SD Negeri Ujung-Ujung 01, Senin (03/08/2026) – Belajar mengenai sampah tidak harus selalu serius dan membosankan. Melalui program Gerak Pilah (Gerakan Edukasi dan Praktik Pemilahan Sampah Rumah Tangga), Mahasiswa KKN-T 122 Universitas Diponegoro (UNDIP) mengajak siswa sekolah dasar mengenal sampah dengan cara yang edukatif, interaktif, dan menyenangkan.
Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas IV dan V, diawali dengan sesi sosialisasi mengenai sampah yang dikemas secara interaktif. Para siswa diajak mengenali berbagai contoh sampah yang sering mereka temui dalam kehidupan sehari-hari, sehingga materi yang disampaikan terasa dekat dengan pengalaman mereka.
Selanjutnya mahasiswa memperkenalkan jenis-jenis sampah beserta cara membedakannya. Siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga dilibatkan secara langsung melalui pertanyaan dan interaksi selama kegiatan. Dengan pendekatan tersebut, siswa diajak untuk mulai memahami bahwa setiap jenis sampah memiliki karakteristik dan cara pengelolaan yang berbeda-beda.

Materi kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai bahaya sampah apabila tidak dikelola dengan baik. Mulai dari polusi lingkungan hingga dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari, materi disampaikan menggunakan bahasa yang sederhana dan contoh yang mudah dipahami oleh siswa.
Agar suasana belajar semakin seru, sesi sosialisasi juga diselingi dengan berbagai permainan edukatif. Game dirancang untuk menguji pemahaman siswa sekaligus membuat mereka lebih aktif selama kegiatan. Siswa diajak menjawab pertanyaan, berinteraksi, dan berpartisipasi secara langsung sehingga suasana menjadi kegiatan lebih hidup.
Setelah mendapatkan pemahaman mengenai sampah, kegiatan kemudian dilanjutkan dari edukasi ke kreasi. Pada sesi terakhir, siswa diajak menghias dan melukis keranjang sampah yang dibuat dari galon bekas. Galon bekas yang telah disiapkan sebelumnya disulap menjadi keranjang sampah yang lebih menarik dan memiliki fungsi.

Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar mengenai pentingnya memilah sampah, tetapi juga melihat secara langsung bahwa barang bekas dapat dimanfaatkan kembali menjadi sesuatu yang berguna. Kreativitas siswa pun dituangkan melalui berbagai gambar dan warna pada keranjang sampah yang mereka buat.
Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan. Interaksi, permainan, hingga kegiatan melukis membuat proses belajar mengenai pengelolaan sampah terasa lebih menyenangkan. Konsep “belajar sambil bermain dan berkarya” menjadi bagian penting dalam Gerak Pilah agar pesan mengenai kepedulian lingkungan dapat lebih mudah diterima oleh siswa.
Adanya Gerak Pilah, mahasiswa KKN-T 122 UNDIP berupaya menanamkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana. Mengenali sampah, memahami jenisnya, mengetahui bahayanya, hingga membiasakan diri memilah sampah merupakan langkah kecil yang dapat dilakukan sejak dini.
Dari edukasi ke kreasi, Gerak Pilah tidak hanya mengajak siswa untuk mengetahui tentang sampah, tetapi juga mengajak mereka untuk berinteraksi, berpikir, dan berkarya. Sebuah langkah sederhana untuk membangun kebiasaan peduli lingkungan sejak bangku sekolah dasar.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer



































































