Malili, Luwu Timur – 25 Juli 2026. Sebagai upaya menumbuhkan minat baca dan memperkuat budaya literasi sejak usia dini, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin Posko Desa Laskap menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Jelajah Dunia Lewat Buku, Lomba Mewarnai, dan Storytelling Anak” dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026. Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Desa Laskap, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, pada Sabtu (25/7) tersebut menghadirkan konsep pembelajaran yang memadukan literasi, kreativitas, dan komunikasi dalam satu rangkaian kegiatan.
Mengangkat tema “Jelajah Dunia Lewat Buku, Berkarya Lewat Warna, Berprestasi Lewat Cerita”, kegiatan ini diikuti oleh 74 siswa dari SD Negeri 225 Karebbe dan SD Negeri 241 Labose. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Laskap, jajaran aparat desa, serta perwakilan guru dari kedua sekolah yang memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi wujud kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan sekolah dalam menciptakan ruang belajar yang lebih menarik bagi anak-anak.
Kegiatan diawali dengan pembukaan, perkenalan mahasiswa KKN-T, serta ice breaking yang langsung disambut antusias oleh para peserta. Berbagai permainan sederhana dan yel-yel membuat suasana menjadi lebih akrab sehingga anak-anak terlihat bersemangat mengikuti setiap rangkaian kegiatan yang telah disiapkan.
Fokus utama kegiatan ini adalah Gerakan “Jelajah Dunia Lewat Buku”, sebuah program literasi yang dirancang untuk mengajak anak-anak mengenal dunia melalui buku dan cerita. Berbeda dengan pembelajaran yang bersifat satu arah, mahasiswa KKN-T menghadirkan metode belajar yang interaktif sehingga peserta tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga terlibat aktif dalam setiap sesi.
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diajak “berkeliling dunia” dengan mengunjungi empat negara, yaitu Jepang, Mesir, Italia, dan Korea Selatan melalui cerita yang dibawakan oleh mahasiswa KKN. Setiap negara diperkenalkan melalui berbagai aspek, mulai dari letak geografis, budaya, pakaian tradisional, makanan khas, bangunan ikonik, hingga kebiasaan masyarakatnya. Penyampaian materi didukung dengan peta dunia, gambar, dan media visual sehingga peserta lebih mudah memahami materi yang disampaikan.
Suasana belajar berlangsung komunikatif. Di sela-sela penyampaian materi, mahasiswa KKN memberikan pertanyaan sederhana yang mengajak anak-anak berpikir dan berani mengemukakan pendapat. Peserta tampak antusias menjawab setiap pertanyaan, menebak asal negara dari gambar yang ditampilkan, hingga berbagi pengetahuan yang telah mereka miliki. Tidak sedikit peserta yang mengangkat tangan untuk bertanya mengenai budaya dan kehidupan masyarakat di negara-negara tersebut.
Untuk memperkuat pemahaman peserta, setiap sesi diakhiri dengan diskusi singkat dan permainan edukatif yang berkaitan dengan materi yang telah dipelajari. Melalui permainan tersebut, anak-anak diajak mengingat kembali informasi yang telah diperoleh sekaligus melatih kemampuan bekerja sama dengan teman-temannya. Pendekatan ini membuat proses belajar berlangsung lebih santai tanpa mengurangi tujuan utama kegiatan, yaitu meningkatkan minat baca dan memperluas wawasan peserta.
Koordinator kegiatan meyakini bahwa literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca, tetapi juga kemampuan memahami informasi, mengolahnya, dan mengomunikasikan kembali kepada orang lain. Oleh karena itu, Gerakan “Jelajah Dunia Lewat Buku” dirancang agar anak-anak memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus mendorong mereka untuk lebih dekat dengan buku sebagai sumber pengetahuan.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang sesi berlangsung. Anak-anak aktif mengikuti setiap permainan, berdiskusi dengan teman, serta menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi terhadap negara-negara yang diperkenalkan. Bagi sebagian peserta, kegiatan tersebut menjadi pengalaman pertama mengenal berbagai budaya dunia melalui pendekatan yang interaktif. Hal tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran yang dikemas secara kreatif mampu menarik perhatian anak-anak sekaligus meningkatkan keterlibatan mereka selama proses belajar.
Melalui program ini, mahasiswa KKN-T berharap anak-anak tidak lagi memandang membaca sebagai aktivitas yang membosankan. Sebaliknya, membaca diharapkan menjadi pintu untuk mengenal berbagai budaya, memperluas wawasan, serta menumbuhkan rasa ingin tahu terhadap dunia di sekitar mereka. Harapan tersebut menjadi dasar penyelenggaraan Gerakan “Jelajah Dunia Lewat Buku” sebagai program utama dalam peringatan Hari Anak Nasional di Desa Laskap.
Setelah mengikuti sesi literasi, peserta mengikuti Kompetisi Storytelling yang menjadi salah satu agenda utama dalam peringatan Hari Anak Nasional. Kompetisi ini diikuti oleh siswa kelas IV hingga VI yang sebelumnya telah mempersiapkan cerita untuk ditampilkan di hadapan dewan juri, guru pendamping, serta peserta lainnya.
Satu per satu peserta tampil dengan penuh semangat membawakan cerita menggunakan gaya, intonasi, dan ekspresi yang beragam. Meskipun sebagian peserta masih terlihat gugup saat berada di atas panggung, mereka tetap berusaha menyampaikan cerita dengan percaya diri. Penampilan tersebut mendapat apresiasi dari para guru, mahasiswa KKN, dan teman-teman peserta yang memberikan dukungan selama perlombaan berlangsung.
Dewan juri menilai setiap penampilan berdasarkan penguasaan isi cerita, artikulasi, intonasi, ekspresi, kontak dengan audiens, serta kepercayaan diri peserta. Tidak hanya berorientasi pada penentuan juara, kompetisi ini juga menjadi sarana bagi anak-anak untuk mengembangkan kemampuan berbicara di depan umum, menyusun alur cerita secara runtut, dan menyampaikan gagasan dengan bahasa yang baik.
Menurut panitia, storytelling dipilih karena memiliki keterkaitan yang erat dengan kemampuan literasi. Anak yang memahami isi bacaan akan lebih mudah menceritakan kembali informasi yang diperoleh dengan bahasa sendiri. Oleh karena itu, kompetisi ini diharapkan dapat menjadi media untuk melatih kemampuan memahami bacaan sekaligus meningkatkan keterampilan komunikasi anak sejak usia sekolah dasar.
Selain itu, peserta juga mengikuti Lomba Mewarnai Anak yang berlangsung dalam suasana penuh keceriaan. Melalui kegiatan ini, anak-anak diberikan kesempatan untuk mengekspresikan kreativitas dan imajinasi mereka melalui perpaduan warna. Tidak sedikit peserta yang menunjukkan hasil karya dengan kombinasi warna yang menarik dan unik, mencerminkan kreativitas serta karakter masing-masing.
Ketua Panitia, Nagita Ardani Sahir, mengatakan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman belajar yang berbeda bagi anak-anak melalui pendekatan yang menyenangkan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa belajar tidak harus selalu dilakukan di dalam kelas. Melalui kegiatan ini, anak-anak dapat mengenal dunia melalui buku, melatih keberanian untuk bercerita, serta mengembangkan kreativitas dalam suasana yang menyenangkan. Kami berharap pengalaman ini dapat menumbuhkan kebiasaan membaca dan meningkatkan rasa percaya diri mereka untuk terus belajar dan berkarya,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Laskap menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN-T Universitas Hasanuddin yang telah menghadirkan kegiatan edukatif dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional.
“Kami mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN-T Universitas Hasanuddin yang menghadirkan kegiatan positif bagi anak-anak di Desa Laskap. Program seperti ini tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga menambah wawasan, melatih keberanian, dan mendorong anak-anak agar semakin gemar membaca. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan dan menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk bersama-sama mendukung pendidikan anak-anak di desa,” ungkapnya.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapat sambutan yang sangat baik dari peserta maupun para tamu undangan. Antusiasme anak-anak terlihat sejak awal hingga akhir kegiatan. Mereka aktif mengikuti setiap sesi, mulai dari menjawab pertanyaan dalam kegiatan literasi, berpartisipasi dalam permainan edukatif, hingga menampilkan kemampuan terbaik pada kompetisi storytelling dan lomba mewarnai.
Sebagai penutup, panitia mengumumkan para pemenang Lomba Mewarnai dan Kompetisi Storytelling, kemudian dilanjutkan dengan penyerahan hadiah, piagam penghargaan, serta sesi foto bersama. Momen tersebut menjadi bentuk apresiasi atas semangat, kreativitas, dan keberanian seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam memeriahkan Hari Anak Nasional 2026.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-T Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin berharap Gerakan “Jelajah Dunia Lewat Buku” tidak berhenti sebagai program dalam rangka Hari Anak Nasional, tetapi dapat menjadi awal tumbuhnya budaya literasi di lingkungan sekolah maupun masyarakat Desa Laskap. Kolaborasi yang telah terjalin antara mahasiswa, Pemerintah Desa Laskap, dan pihak sekolah diharapkan dapat terus berlanjut melalui berbagai kegiatan pendidikan yang mendorong anak-anak untuk gemar membaca, berani menyampaikan pendapat, serta mengembangkan potensi yang dimiliki.
Tentang Kegiatan
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin di Desa Laskap, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur. Program ini mengusung tema “Jelajah Dunia Lewat Buku, Berkarya Lewat Warna, Berprestasi Lewat Cerita” sebagai upaya meningkatkan literasi, kreativitas, serta kemampuan komunikasi anak melalui pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan.
Kontak Media
Panitia Pelaksana KKN-T Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin
Posko Desa Laskap, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur
—Selesai—
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer







































































