Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro (UNDIP) Desa Pakang, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali, melaksanakan rangkaian program Multidisiplin 2 bertema Pelestarian Lingkungan Desa melalui sosialisasi pengelolaan limbah, demonstrasi pengolahan limbah, edukasi kesehatan, serta penyediaan rumah burung hantu guna melestarikan ekosistem sawah.
Rangkaian kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pengelolaan sampah, sekaligus mendorong agar produk yang diberikan dapat terus dimanfaatkan setelah kegiatan KKN berakhir. Program ini melibatkan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu dengan pendekatan yang berbeda, mulai dari aspek hukum, sains, budaya, ekonomi, hingga pemerintahan.
Kegiatan utama diawali pada tanggal 8 Agustus 2026 bertempat di Balai Desa Pakang bersama ibu-ibu PKK yakni sosialisasi hak dan kewajiban masyarakat dalam pengelolaan sampah yang disampaikan oleh mahasiswa Fakultas Hukum, Nabita Novia Ayu. Tujuan sosialisasi ini yakni memberikan pemahaman kepada ibu-ibu PKK mengenai peran serta tanggung jawab warga dalam pengelolaan sampah sesuai dengan Undang-undang No. 18 tahun 2008.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi Edukasi Bahaya Limbah Minyak Jelantah Bagi Lingkungan dan Kesehatan oleh Anisa Hanifah Kusuma Wardani dari Fakultas Kesehatan Masyarakat. Tidak hanya menyampaikan materi, mahasiswa juga membagikan leaflet yang berisi bahaya limbah minyak jelantah bagi kesehatan agar bisa menjadi referensi praktik pengolahan limbah sehingga masyarakat dapat melihat secara langsung bagaimana limbah rumah tangga dapat dimanfaatkan kembali.
Untuk menjaga keberlanjutan edukasi, Alvan Muhammad Rafi Gunawan mengadakan demonstrasi pembuatan sabun dari minyak jelantah secara langsung kepada ibu-ibu PKK. Mahasiswa menjelaskan proses dan unsur kimia dalam pembuatan sabun dari minyak jelantah, sehingga masyarakat dapat berperan aktif dalam pengolahan kembali limbah rumah tangga.
Dari sisi ekonomi dan bisnis, Nadia Atha Taryana dan Lisna Nur Fadhilah membuat rancangan perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) dan modal dari produk sabun tersebut. Edukasi perhitungan tersebut menjadi sarana bagi masyarakat untuk dapat mewujudkan ekonomi keberlanjutan. Lalu, untuk mendukung sarana penjualan produk, Alysa Maryani Lubis memberikan edukasi terkait branding dan promosi produk, sehingga masyarakat diharapkan mampu menerapkan teknik promosi yang menarik.
Pada rangkaian kegiatan yang berbeda, mahasiswa Loluth Badrawibawa Haliwungan melakukan sosialisasi dan demonstrasi sederhana mengenai pemanfaatan kotoran kambing menjadi briket arang yang bernilai jual. Kegiatan ini berlangsung bersama Gapoktan Desa Pakang pada hari kamis, 6 agustus 2026 di kediaman bapak susanto selaku ketua Gapoktan. Pada kegiatan tersebut mahasiswa turut memberikan contoh hasil dan kemasan produk sebagai referensi untuk diterapkan setelah kegiatan berlangsung.

Rangkaian program juga mencakup aspek pelestarian ekosistem lingkungan yang dilaksanakan oleh Iqbal Tawakkal dan Muhammad Rayhan Pahlevi untuk menanggulangi hama tikus yang belakangan ini menjadi salah satu masalah yang cukup serius pada sektor pertanian di desa Pakang. Dalam program ini, mahasiswa membuat produk rumah burung hantu beserta rancangan desain dan rancangan biaya untuk diserahkan kepada Gapoktan desa Pakang. Melalui program pembuatan rumah burung hantu ini, diharapkan ekosistem sawah di desa Pakang dapat membaik dan hama pengganggu pertanian seperti tikus dapat diatasi melalui predator alaminya yaitu burung hantu.
Perwakilan Ibu-ibu PKK desa Pakang, Ibu Sri, menyampaikan apresiasi terhadap kehadiran dan keterlibatan mahasiswa KKN UNDIP bersama masyarakat. “Menurut kami kedatangan KKN Universitas Diponegoro di desa Pakang ini berdampak positif kepada masyarakat dengan menggali apa saja yang dibutuhkan oleh masyarakat, dan menghadirkan program-program serta kegiatan yang bermanfaat dan berkesinambungan. Mereka juga telah bekerjasama dengan perangkat desa Pakang, pimpinan-pimpinan wilayah, tokoh-tokoh masyarakat, tokoh agama, serta di dunia pendidikan.“
Keterlibatan mahasiswa dengan berbagai unsur lapisan masyarakat tersebut menjadi bagian dari upaya untuk memastikan program yang dijalankan tidak hanya bersifat sementara, tetapi dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi warga Desa Pakang.
Melalui rangkaian Multidisiplin 2 tersebut, mahasiswa KKN UNDIP berupaya menghadirkan pendekatan pengelolaan sampah yang tidak berhenti pada sosialisasi. Edukasi melalui leaflet dan poster, praktik pengolahan sampah limbah menjadi sabun, edukasi dampak kesehatan, hingga edukasi pembuatan rancangan harga pokok produksi dan modal untuk komersial, diharapkan dapat membantu masyarakat Desa Pakang menerapkan pengelolaan sampah secara lebih sadar dan berkelanjutan.
Ditulis Oleh Tim KKN Reguler Universitas Diponegoro 2026 Desa Pakang
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer








































































