Siaran Berita — Kasus perundungan anak yang semakin marak membuat sosialisasi anti bullying sejak dini sangat diperlukan. Melalui obrolan santai, anak-anak di sekolah ini diajak mengenali area tubuh yang tidak boleh disentuh orang lain agar mereka tetap aman di sekolah.
Memasuki koridor kelas pada Selasa (11/08/2026) pagi, suasana riuh celoteh siswa menyambut kedatangan tim mahasiswa KKN MIT ke 22 Posko ke 44 UIN Walisongo Semarang . Mereka membawa misi khusus yang krusial bagi masa depan anak-anak desa. Alih-alih memberikan ceramah satu arah yang kaku, mahasiswa dari Divisi Pendidikan dan Keagamaan ini menyusun strategi adaptif dalam menjalankan sosialisasi anti bullying.
Langkah pertama yang mereka tempuh adalah memecah kemacetan. Sesi pembuka bermula tepat pukul 09:30 pagi, fokus murni untuk menjangkau daya tangkap siswa kelas lima dan enam. Melalui metode penyesuaian belajar anak ini, informasi tentang batasan sentuhan fisik dan pengenalan ruang pribadi terasa jauh lebih ringan, menekan rasa canggung yang biasanya muncul.
Beranjak dari keceriaan kelas bawah, dinamika interaksi berubah sedikit lebih mendalam ketika jarum jam menunjuk angka 10:30. Giliran siswa yang diajak membedah dampak psikologis perundungan. Memisahkan rentang usia ini terbukti mengunci fokus siswa, memastikan mereka menangkap pesan dengan cara yang relevan dengan pergaulan harian mereka.
Menciptakan Lingkungan Sekolah Aman Sejak Dini
Tidak hanya sekedar mendefinisikan perundungan, mahasiswa juga menyimulasikan cara berpikir yang tegas. Anak-anak diajak mengenali bagian tubuh otoritatif mereka sendiri dan memahami tindakan nyata saat kenyamanan mereka terusik. Praktik langsung ini memantik antusiasme luar biasa dari para siswa, menghidupkan ruang kelas dengan diskusi dua arah.
Merespons capaian interaksi tersebut, Adib Zainul Musthofa selaku Koordinator Desa (Kordes) KKN Posko 44 Desa Tuntang menyadari bahwa edukasi ini membutuhkan kesinambungan. Ia melihat keberanian biner dari mata anak-anak yang kini tahu cara melindungi diri di lingkungan sekolah aman.
“Program Edukasi ini sengaja kami angkat karena edukasi mengenai stop-bullying dan pengenalan area privasi yang sangat krusial ditanamkan sejak usia sekolah dasar,” ujar Adib. “Kami berharap, langkah kecil dari divisi Pendidikan dan Keagamaan ini bisa menjadi tindakan preventif yang nyata untuk mendukung visi sekolah Ramah Anak, di mana siswa-siswi saling menghargai, merasa aman, dan mampu melindungi batasan diri mereka masing-masing.”
Lebih jauh lagi, rentetan kegiatan SD N 02 Tuntang hari itu juga menyentuh hati para guru. Keberhasilan mengubah materi berat menjadi aktivitas menyenangkan membuka ruang kolaborasi yang melegakan pihak sekolah. Kepala Sekolah SD N 02 Tuntang, Ristu Nursanti, M.Pd, merekam dengan jelas sorak-sorai antusias anak didiknya selama sesi berlangsung.
“Harapan saya, setelah adanya kegiatan atau sosialisasi yang jenengan adakan di tempat kami, di SD N 02 Tuntang ini, harapannya memang seperti harapan pemerintah juga, jadi tidak ada lagi terjadi bullying di Sekolah kita,” ungkap Ristu Nursanti. “Memang sekarang dicanangkan sekolah ramah anak, maka memang seharusnya tidak ada bullying di sekolah ini.”
Pada akhirnya, apa yang terjadi dalam kegiatan SD N 02 Tuntang ini bukan sekadar tentang menggugurkan program kerja kampus. Ini adalah investasi mental bagi Generasi Alpha. Mewujudkan lingkungan sekolah yang aman mutlak membutuhkan kolaborasi yang berkelanjutan dan tidak bisa hanya bertumpu pada teori buku teks. Melalui konsistensi sosialisasi stop bullying yang dilebur secara apik melalui metode belajar anak yang humanis, kita sedang menanam benih generasi masa depan yang tangguh, empati, dan sadar penuh akan otonomi tubuh mereka sendiri.
Kontributor : Tim KKN Posko 44 UIN Walisongo Semarang
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer









































































