Ketika ekspektasi dari jutaan rakyat yang kini berada di pundak bagi para pemain muda, bagaimana ruang ganti Garuda meredam tekanan dan sunyi di balik layar
Saat lampu stadio Gelora Bung Karno di padamkan hanya meninggalkan nyanyian lagu nasional dari puluhan ribu bahkan jutaan suporter yang sangat menggema di luar, namun justru di dalam ruang ganti suasana menjadi tegang dan sunyi para pemain mulai merangkul sesama dan tampak berdoa untuk kemenangan mereka, mereka juga tampak tertunduk sambil melihat lantai yang basah baju dipenuhi keringat dan hasil dari kerja keras mereka karena memikul beban harapan dari para puluhan juta para suporternya. Para pemain timnas terlihat lelah setelah melawan pemain dari mozambik mereka telah berusaha keras untuk dapat memenangkan laga persahabatan internasional resmi atau FIFA Matchday
Para suporter timnas terus bersorak dan terlihat berdoa untuk membawa timnas menang dan terlihat emosional di momen momen itu. Mereka sangat mengapreasikan para pemain generasi muda yang telah tampil baik dan profesional.
Mayoritas skuad Timnas saat ini diisi oleh anak-anak muda yang berusia berawal 20-an seperti pemain sepak bola Ivan Jenner yang masih berusia 22 tahun di usia dimana remaja lain masih mencari jati diri, mereka sudah berani dan harus berdiri dibawah tekanan kritik kejam dari netizen di media sosial. Satu kesalahan kecil saja terlihat dapat menimbulkan puluhan hujatan di akun tiktok dan instagram mereka. Tekanan ini justru menambah beban mental pemain karena bisa melemahkan mental para pemain timnas sebelum memulai aksinya di lapangan Bung Karno, serta dapat menganggu performa dari para pemain tersebut.
Di luar lapangan kehidupan mereka terlihat berpindah pindah dari satu hotel ke hotel lain yang jauh dari keluarga dan orang-orang tercinta selama berbulan-bulan hanya demi fokus pada pelatihan yang mereka lakukan. Muncul rasa rindu akan suasana rumah yang kerap terpikirkan oleh para pemain timnas tersebut. “Kami sering lupa bahwa mereka ini masih anak-anak muda yang butuh ketenangan,” ujar salah satu pengamat sepak bola dalam kolom analisisnya. Pengorbanan inilah yang jarang terlihat dan tertangkap oleh kamera karena betapa seriusnya para timnas demi memenangkan laga persahabatan internasional resmi atau FIFA Matchday.

“Begini, buat pemain secara langsung sekarang ketika mendapatkan kritikan saya rasa mereka langsung merasa tertekan Itu merupakan hal sulit, tetapi buat para pemain sendiri sebenarnya mereka harus bisa menghadapinya” ujar Pelatih Shin Tae-yong dalam sesi wawancara di CNN Indonesia menggambarkan betapa rapuhnya pemain jika tidak dijaga mentalnya.
Saat ini kita kembali meneriakkan suara kemenangan dari tribun atau layar kaca setelah timnas berhasil mencetak satu gol saat melawan pemain mozambik oleh ole romeny pada menit ke 12. Tetap Ingatlah dibalik garangnya lambang garuda di dada, ada hati anak-anak muda yang terus berjuang dan pantang menyerah. Mereka hanya manusia biasa mereka merasakan sakit, bisa lelah dan terluka. Mendukung timnas bukan hanya tentang merayakan kemenangan tetapi menjadi tempat bersandar saat mereka jatuh dan kelelahan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































