Indonesia sudah lama dikenal sebagai negeri kopi, tapi belakangan ada satu bintang baru yang diam-diam mencuri perhatian para pecinta minuman alami: cascara merah, seduhan cantik dari kulit buah kopi yang warnanya merah keemasan dan aromanya fruity seperti sirup buah. Yang membuatnya sangat menarik adalah fakta bahwa minuman ini berasal dari sesuatu yang dulu dianggap tidak bernilai kulit kopi yang biasanya menumpuk di kebun setelah proses pengupasan (Indrayani et al., 2022). Kini, justru bagian inilah yang membantu petani mendapatkan nilai tambah, membuka peluang UMKM, dan memperkenalkan inovasi baru dari kebun Indonesia.
Saat buah kopi dipanen dalam kondisi matang sempurna, buah berwarna merah marun itu memiliki kandungan pigmen alami bernama antosianin. Pigmen inilah yang membuat cascara tampil begitu memikat saat diseduh, menghasilkan warna merah bening yang seolah-olah berpendar di gelas kaca. Antosianin juga merupakan antioksidan alami yang banyak ditemukan pada beri dan anggur, sehingga cascara bukan sekadar cantik, tetapi juga menyehatkan (Masrukan et al., 2020). Rasa yang dihasilkan pun unik ada sensasi manis alami, sedikit floral, dan sentuhan fruity yang sangat lembut. Banyak yang menggambarkannya sebagai perpaduan antara teh rosella, air buah, dan aroma kopi yang samar-samar menyapa di akhir tegukan.
Prosesnya tetap sederhana namun harus penuh ketelitian. Kulit kopi yang masih segar harus dipisahkan dari bijinya, kemudian dicuci hingga bersih untuk menghilangkan lendir alami. Setelah itu, kulit dikeringkan selama beberapa hari di bawah matahari atau di ruang pengering khusus. Tahapan ini tidak boleh sembarangan, karena kualitas aroma cascara sangat bergantung pada proses pengeringan. Jika terlalu cepat, aromanya hilang; jika terlalu lambat, kulit kopi bisa berubah kualitas. Setelah kering, cascara disortir dengan teliti kulit terbaik akan menghasilkan seduhan paling jernih dan aromatik. Dari sinilah cascara premium lahir (Maharani et al., 2024).
Yang paling menarik adalah bagaimana cascara mengubah kehidupan para petani. Di Aceh, Toraja, Bajawa, hingga Manggarai, kulit kopi dulunya hanya menjadi limbah organik yang menumpuk di sekitar kebun. Kini, banyak petani memisahkan kulit kopi dengan hati-hati karena tahu bahwa cascara bisa dijual dengan harga yang cukup tinggi. Nilainya bahkan bisa menjadi penambah pendapatan di luar penjualan biji kopi. Inovasi sederhana ini membuat petani naik kelas tidak hanya sebagai pemasok biji kopi, tetapi juga sebagai produsen bahan baku minuman herbal premium. UMKM lokal pun ikut meramaikan pasar: ada yang membuat kombucha cascara, sirup cascara, hingga minuman ready-to-drink dengan kemasan modern yang cocok untuk pasar urban.
Tren cascara juga semakin menguat karena banyak coffee shop mulai memperkenalkannya sebagai menu kreatif. Barista senang bereksperimen dengan cascara karena warnanya yang cantik, aromanya yang lembut, dan fleksibilitasnya sebagai bahan dasar minuman. Beberapa menu favorit yang sering muncul antara lain cascara sparkling, cold brew cascara, cascara lemon tea, hingga cascara latte dengan foam tipis yang aromatik. Banyak pengunjung langsung jatuh hati pada warna merah beningnyavisualnya begitu estetik hingga cocok dijadikan “drink of the day”. Dari desa pegunungan yang sejuk hingga meja kafe bergaya industrial di kota besar, cascara menjadi penghubung antara dua dunia.
Minuman ini juga membawa semangat baru dalam gaya hidup modern: lebih alami, lebih sehat, dan lebih menghargai bahan lokal. Cascara kaya antioksidan, rendah kafein, bebas gula tambahan, dan ramah lingkungan karena memanfaatkan bagian buah kopi yang sebelumnya terbuang. Tren global pun bergerak ke arah itu—minuman dari bahan alami tropis semakin dicari. Beberapa negara seperti Jepang, Amerika Serikat, dan Australia bahkan sudah menggunakan cascara sebagai bahan dasar minuman premium. Dengan produksi kopi yang melimpah, Indonesia memiliki peluang besar menjadi pusat cascara dunia.
Cascara merah adalah bukti bahwa inovasi tidak selalu harus datang dari hal besar. Kadang, ia justru lahir dari sesuatu yang sudah ada di depan mata. Dari kulit kopi sederhana, lahirlah minuman menawan yang membuka peluang ekonomi, memperkenalkan ragam rasa baru, dan mengangkat nama Indonesia di dunia minuman alami. Setiap tegukan cascara bukan hanya menyegarkan, tetapi juga membawa cerita tentang kreativitas petani, semangat UMKM, dan kekayaan alam Indonesia yang tidak ada habisnya. Di antara banyak produk inovatif dari negeri ini, cascara merah muncul sebagai pengingat bahwa Indonesia selalu punya cara baru untuk bersinar.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































