Di balik sebuah karya bertema perkeretaapian yang tengah dipersiapkan oleh para santri, terdapat kisah persahabatan yang telah terjalin selama bertahun-tahun. Nama Hardo Maheswara dan Haidar Daniswara menjadi dua sosok yang banyak diperbincangkan setelah diketahui menjadi tokoh utama di balik lahirnya film bertema railfans berjudul Di Atas Roda Besi.
Bagi Hardo Maheswara, dunia kereta api bukan sekadar hobi. Selama hampir satu dekade, ia dikenal aktif sebagai railfans yang telah menjelajahi berbagai jalur kereta di Pulau Jawa, mulai dari Merak di ujung barat hingga Ketapang, Banyuwangi di ujung timur. Beragam kelas layanan pun telah ia rasakan, dari kelas Ekonomi hingga Suite Class Compartment. Pengalaman tersebut menjadikannya salah satu sosok yang cukup dikenal di lingkungan pertemanannya ketika membahas perjalanan menggunakan kereta api.
Sejak tahun 2023, Hardo mulai rutin mengajak sejumlah santri menikmati perjalanan menggunakan kereta api ke berbagai kota. Tidak sekadar berlibur, perjalanan tersebut juga dimanfaatkan sebagai sarana memperkenalkan dunia perkeretaapian, mulai dari budaya di stasiun, operasional perjalanan, hingga pengalaman menikmati perjalanan yang aman dan nyaman.
Di antara orang-orang yang pertama kali diajak menikmati pengalaman tersebut adalah Haidar Daniswara. Pertemanan keduanya telah terjalin sejak awal menjadi santri di pondok pesantren. Dari perjalanan pertama itulah lahir banyak cerita, pengalaman, hingga berbagai dinamika yang kemudian menjadi inspirasi dalam sebuah karya yang kini mulai diproduksi.
Menariknya, gagasan untuk mengangkat pengalaman mereka ke dalam sebuah film sebenarnya telah muncul sejak perjalanan perdana pada tahun 2023. Namun karena padatnya aktivitas sebagai santri, ide tersebut harus tertunda selama beberapa tahun. Baru pada tahun 2026, rencana tersebut mulai diwujudkan melalui proses produksi yang melibatkan banyak pihak.
Di balik proses tersebut, Hardo dan Haidar tidak bekerja sendiri. Produksi film ini juga mendapat dukungan besar dari Zaky Teguh, yang sejak awal menjadi salah satu penggerak penting dalam latihan, koordinasi, hingga proses pengambilan gambar. Bersama Sayyid Muchsin, Awadh Abduh, serta santri-santri lainnya, mereka membentuk sebuah tim produksi yang saling melengkapi demi menghadirkan karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memperkenalkan dunia perkeretaapian kepada masyarakat.
Kolaborasi para santri ini menjadi daya tarik tersendiri. Dengan waktu produksi yang terbatas di tengah aktivitas pesantren, mereka tetap berusaha menjalani latihan, menyusun adegan, dan melakukan proses syuting secara bertahap. Semangat kebersamaan menjadi modal utama hingga proyek tersebut terus menunjukkan perkembangan.
Selain mulai aktif memproduksi film, Hardo juga dikenal melalui akun Instagram @hardo_railfans_d1 serta channel YouTube Hardo Railfans Daop 1, tempat ia membagikan dokumentasi perjalanan, pengalaman sebagai railfans, serta edukasi ringan mengenai dunia perkeretaapian Indonesia.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer









































































