MALANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berdampak Kelompok 171 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) meluncurkan website resmi Desa Harjokuncaran untuk mengatasi era digital dan kebutuhan tata kelola informasi yang lebih terpusat. Dengan mengoptimalkan pelayanan masyarakat dan menampilkan potensi lokal secara digital, inovasi ini bertujuan untuk mengatasi masalah keterbatasan akses informasi publik yang terintegrasi.
LPPM UMM mendukung program pengabdian yang didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Rindya Fery Indrawan, S.Pi., MP. Kegiatan ini berhasil merevitalisasi sistem informasi desa yang sebelumnya pasif dan banyak halaman kosong menjadi portal kontemporer yang responsif dan kaya data.
Desa Harjokuncaran, dengan luas wilayah 1.878 Ha dan populasi 11.311 jiwa, sejatinya menyimpan potensi besar, khususnya komoditas kopi di Dusun Krajan dan Mulyosari. Namun, antarmuka website lama yang kurang bersahabat bagi pengguna telepon pintar membuat potensi dan layanan desa belum termanfaatkan optimal. Oleh karena itu, Kelompok 171 UMM berinisiatif merancang ulang tata letak antarmuka (UI/UX) dan sistem website dengan pendekatan desain yang mengutamakan akses gawai (Mobile-First Design) agar ringan dan stabil diakses warga.

Website baru ini membawa sejumlah pembaruan fitur krusial. Pada sektor kependudukan, data demografi, tingkat pendidikan, dan mata pencaharian warga kini divisualisasikan dengan grafik interaktif yang mudah dipahami. Di sektor pelayanan publik, warga dapat langsung melihat prasyarat administrasi kependudukan (Adminduk) hingga Surat Keterangan Usaha (SKU) secara terstruktur, sehingga mempermudah alur birokrasi. Selain itu, potensi kopi lokal juga memiliki ruang promosi digital khusus untuk menarik peluang kemitraan.
Inovasi baru pada situs web ini tidak hanya berfokus pada layanan administrasi dan keuangan, tetapi juga dimaksudkan untuk memfasilitasi pengarsipan sejarah dan identitas lokal. Rubrik literasi sejarah ditambahkan oleh mahasiswa KKN 171 UMM. Rubrik tersebut menjelaskan sejarah Desa Harjokuncaran, mulai dari masa perkebunan C.O. Telogorejo pada tahun 1915 hingga tragedi bumi hangus yang terjadi selama Agresi Militer II pada tahun 1948. Untuk menjaga ingatan kolektif masyarakat, digitalisasi rekam jejak ini dianggap sangat penting. Ini juga akan membantu generasi muda desa belajar agar nilai perjuangan para pendahulu, seperti tokoh Maghenda, tidak pudar ditelan zaman.
Karena lokasi geografis desa di dataran tinggi dengan curah hujan 2.400 mm per tahun, platform digital ini dirancang untuk mendukung ketahanan lingkungan dan kesehatan masyarakat. Selain itu, informasi yang disajikan di situs web telah disesuaikan dengan program unggulan desa yang sudah berjalan. Program-program ini termasuk gerakan Desa Siaga, dan sosialisasi dari 11 Pos Posyandu.
Selain itu, Kelompok 171 secara langsung berpartisipasi dalam pelatihan sistem pengelolaan konten desa untuk menjamin keberlanjutan program. Metode ini dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan aparatur desa untuk secara mandiri menyajikan laporan transparansi publik seperti Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa) dan memperbarui berita tentang kegiatan.
Program pengabdian ini adalah bukti kepedulian mahasiswa UMM untuk mengatasi masalah pengelolaan sistem informasi dan pemanfaatan sumber daya lokal dalam masyarakat. Kelompok 171 KKN Berdampak UMM berharap bahwa pengetahuan dan infrastruktur digital yang diberikan melalui peluncuran website ini dapat dikelola secara berkelanjutan, sehingga perangkat desa dan masyarakat dapat mengakses informasi secara lebih optimal dan transparan.
Kehadiran inovasi transformasi digital ini menunjukkan bahwa teknologi komunikasi dapat diterapkan sebagai salah satu solusi terhadap permasalahan pelayanan publik di masyarakat. Data potensi desa, transparansi tata kelola, dan layanan kependudukan yang sebelumnya belum termanfaatkan secara optimal kini telah bertransformasi menjadi pusat informasi terpadu yang siap melayani warga Desa Harjokuncaran.
Reporter: Kelompok 171 KKN Berdampak UMM Harjokuncaran
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer









































































