Laporan keuangan merupakan sumber informasi yang digunakan oleh manajemen, investor, dan kreditor dalam mengambil keputusan ekonomi. Informasi tersebut harus disajikan secara jujur dan akurat agar dapat dipercaya oleh para pengguna laporan keuangan. Namun, masih banyak perusahaan yang menghadapi risiko kecurangan (fraud) akibat lemahnya sistem pengawasan dan pengendalian. Oleh karena itu, sistem pengendalian internal yang efektif sangat penting untuk mencegah kecurangan dan menjaga kualitas laporan keuangan perusahaan.
Sistem pengendalian internal merupakan serangkaian proses yang digunakan perusahaan untuk mengatur kegiatan, menjaga aset, dan membantu mencapai tujuan perusahaan. Pengendalian internal tidak hanya berkaitan dengan pencatatan keuangan, tetapi juga mencakup kegiatan operasional dan pengawasan yang dilakukan dalam perusahaan. Menurut Ilham dan Hafidh Ali, sistem pengendalian internal digunakan untuk mengendalikan dan mengatur fungsi-fungsi dalam organisasi agar aktivitas dapat berjalan sesuai dengan perencanaan sehingga tujuan perusahaan dapat dicapai secara efektif dan efisien (Ilham & Hafidh Ali, 2023: 39). Dalam penerapannya, pengendalian internal mencakup beberapa komponen yang saling berkaitan, seperti lingkungan pengendalian, penilaian risiko, aktivitas pengendalian, informasi dan komunikasi, serta pemantauan. Setiap komponen perlu dijalankan dengan baik karena kelemahan pada salah satu bagian dapat memengaruhi efektivitas pengendalian secara keseluruhan. Dengan adanya sistem pengendalian internal yang jelas, perusahaan dapat mengurangi risiko kesalahan dan penyimpangan serta menjalankan kegiatan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Penerapan sistem pengendalian internal yang baik dapat mengurangi peluang terjadinya kecurangan dalam perusahaan. Kecurangan dapat muncul ketika terdapat kelemahan dalam pengawasan atau ketika seseorang memanfaatkan kesempatan untuk menyalahgunakan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Oleh karena itu, perusahaan perlu melakukan penilaian terhadap berbagai risiko kecurangan dan melakukan pengawasan secara rutin agar penyimpangan dapat segera diketahui. Dalam penelitian Ilham dan Hafidh Ali, proses pemantauan di BFO Banyuwangi dilakukan secara digital maupun non-digital dan melibatkan manajer sehingga risiko kecurangan lebih mudah dideteksi (Ilham & Hafidh Ali, 2023: 45). Selain itu, penelitian tersebut menunjukkan bahwa pemisahan tugas yang kurang memadai dapat meningkatkan potensi terjadinya fraud apabila tidak disertai dengan pengawasan yang baik. Dengan demikian, pengendalian dan pengawasan yang dilakukan secara konsisten dapat membantu perusahaan mencegah serta mendeteksi kecurangan sejak dini.
Pengendalian internal yang efektif memberikan manfaat bagi perusahaan melalui peningkatan kualitas laporan keuangan, efisiensi operasional, dan kepercayaan para pemangku kepentingan. Pengendalian yang baik membantu memastikan bahwa transaksi dicatat dengan benar sehingga informasi yang disajikan dalam laporan keuangan dapat dipercaya. Selain itu, adanya prosedur dan pembagian tanggung jawab yang jelas dapat membuat kegiatan operasional perusahaan berjalan lebih teratur. Hasil penelitian Idawati dan Eleonora menunjukkan bahwa sistem pengendalian internal berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan pada Pemerintah Kota Bekasi (Idawati & Eleonora, 2020: 166). Hal tersebut menunjukkan bahwa pengendalian internal yang diterapkan dengan baik dapat membantu organisasi menghasilkan laporan keuangan yang berkualitas, karena proses pencatatan dan pengawasan dilakukan secara lebih terstruktur. Ketika informasi keuangan dapat dipercaya dan kegiatan perusahaan diawasi dengan baik, manajemen akan lebih mudah menentukan langkah yang tepat bagi keberlangsungan perusahaan.
Dengan demikian, setiap perusahaan perlu menerapkan dan mengevaluasi sistem pengendalian internal secara berkelanjutan agar mampu mencegah kecurangan dan menghasilkan laporan keuangan yang berkualitas. Pengendalian internal yang baik tidak hanya membantu perusahaan mengurangi risiko kecurangan, tetapi juga membuat kegiatan perusahaan berjalan lebih teratur. Penerapan pengendalian internal perlu dilakukan secara konsisten karena kondisi dan risiko yang dihadapi perusahaan dapat berubah dari waktu ke waktu. Dengan adanya pengawasan yang baik, perusahaan dapat menemukan kesalahan atau penyimpangan lebih awal dan segera melakukan perbaikan. Oleh karena itu, pengendalian internal yang efektif menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan dan pengelolaan perusahaan yang baik.
Penulis: Aurelia Eka Padma Sari
Daftar Pustaka
Idawati, W., & Eleonora, L. (2020). Penerapan sistem pengendalian intern dan akuntabilitas
keuangan dalam mewujudkan kualitas laporan keuangan. EQUITY: Jurnal Ekonomi,
Manajemen, Akuntansi, 22(2), 153–172. https://doi.org/10.34209/equ.v22i2.1367
Ilham, M., & Hafidh Ali, A. (2023). Analisis sistem pengendalian internal berbasis COSO
dalam upaya pencegahan fraud (Studi kasus di Bank Syariah Indonesia Kantor Branch
Financing Operasion (BFO) Banyuwangi). Mazinda: Jurnal Akuntansi, Keuangan, dan
Bisnis, 1(2), 38–47. https://doi.org/10.35316/mazinda.v1i2.3522
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer





































































