Batu Kliang, Lombok Tengah – 22 September 2025 – Ketua BEM Faterna Unram 2024, Aden Dilaga, menjadi pemateri pada kegiatan Pendidikan Pengalaman Pertama (P3) yang diselenggarakan oleh Himadipma Faterna pada Sabtu, 20 September 2025.
Dalam kegiatan P3 tersebut, Aden menyampaikan pentingnya manajemen organisasi dan menjadi mahasiswa berprestasi. Ia mengungkapkan bahwa masih banyak mahasiswa yang belum bisa berorganisasi dengan baik. Ada yang sepenuh hati terlibat dalam organisasi, namun ada juga yang hanya sekadar mencantumkan nama, terpenting pernah ikut organisasi.
Aden menjelaskan bahwa ada tiga aspek yang harus diperhatikan dalam manajemen organisasi.
Pertama, ia menekankan pentingnya mengelola waktu. Aden menjelaskan tentang skala prioritas. Sebagai mahasiswa, kita dihadapkan pada tuntutan akademik, organisasi, dan keluarga, yang semuanya memiliki peran masing-masing. Oleh karena itu, kita membutuhkan skala prioritas yang mencakup: penting dan mendesak, tidak penting tapi mendesak, penting tapi tidak mendesak, dan tidak penting tidak mendesak. Aden memberikan contoh kasus yang sering dialami peserta P3 agar lebih mudah dipahami.
Kedua, Aden membahas pengelolaan konflik dalam organisasi. Ia mengungkapkan bahwa dalam organisasi sering muncul “kotak-kotak” atau yang biasa disebut sebagai “circle”. Meskipun sirkulasi itu baik, terkadang pembahasan di dalamnya hanya melibatkan kelompok tertentu, sehingga menghambat visi organisasi. Peran kita, lanjutnya, adalah mengubah kelompok circle tersebut dengan pembahasan yang lebih positif. Aden juga menjelaskan bahwa konflik yang sering terjadi adalah perbedaan pendapat saat musyawarah, yang dapat menyebabkan perpecahan antar kelompok.
Penyerahan Sertifikat
Ketiga, Aden menekankan pencapaian organisasi. Ketika anggotanya memiliki keterampilan masing-masing, semua ilmu dapat diperoleh melalui organisasi. Dengan demikian, organisasi mampu melahirkan kepekaan berpikir, di mana anggota tidak takut untuk menyampaikan pendapat di hadapan publik. “Bagi saya, prestasi lahir dari organisasi. Saya bisa berkomunikasi dan berinovasi, semua itu dibentuk di organisasi,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa prestasi tanpa organisasi akan sulit dicapai. “Prestasi lahir karena pengalaman yang kita dapatkan di organisasi, mulai dari memperhatikan waktu, menyelesaikan konflik, hingga menghadapi dinamika baru. Semua itu membuat kita siap menghadapi tantangan, termasuk saat bertarung dalam lomba,” tutup Aden.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer






























































