GRESIK – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menggelar kegiatan edukasi literasi digital bertajuk “Mengenal Hoax AI dan Pemanfaatan AI dalam Kehidupan Sehari-hari” bagi ibu-ibu PKK Desa Asempapak, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik. Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Asempapak ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat bertema “Empowering Community” yang diusung KKN Untag Surabaya.
Kegiatan yang dimotori oleh Sub Kelompok 2 di bawah bimbingan Noorzatil Hasanah, S.H., M.H. selaku ketua tim pengusul ini melibatkan empat mahasiswa lintas jurusan, yaitu Maskhur Ridho Febriansyah dari Program Studi Teknik Mesin, Ahmad Ridwan dari Program Studi Sistem dan Teknologi Informasi, Nurlailla Wulan Dini dari Program Studi Psikologi, serta Annisa Rahmania Firdausi dari Program Studi Ilmu Komunikasi. Kegiatan ini dilaksanakan berdampingan dengan Sub Kelompok 4 dalam satu rangkaian acara yang sama.
Dalam pemaparannya, tim mahasiswa menjelaskan pengertian kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) sebagai asisten virtual yang dapat membantu berbagai urusan sehari-hari, mulai dari mencari resep masakan, menyusun ide usaha, hingga membuat desain promosi produk. Peserta juga diperkenalkan pada ciri-ciri konten hoaks hasil rekayasa AI atau deepfake, seperti gerakan mata dan wajah yang tidak wajar, kejanggalan pada suara, serta detail gambar yang tidak konsisten, misalnya jumlah jari tangan yang tidak sesuai.
Selain aspek teknis, materi edukasi turut membahas dasar hukum Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) terkait pencemaran nama baik dan ujaran kebencian di media sosial, mengingat ancaman pidana yang menyertainya cukup berat. Sebagai panduan praktis, tim memperkenalkan rumus T.H.I.N.K, yakni Saring, Cek, dan Pikir, sebagai langkah sederhana sebelum menyebarkan informasi di media sosial.
Peserta yang hadir tampak antusias mengikuti sesi tanya jawab maupun simulasi praktik penggunaan aplikasi AI yang dipandu langsung oleh tim mahasiswa. Beberapa peserta bahkan mampu menjelaskan kembali ciri-ciri konten hasil rekayasa AI yang baru saja mereka pelajari, menandakan pemahaman yang cukup baik terhadap materi yang disampaikan.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan masyarakat Desa Asempapak terhadap penyebaran hoaks berbasis AI, sekaligus membekali warga dengan keterampilan praktis memanfaatkan teknologi AI secara positif dan produktif dalam kehidupan sehari-hari. Tim pelaksana turut merekomendasikan agar edukasi literasi digital serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, tidak hanya bagi ibu-ibu PKK, tetapi juga kelompok masyarakat lain seperti remaja dan lansia, mengingat seluruh kalangan usia berpotensi menjadi sasaran penipuan berbasis AI.
Narahubung:
Maskhur Ridho Febriansyah Prodi Teknik Mesin
Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)
Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer










































































