BANDUNG – Di tengah ancaman perubahan iklim global akibat tingginya emisi gas rumah kaca dari bahan bakar fosil seperti batu bara, minyak bumi, dan gas alam, aksi nyata edukasi sejak dini mutlak diperlukan. Menjawab tantangan tersebut, organisasi Jejak Energi sukses menggelar program edukasi interaktif bertajuk “THE FUTURE IS BRIGHT: Menguasai Energi Terbarukan”.
Kegiatan ini secara khusus menyasar siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) sebagai subjek utama. Pemilihan siswa SMA didasarkan pada peran strategis mereka sebagai generasi muda di tahap perkembangan kognitif lanjutan, sehingga mampu memahami konsep energi bersih secara kritis, analitis, serta inovatif.
Ketua Panitia Kegiatan, Ammar Abu Y., menyampaikan bahwa program ini hadir untuk menjembatani masih rendahnya pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai potensi besar energi terbarukan di Indonesia seperti matahari, angin, dan air.

“Kami ingin siswa tidak hanya memahami konsep energi terbarukan secara teoretis, tetapi juga mampu mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari demi keberlanjutan lingkungan,” ujar Ammar.
Pendekatan Praktis dan Interaktif
Dipandu oleh para mahasiswa Telkom University sebagai fasilitator serta didampingi oleh guru sekolah, kegiatan ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui pendekatan edukasi interaktif, observasi, dan dokumentasi. Selama kegiatan berlangsung, para siswa dilatih untuk berpikir kritis, kreatif, serta bekerja sama dalam upaya pelestarian lingkungan.
Berdasarkan hasil temuan di lapangan, metode praktik langsung terbukti membawa dampak positif yang signifikan:
Peningkatan Pemahaman: Siswa jauh lebih mudah menyerap materi ketika terlibat dalam praktik langsung dibandingkan hanya menerima teori di kelas.
Antusiasme Tinggi: Terjadi lonjakan ketertarikan dan keaktifan dari para siswa sepanjang sesi eksperimen/praktik sederhana.
Kesadaran Lingkungan: Kegiatan ini berhasil memicu kesadaran baru di kalangan siswa mengenai pentingnya beralih ke energi bersih guna mengurangi emisi karbon.
Meski dalam pelaksanaannya terdapat beberapa tantangan, seperti keterbatasan fasilitas pendukung, perbedaan tingkat pemahaman awal siswa, serta alokasi waktu yang terbatas namun hal tersebut tidak menyurutkan keberhasilan acara secara keseluruhan.
Selaras dengan Pancasila dan SDGs
Program yang diinisiasi oleh tim kepanitiaan Jejak Energi yang digawangi oleh Ammar Abu Y. (Ketua), Aisyah Nafisyah (Sekretaris), Alisya Ayu R. (Bendahara), serta Divisi Acara yang beranggotakan Fedya Maritza, Muhammad Herawan, dan Moh. Dhimas Wiranegara ini juga dirancang dengan landasan ideologi dan visi global yang kuat.

Secara nilai kebangsaan, kegiatan ini merefleksikan nilai-nilai Pancasila, khususnya Sila ke-2 (kepedulian lingkungan sebagai bentuk kemanusiaan), Sila ke-3 (kolaborasi dan kerja sama dalam edukasi), dan Sila ke-5 (pemerataan pengetahuan energi).
Di tingkat global, program The Future is Bright ini secara nyata mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), tepatnya:
SDGs 4: Menyediakan pendidikan berkualitas.
SDGs 5: Menjamin kesetaraan partisipasi bagi seluruh siswa.
SDGs 10: Berkontribusi mengurangi kesenjangan pengetahuan.
Harapan ke Depan
Melalui keberhasilan proyek perdana ini, program edukasi interaktif energi terbarukan dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara lebih luas. Jejak Energi berharap program ini dapat diimplementasikan secara terstruktur di berbagai sekolah lain di Indonesia dengan dukungan fasilitas yang lebih memadai, demi mencetak generasi muda yang siap memimpin transisi energi bersih di masa depan.
Kontak Media:
Organisasi: Jejak Energi Eco
Instagram: @jejakenergi.id
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer







































































