Makassar, UIN Alauddin Makassar suasana heboh tapi penuh makna terasa sekali di Auditorium Kampus II UIN Alauddin Makassar, Selasa(11/11/2025) Meneguhkan Peran Kampus untuk Peradaban Global. Kampus hijau kebanggaan warga Makassar ini resmi merayakan Dies Natalis ke-60 dengan tema keren: “Meneguhkan Peran Kampus untuk Peradaban Global.”
Acara dibuka langsung oleh Rektor UIN Alauddin, Prof. H. Hamdan Juhannis, M.A., Ph.D., bersama jajaran pimpinan, dosen, mahasiswa, sampai tamu undangan dari berbagai instansi.
Dalam sambutannya, Prof Hamdan memberikan semangat baru buat seluruh civitas akademika. Katanya, 60 tahun bukan Cuma angka, tapi simbol langkah percepatan UIN menuju level internasional.
“Usia 60 itu bukan waktu buat santai, tapi saatnya akselerasi! Sudah waktunya UIN Alauddin tampil di kancah Asia bahkan dunia,” tegasnya penuh semangat.
Tapi bukan Cuma pidato serius saja, Rektor juga memberi kisah-kisah inspiratif dan lucu yang membuat penonton ketawa sekaligus merenung. Salah satunya tentang surat mahasiswi ke ayahnya yang penuh drama biar sang ayah tidak terlalu marah saat tahu anaknya tidak lulus kuliah.
Rektor juga cerita soal Thomas Alva Edison, yang waktu kecil sempat dianggap “tidak bisa sekolah” tapi akhirnya jadi jenius karena ibunya mengubah cara pandang lewat satu surat penuh cinta. Dari situ, Prof Hamdan mengajak semua orang buat terus berpikir positif dan tidak gampang menyerah.
Di akhir pidato, beliau keluarkan kompas kecil dan bilang:
“Kompas tidak tertarik sama masa lalu atau badai yang sudah lewat. Dia Cuma nunjuk satu arah ke depan. Dan arah kita adalah masa depan, menuju peradaban global.”
Selain sidang senat luar biasa, acara Dies Natalis ini juga diramaikan dengan sesi undian hadiah yang membuat suasana makin pecah karena banyak yang dapat doorprize keren dari kampus.
Salah satu mahasiswa yang turut ikut hadir mengatakan “bahwa kegiatan Dies Natalis ini acaranya keren sih, rame banget! Apalagi waktu undian doorprize, semua pada heboh. Tapi yang paling berkesan itu pesannya: jangan stuck di masa lalu, fokus ke masa depan,” kata Fahmi mahasiswa dari Fakultas Adab dan Humaniora
Ulang tahun ke-60 ini bukan Cuma perayaan seremonial, tapi juga jadi momen refleksi bareng buat terus maju bareng-bareng. UIN Alauddin Makassar ingin tetap relevan, berdaya saing global, dan menjadi kampus yang memberi dampak nyata buat masyarakat.
“Arah kita udah jelas ke depan, bukan ke belakang,” tutup sang rektor disambut tepuk tangan meriah.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































