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat memperoleh pangan yang aman untuk dikonsumsi. Keamanan pangan bukan hanya menjadi tanggung jawab satu instansi, tetapi merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan kolaborasi seluruh perangkat daerah, pemerintah pusat, pelaku usaha, dan masyarakat,” ujar Hairul.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Balai POM di Bima, Adjis Sandjaya, S.Si., yang memberikan apresiasi atas penyelenggaraan pelayanan terpadu yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat. Menurutnya, pendekatan pelayanan yang mengintegrasikan berbagai instansi dalam satu kegiatan merupakan langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas edukasi sekaligus memperluas jangkauan pelayanan kepada masyarakat.
Adjis menyampaikan bahwa keamanan pangan tidak dapat diwujudkan hanya melalui pengawasan oleh pemerintah. Dibutuhkan partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat sebagai konsumen yang cerdas.
Ia juga menilai bahwa integrasi layanan edukasi, pembinaan, pengujian cepat, serta fasilitasi legalitas usaha dalam satu kegiatan memberikan manfaat yang besar karena masyarakat dapat memperoleh berbagai layanan sekaligus tanpa harus mendatangi banyak instansi secara terpisah.
Melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, Balai POM di Bima, serta seluruh OPD yang terlibat, diharapkan budaya konsumsi pangan yang aman, bermutu, dan bergizi semakin tumbuh di tengah masyarakat. Sinergi tersebut sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan sistem pengawasan pangan yang efektif dan berkelanjutan sehingga mampu mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat serta pembangunan daerah yang berkualitas.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer









































































