Bekasi — Di tengah maraknya minat literasi digital dan peluang kerja berbasis teknologi, seorang pelajar SMA dari Kabupaten Bekasi, Muzi Adriyan (17), menonjol sebagai contoh generasi muda yang mengembangkan keterampilan web development secara mandiri. Muzi kini aktif mempelajari pemrograman dan membangun sejumlah proyek website sebagai bagian dari pengembangan portofolio dan praktik langsung.
Menurut keterangan Muzi, yang masih menempuh pendidikan menengah, ia mulai belajar coding melalui sumber daring dan tutorial sejak beberapa tahun terakhir. “Awalnya cuma coba-coba, lalu jadi serius karena saya suka membuat tampilan dan fungsi website sendiri,” kata Muzi. Beberapa proyek yang telah dia kembangkan meliputi situs portofolio, blog sederhana, serta aplikasi web kecil untuk tugas sekolah dan kebutuhan lokal.
Dukungan keluarga dan akses internet menjadi faktor penting dalam proses pembelajaran Muzi. Ia menyatakan sering memanfaatkan platform pembelajaran online, forum developer, serta dokumentasi resmi bahasa pemrograman untuk belajar mandiri. Selain itu, pengalaman praktik langsung dengan membuat proyek nyata membantu memperkuat kemampuan teknisnya, mulai dari HTML, CSS, hingga JavaScript dan beberapa framework dasar.
Pengamat pendidikan dan teknologi menilai cerita seperti Muzi relevan dengan kebutuhan pasar tenaga kerja yang semakin menuntut keterampilan digital. “Pembelajaran berbasis proyek seperti yang dilakukan Muzi efektif membangun kompetensi praktis sekaligus kreativitas. Ini juga menunjukan bahwa akses belajar daring mampu membuka peluang bagi pelajar di berbagai daerah,” ujar seorang pengamat teknologi pendidikan.
Meski masih di bangku SMA, Muzi memiliki rencana jangka panjang yang jelas. Ia berharap dapat mengikuti kompetisi pemrograman, memperluas portofolio, dan akhirnya melanjutkan studi atau berkarier di bidang teknologi informasi. “Saya ingin terus belajar, bergabung dengan tim developer, dan ikut berkontribusi membuat solusi digital yang bermanfaat,” tutur Muzi.
Kisah Muzi juga memberi sinyal perlunya dukungan lebih luas dari sekolah dan pemerintah daerah untuk mengembangkan pendidikan teknologi di tingkat menengah. Fasilitas pelatihan, kurikulum yang relevan, dan akses internet yang merata dinilai krusial agar lebih banyak pelajar seperti Muzi dapat berkembang dan bersaing di era digital.
Dengan semakin banyaknya pelajar yang meniti jalur serupa, tantangan berikutnya adalah menjembatani pembelajaran mandiri dengan peluang formal—seperti magang, beasiswa, dan inkubasi proyek—agar potensi talenta muda tidak terhambat oleh keterbatasan sumber daya atau akses.
(
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer







































































